
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Aku belokin ke tempat Pak Mahmud ya Bu,” Yanto memberitahu sekalian menyuruh secara tak langsung.
“Kowe pengin belut po?” tanya Gendis.
“Iya Bu, belutnya yang gede-gede ya dan minta dibuang kepala serta ekornya lagi,” jawab Yanto sambil memasuki halaman kolam belut sebelum masuk ke desanya.
“Mau masak apa?” tanya bu Gendis.
“Di pepes enak kayanya Bu. Aku lagi enggak kepengen digoreng.”
“Ya sudah Ibu yang turun,” kata Gendis. Gendis langsung membeli 3 kilo. Sekarang dia tidak takut beli ikan, daging atau ayam banyak-banyak karena ada kulkas di rumah.
Gendis langsung minta bersihkan sehingga nanti bisa langsung diolah dan sisanya akan disimpan di freezernya.
“Apa Mas enggak mual-mual kan dari kemarin?” tanya Fitri. Dia ingat kehamilan Daffa dulu papanya janin yang mual dan ngidam.
“Enggak Dek. Kemarin Mas udah kepengen belut tapi kok enggak enak ngomongnya. Pulang dari bengkel mau mampir lupa, ingat itu pas sudah parkirin motor di rumah. Mau balik nanti kamu nanya kenapa. ya sudah aku enggak jadi beli.”
__ADS_1
“Semoga aja dia juga gampang ya Mas enggak rewel kayak waktu Mas Daffa. Jadi dia makanannya dari dalam perut sudah bagus, kasihan Mas Daffa kalau Dede rewel nanti ASI nya jadi berkurang kualitasnya.”
“Insya Allah anaknya Papa enggak ada yang rewel lah Ma. Tenang aja anak Papa semua hebat kok,” kata Yanto sambil mengusap perut Fitri yang masih datar.
Sampai di rumah Gendis langsung membuat pepes sesuai dengan keinginan Yanto. Tidak biasa memang belut di pepes, tapi karena Yanto kepengen itu yang mau enggak mau Gendis membuatnya.
“Kamu mau bikin apa Nduk?” tanya Gendis melihat Fitri mengambil belut mentah untuk dia beri bumbu.
“Aku pengen bikin sambal matah Bu. Nanti aku goreng belutnya buat aku sendiri aja kalau Mas Yanto enggak mau. Aku mau pakai sambel aja enggak mau yang dipepes,” kata Fitri. Dia semangat mengolah sendiri belut goreng dan sambal matah serta lalapan juga dia siapkan.
“Kalau enggak digendong di kasihan lah Mas,” protes Fitri.
“Bukan enggak boleh gendong Ma, cuma jangan kebanyakan angkat ya. Kasihan Dede,” ujar Yanto lembut, dia tak ingin istrinya marah terlebih perempuan hamil emosinya tak stabil.
“Ya aku ngerti kalau soal itu,” jawab Fitri.
“Tapi bukan berarti aku enggak boleh pangku mas Daffa kan?” tanya Fitri. Sejak pulang dari puskesmas dia sudah membiasakan dirinya menyebut Daffa dengan awalan Mas.
__ADS_1
“Bolehlah. Kalau dari kursi pindah ke kasur kan enggak mungkin enggak diangkat?”
Kemarin Yanto sudah membelikan hihh chair buat Daffa belajar makan bulan depan. Dan Daffa senang ditaruh di situ. Di mobil juga ada car seat, tapi memang jarang digunakan karena selalu pergi dipangku Fitri.
“Bu lusa bikin lagi pepes seperti ini ya Bu,” kata Fitri yang tadi bilang tak mau makan pepes belut. Pepes matang dia langsung makan tanpa nasi. Dan saat makan siang dia makan belut goreng dengan sambal matah yang dia buat.
“Kenapa Nduk?” tanya bu Gendis.
“Enak Bu. Kita bikin banyak buat ke rumah Ayah di Solo,” kata Fitri.
Sudah biasa buat orang Solo. Yang disebut Solo adalah orang yang ada di tengah kota, yang di desa pasti akan disebut nama desanya.
“Besok biar Herry beli lagi karena kalau pakai sida yang di kulkas sepertinya kurang. Pasti besok kamu bikin belut goreng lagi,” Fitri tersenyum simpul saat mertuanya tahu kalau dia mau bikin belut goreng lagi.
“Hari Jumat pagi biar aku yang beli, aku taruh di rumah dulu baru aku pergi ke bengkel,” Yanto memutuskan dia yang akan beli belut.
“Iya Mas jangan nyuruh Herry sepulang sekolah. Dia sudah lelah dan lapar kasihan kalau harus mampir dulu. Kamu aja yang beli hari Jumat pagi jadi masih fresh,” Fitri setuju dengan suaminya.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR yok.
__ADS_1