BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
BUTUH ‘PAGAR’


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Maaf saya tidak bisa terima, tenaga mekanik kami masih cukup,” kata Yanto ketika ada seorang perempuan melamar bekerja sebagai teknisi. Dia tidak mau ada masalah karena banyak yang menyebutkan witing tresno jalaran soko kulino Yanto tidak mau itu terjadi baik untuk dirinya mau pun untuk pegawai lain yang bisa saling saing. Karena ada rasa nyaman, sering ngobrol sharing, akhirnya curhat. Lalu sama-sama suka. Semua itu Yanto hindari.



“Apa Mas takut kalau kita jadian?” kata perempuan tersebut dengan percaya dirinya.



“Apa?” tanya Yanto.



“Kamu belum apa-apa, belum diterima sudah berani manggil saya Mas. Apa pantas biat seorang pelamar? Sedangkan semua pegawai saya manggil saya Pak. Dari situ saja sudah terlihat attitude kamu tidak baik. Mohon maaf, sekali lagi saya tidak bisa menerima.”



“Pak Rustam, tolong tangani Mbak ini. Saya mau kembali mengerjakan hal lain,” kata Yanto. Tadi memang pak Rustam yang menemui Yanto untuk mengatakan ada seorang tenaga perempuan melamar sebagai teknisi di bengkel ini.



Sejak awal pak Rustam juga mendengar bahwa Yanto menolaknya dan perempuan itu ngotot ingin minta diterima.



“Silakan Mbak. Semuanya sudah selesai. Berkasnya kami terima tapi untuk penerimaan sebagai pegawai belum bisa,” kata pak Rustam, mekanik paling senior di bengkel ini.



“Lihat saja, aku pasti dapetin dia!” kata perempuan tersebut dan itu didengar jelas oleh pak Rustam.



“Pak Yanto, kayaknya kok perempuan tersebut nggak bener ya masa sebelum pulang dia bilang lihat aja aku pasti dapetin dia.” lapor pak Rustam.



“Astagfirullah, masa sampai seperti itu sih Pak?”



“Iya benar. Barusan saya dengar sendiri kok. Makanya saya takut kalau Pak Yanto bisa kepincut dengan cara tidak logic.”


__ADS_1


“Baik pak Rustam. Terima kasih, nanti saya akan antisipasi,” kata Yanto. Memang percaya tidak percaya banyak kejadian di luar logika di Indonesia ini. Setiap suku pasti banyak masalah klenik dan Yanto tidak menutup mata terhadap hal tersebut. Walau tidak pernah menggunakan. Tapi antisipasi itu pasti harus dilakukan. Biar bagaimana pun dia harus punya pagar.



“Ada apa Nto?” tanya Suradi saat tiba-tiba menantunya menanyakan dirinya ada di mana.



“Pengen ngobrol yah. Sebentar aja tapi tidak bisa lewat telepon.”



“Hari ini Ayah di rumah kok. Kamu ke rumah aja.” Suradi meminta menantunya untuk datang menemuinya.



“Baik Yah, setengah jam lagi saya ke sana sekarang mau bersih-bersih badan dulu,” kata Yanto. Hari belum sore, habis makan siang Yanto langsung ke sana. Kalau terlambat pulang tentu akan jadi pertanyaan bagi istrinya.



“Kamu sudah makan?” tanya Erlina.



“Sampun Bu. Tadi habis makan saya baru ke sini. Kalau tidak dimakan nanti bisa dimarahin nyonya besar di rumah. Kalau bekalnya tidak dimakan nyonya protes Bu,” kata Yanto. Kotak bekal dan juga botol juice ada di gantungan motornya. Yanto masih seperti biasa ke mana-mana lebih suka naik motor. Untuknya naik mobil tidak nyaman bila sendirian dan tidak cepat.




“Aku mau minta bantuan Ayah. Carikan aku Kyai yang bisa membentengi dengan ini Yah.”



“Memang ada apa Nto?”



Yanto lalu menceritakan bagaimana tadi ada seorang perempuan melamar dengan tujuan memang sudah terlihat bukan untuk bekerja. Sejak awal terlihat tujuannya untuk mendekati Yanto. Terlebih pak Rustam mendengar kata-kata ancamannya tadi.



Sekarang bengkelnya sudah semakin besar dan ramai. Penjualan mobil yang keluar masuk semakin lancar dan tentu saja banyak perempuan yang tergoda oleh hal tersebut. Mereka tidak tahu perjuangan Yanto dan Fitri dari nol. Fitri rela membiayai rumah tangganya sedang semua gaji Yanto masuk ke tabungan untuk modal usaha sekarang.



Melihat Yanto sudah berkibar mereka mau mengambil semua dari Fitri dengan enak saja. Mereka tidak tahu perjuangan Fitri. Mereka tahunya Fitri enak-enakan di rumah tak kerja dengan suami sukses.


__ADS_1


“Ayah sudah tahu soal itu sejak dulu. Sudah diberitahu oleh Pak Kyai. Jadi kamu tenang saja. Tanpa kamu minta kami sudah membentengi kamu kok.”



“Alhamdulillah,” kata Yanto tenang.



“Aku takut Yah. Aku takut kasus seperti Bogor terulang kembali. Aku takut sekali,” kata Yanto.



“Terlebih sekarang kami sudah ada dua anak.”



“Tidak Nak, semua sudah kami antisipasi. Karena ketika yang dari Bogor kamu juga bukan hanya dijebak biasa. Kalau tak diberi umpan, kamu akan menolak seperti dua pria sebelumnya. Maka saat menemui kamu, kamu dibuat supaya luluh. Itu awal kami menemui kiyai.” Suradi memberitahu mengapa Yanto bisa luluh dan menurut perintah Yani dulu.



“Selain yang dari Solo juga ada yang dari Cilacap. Tenang saja tidak akan terjadi apa pun tapi memang sebaiknya kamu selalu cerita agar tidak salah duga seperti waktu kasus Bogor.” sambung Erlina.



“Iya Bu. Aku pasti cerita sama seperti sekarang aku cerita ke ayah dan ibu. Nanti di rumah juga aku akan cerita pada Fitri. Aku enggak mau lagi menutup semua persoalan dan berupaya menyelesaikannya sendiri. Takut seperti kasus Bogor Bu. Aku kapok.”



“Tidak ada niat satu kali pun aku menduai Fitri, terlebih ada Daanish dan Daffa.”



“Iya Ayah percaya soal itu. terlebih saat kamu mulai maju. Sekarang pasti harummu memikat banyak kupu-kupu untuk mendekat,” kata Suradi.



Suradi yakin akan ketulusan menantunya. Bila memang ingin senang tentu menantunya tak menolak bila 3 sertifikat tanah yang kemarin dia beli menggunakan nama Yanto. Bukan nama Fitri.



“Iya Yah. Mohon bantuannya aku benar-benar tidak mau tergelincir. Tolong aku Yah,” Kata Yanto.



“Iya sudah. Sudah di bentengi. Tapi nanti perkembangan ini juga akan Ayah laporkan agar diperkuat bentengmu,” kata ayah Suradi.



Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY yok.



__ADS_2