BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
KAPAL OTOK-OTOK


__ADS_3

“Cucu Eyang dari mana ini jalan-jalannya?” tanya Suradi pada Daanish dan Daffa.


“Habis beli kapal-kapalan Eyang,” kata Yanto mewakili anak-anaknya. dia memanggil Suradi dengan eyang tak seperti kalau dia bicara atas nama pribadi.


“Beli di mana Nto?” kata Suradi.


“Depan SD Yah. Ada penjual kapal-kapalan klotok yang di taruh di air. Banyak juga pedagang lain termasuk ikan dan ayam yang bulunya di cat warna warni.



“Oh iya Ayah tahu itu,” kata Suradi.


Kapal-kapalan klotok atau kapal otok-otok adalah mainan murah meriah yang terbuat dari seng dan menggunakan bahan bakar minyak goreng. Nanti kapal akan berputar-putar di air dengan bunyi klotok klotok .


“Nto, dari tadi ponselmu bunyi. Rupanya Fitri menghubungimu mau memberitahu besok boleh pulang,” ucap Suradi.

__ADS_1


“Alhamdulillah,” kata Yanto.


“Tapi dia mau langsung pulang ke rumah desa Nto,” jelas Suradi.


“Owh gitu, jadi maunya Ayah atau saya yang bawa dia? Karena saya mau langsung bawa anak-anak pulang,” kata Yanto.


“Ayah sama ibu bawa anak-anak aja dari sini, sama bu Yati sekalian dan bu Gendis. Kamu berdua pulang dari rumah sakit,” kata Suradi. Lelaki berumur itu menginginkan agar Yanto dan Fitri hanya berduaan di mobil agar bisa bicara dua arah secara santai.


“Oke, besok biar saya urus administrasinya langsung bawa pulang ke rumah desa,” jawab Yanto. Dia tak keberatan mengurus administrasi sendirian.


Tadi pagi pengacara sudah datang dan Yanto tidak tahu itu. Fitri yang langsung berhubungan dengan pengacara. Sayangnya Fitri tidak tahu nama lengkap Tini sehingga itu menjadi sedikit kendala bagi pengacara. Tapi pengacara berjanji akan mencari data Tini di alumni sekolah. Itu bukan masalah besar, hanya membuang waktu saja. Tapi demi klien dia akan melakukan pencarian datanya Tini.


“Ibu besok pagi tidak perlu ke rumah sakit biar aku aja langsung urus administrasi dan langsung bawa pulang Fitri.” kata Yanto tadi sebelum berangkat ke rumah sakit pada Gendis.


“Iya, Ibu akan beres-beres barang aja. Dan berangkat bersama bu Yati dan anak-anak serta Pak Suradi,” balas Gendis.

__ADS_1


“Iya Bu. Biar aku aja bawa Fitri pulang dari rumah sakit langsung, karena Fitri bilang dia tidak mau mampir sini dulu. Mau langsung pulang ke rumah aja,” jelas Yanto.


“Ibu mengerti,” balas Gendis.


“Aku pamit ya Bu. Aku sudah rapikan pakaianku. Jadi tak perlu lagi ibu repot. Ibu bereskan barang ibu sendiri aja. Barang anak-anak biar bu Yati yang urusin.” Yanto mewanti-wanti agar Gendis tak terlalu lelah.


“Enggak Ibu enggak akan capek-capek kok,” Gendis tahu Yanto melarang dia beres-beres agar dia tak cape.


“Tadi begitu tahu kita akan pulang besok, Ibu sudah bilang sama Herry dan Timah agar bersihin rumah. Yang terutama Ibu minta gantiin sprei kamarmu pada Timah,” ucap Gendis.


“Ya Bu. Terima kasih. Ya paling seprai aja sih. Yang lainnya enggak perlu.” balas Yanto.


“Tapi kan setidaknya harus dibersihkan benar, karena sudah satu minggu ditinggal,” jawab Gendis.


“Iya sih,” kata Yanto.

__ADS_1


Yanto pamit ke rumah sakit. Yanto sudah membawa semua pakaiannya di tas lalu dia taruh di mobil sehingga Gendis tak perlu membereskannya lagi dan dia tak pulang ke rumah lagi. Sehabis menginap malam ini, besok langsung pulang ke rumah dari rumah sakit.


__ADS_2