
“Ada apa dengan Timah?” tanya Fitri cemas.
“Kamu nggak perlu cemas begitu, dia nggak apa-apa kok. Justru dia sangat berprestasi.
“Aku sudah memegang data prestasinya, dia rangking pertama tingkat sekolah. Bahkan dengan ranking kedua dia sangat jauh selisih angkanya.
“Mungkin tadi wali kelas sudah memberi tahu kalian bahwa Timah bisa ikut akselerasi dan aku yakin kalian nggak langsung terima begitu saja tapi akan diskusi dulu dengan Timah sebagai pelaku siswa didik.”
“Tapi aku berharap kalian bisa menerima itu, karena kasihan kalau dia harus tersendat menerima pelajaran padahal dia bisa lebih cepat melesat. Jadi jangan kita tahan kalau memang kondisinya seperti itu. Arahkan saja dia agar mau menerima kesempatan itu.”
“Yang mau aku bahas ini berkaitan dengan kegiatan di luar kegiatan pelajaran pokok. Timah selain prestasi sekolahnya dia juga banyak ide yang sering aku diskusikan dengan dia. Aku sering memanggilnya untuk bertukar pikiran.”
“Kemarin program beternak lele di ember sekaligus dengan hidroponik kangkung dan sawi berhasil baik. Beberapa guru mencoba di rumahnya juga beberapa orang tua yang datang ke sekolah dan melihat proyek percontohan Timah. Mereka ikut mencoba dan pada mereka aku minta kalau mencoba harus melaporkan agar ada timbal balik buat kami dan ternyata mereka berhasil.”
__ADS_1
“Yang di sekolah sudah dua kali panen dengan hasil memuaskan padahal pakan yang diberikan adalah hanya pakan seadanya bukan pelet. Jadi benar-benar program itu berjalan baik.”
“Air dari ember itu sangat baik buat pupuk tanaman lainnya sehingga tanaman di sekolah ini juga makin subur tanpa pupuk kimia. Itu semua yang kami dapatkan dari programnya Timah.”
“Program kedua sedang dia rilis dan ini masih dalam tahap pemantauan kami. Dia bilang itu dia contek dari kakaknya yaitu Mas Iyok. Aku nggak tahu yang mana tapi dia mengaku bahwa itu mencontek ide-nya Mas Iyok yaitu pemanfaatan limbah dapur menjadi sesuatu hal yang berguna dan kalau memang aku menyetujuinya nanti penyuluh yang aslinya akan dia undang karena katanya penyuluh ini sudah beberapa kali tampil di televisi.”
“Oh Iyok maksudnya Satrio. Memang dia adik angkat kami di rumah. Dia memang penyuluh tentang lingkungan dan Iyok belajar bisnis dari Timah sampai buka toko makanan ternak,” kata Yanto.
“Mereka memang saling menunjang dan melengkapi.”
“Memang hubungan Timah dengan kakak kandungnya tidak sehangat dengan Iyok. Kakak kandungnya kaku seperti Mas Yanto ini. Beda dengan Iyok yang bisa mengungkapkan apa yang dia rasa dengan bebas. Sehingga Timah mendapatkan kehangatan dengan Iyok,” kata Fitri lagi.
Yanto hanya tersenyum istrinya bicara tentang sikapnya yang kaku. Dia hanya bisa ramah dan manis pada Fitri. Pada orang lain dia tidak bisa. Dulu pun pada Fitri dia sangat kaku.
__ADS_1
“Ya itu yang saya ingin bicarakan satu adalah pembuatan modul program ternak lele dalam ember milik Timah. Saya tentu harus punya izin bahwa modul yang kami buat itu nanti akan dibukukan sebagai modul resmi dari yayasan. Tentu sebagai pemberi ide nanti ada kompensasi buat Timah. Jadi kami tidak akan mengambil begitu saja. Dari sekolah kami mengambil keuntungan 30%. Rinciannya 10% untuk penulis, 10% untuk yayasan, dan 10% untuk operasional baik berupa iklan dan sebagainya dan tentu masalah ini tidak bisa saya langsung bicarakan dengan Timah,” ungkap Heru.
“Salah besar kalau tidak langsung dibicarakan dengan Timah karena dia bukan anak kelas 1 SMP seperti pada umumnya. Sebaiknya memang langsung pada dia karena dia lebih mumpuni untuk hal kerja sama seperti ini dari pada saya,” kata Yanto dengan tersenyum.
“Iya kah?” tanya Heru tak percaya.
“Soal kerja sama dia lebih jago dari Mas Yanto, karena kalau Mas Yanto urusannya jual beli bukan kerja sama. Tapi kalau Timah dia terbiasa kerja sama. Banyak orang yang bekerja sama dengan dia, harus mengikuti ketentuan dia. Dia tidak mau di bodoh-bodohi karena dia anak kecil atau dicurangi dengan kelicikan.”
“Kerja sama dalam hal apa?” katanya Heru penasaran.
“Kerja sama dalam hal pemacak atau pejantan. Jadi Timah mempunyai ketentuan sendiri untuk program pemacakan. Peraturan yang dia berikan sangat ketat dan mengikat. Dia rinci semuanya tanpa bisa ada celah seseorang mencuranginya. Lalu kerja sama konsinyasi penjualan pupuk kotoran kambing dengan beberapa toko pupuk. Dia lebih teliti dari kita yang tidak terbiasa dengan kerja sama.”
“Baiklah nanti saya akan langsung bicara dengan Timah saja. Saya pikir saya harus bicara dengan orang tuanya dulu. Ternyata saya salah duga.”
__ADS_1
“Memang kalau dengan Timah kita sering salah duga seperti itu. Bahkan Iyok dan kakaknya membuat dia sebagai pemimpin grup usaha. Padahal dia masih kelas 1 SMP dan kakak-kakaknya kelas 1 dan kelas 2 SMA. Tapi semua tunduk di bawah pengarahan Timah.”