
Daffa sudah kelas 1 SD usianya sudah 5 tahun lebih hampir 6 sedang Daanish masih 4 lebih tahun. Masih di TK karena memang selisih usia mereka sangat dekat dulu Fitri hamil Daanish ketika Daffa berumur 5 bulan.
Sekolah Daanish dan Daffa itu beda yayasan jadi pasti beda gedung karena di desa itu TK-nya tidak punya SD sehingga beda lokasi dengan SD.
Tempat Daffa sekolah baru mulai tahun ini akan dibangun gedung TK, sehingga tentu saja terlambat kalau tahun depan Daanish harus masuk TK di yayasan tempat Daffa sekolah. Karena tahun depan Daanish sudah kelas 1 SD.
Pagi-pagi Yanto mengantarkan kedua putranya sekolah. Dia tidak menggunakan motor, tapi menggunakan sepeda ontel atau sepeda kayuh biasa tanpa motor. Itu memang sengaja digalakkan oleh Fitri dan Yanto. Mereka setiap ada kesempatan juga kalau pergi tak seberapa jauh lebih memilih menggunakan sepeda saja. Agar tetap bergerak badannya. Tidak seperti kalau menggunakan sepeda bermesin atau motor.
“Kalian malu nggak diantar naik sepeda oleh Papa seperti ini?” tanya Yanto ingin tahu.
Pagi dia selalu mengantar Daffa lebih dulu, karena Daffa masuk lebih pagi dari Daanish.
“Kan Mama bilang kalau tidak mengemis itu tak perlu malu. Kenapa malu kita menggunakan sepeda? Tidak mencuri,” kata Daffa.
“Kita bisa juga kok berangkat jalan kaki saja. Nggak perlu naik sepeda,” ucap Daanish.
__ADS_1
“Kalau jalan kaki Papa repot. Karena kan harus anterin Mas Daffa dulu baru nganterin Adik. Kalau nganterin Adik dulu Mas Daffa-nya kesiangan nanti terlambat.”
“Lalu nanti pulangnya Papa sendirian jalan kaki juga jauh. Jadi lebih enak Papa naik sepeda.”
“Kenapa nggak naik motor atau mobil saja?” tanya Daanish yang belum mengerti. Kalau Daffa sudah diberi pengertian minggu lalu saat ingin ke warung.
“Kan Papa sudah bilang ini untuk kesehatan Papa dan Mama,” kata Yanto.
“Berjalan bisa bikin sehat?” tanya Daanish.
“Oke aku mengerti,” jawab Daanish sambil mengangguk dengan menggemaskan. Mereka telah tiba di sekolahnya Daffa.
“Belajar yang benar ya. Tidak boleh berantem. Tidak boleh juga mendahului nakal kepada teman. Tetapi bila kamu dinakali, kamu wajib membalas. Jangan diam saja. Mungkin satu kali atau dua kali kamu bisa diam menunggu kesadaran orang tersebut. Tapi kalau sudah ketiga itu tidak ada maaf. Kamu harus balas agar tidak dianggap kamu itu lemah.”
“Iya Pa, aku mengerti,” kata Daffa.
__ADS_1
Dari sekolah Daffa Yanto mulai menuju ke sekolahnya Daanish.
“Apa kalau hujan kita juga tetap naik sepeda?” tanya Daanish.
“Tidak, bila hujan kita pakai mobil. Tetap juga bawa payung biar kalian tidak sakit,” ucap Yanto.
“Kalau begitu aku akan berdoa semoga tiap pagi tidak hujan, sehingga bisa naik sepeda terus. Lebih enak naik sepeda daripada naik mobil,” kata Daanish dengan polosnya.
“Katanya dulu senengan naik motor?” goda Yanto pada Daanish.
“Iya benar, daripada naik mobil mendingan naik motor. Tetapi daripada motor ya lebih enak sepeda lah,” jawab Daanish.
“Oke sip,” jawab Yanto.
“Semoga saja tiap pagi kita tetap bisa sepedaan seperti ini.”
__ADS_1