
“Bagaimana?” Tria melontarkan pertanyaan, ketika dia sudah memaparkan apa yang ingin dia katakan kepada Satrio, Herry dan Timah.
“Coba kalian kasih pendapat dulu, aku paling belakang,” kata Herry pada Timah dan Satrio.
“Aku pribadi sebagai seorang penyuluh, apa ya kok keren banget aku bilang diriku penyuluh? Apalah pokoknya, yang biasa memberikan pengarahan kepada orang lain. Aku dalam tanda petik tidak keberatan. Tapi di luar grup ini. Monggo dia minta pengarahan kita apa pun, kita akan beri secara gratis. Karena itu adalah tabungan kita untuk di akhirat nanti,” kata Satrio yang mulai membawa bahwa tabungan akhirat.
“Tapi kalau untuk bergabung di tim, itu tidak bisa. Kita tidak satu visi dan belum tentu dia satu level dengan kita. Bukan kita sombong. Maksudnya level ini adalah level untuk mau maju. Kalau dia hanya ekor buat apa? Kita butuh orang yang bisa menerobos sesuatu, bukan yang mengekor. Kita tidak butuh follower di dalam tim ini. Follower boleh tapi tidak masuk tim. Sama seperti kak Andre, kak Andre aku nggak masukin di tim karena dia bukan seorang yang punya jiwa menerobos. Dia enggak punya jiwa pemimpin, kalau dia punya jiwa pemimpin dia bisa jadi ketua OSIS dulu. Buktinya enggak kan? Karena dia kayak begitu. Kalau dia lagi mau, dia akan mengerjakan. Kalau enggak ya enggak mau bergerak.
“Moody?” kata Timah.
“Ya dia, tergantung MOOD. Kalau orang di sebelahnya entah kekasihnya, tunangannya atau istrinya bisa merangkul dia menjadi baik, dia akan baik. Tapi kalau orang sebelahnya membiarkan dia apa adanya. dia enggak akan berhasil maksimal. Dia harus dapat orang yang keras yang bisa mencambuk dia. Itu baru dia berhasil.”
__ADS_1
“Jadi sekali lagi soal yang tadi, Mbak Tria tanyakan, buat aku seperti itu poinnya. Monggo kalau dia minta pengarahan atau advice dari kita apa pun. Tapi tidak kita masukkan dalam tim ini,” itu pendapat Satrio.
“Aku sependapat, walau aku nggak mau ngekor,” kata Timah.
“Betul kalau dia mau belajar monggo, aku juga seperti itu kok di sekolah. Siapa pun mau nanya, mau belajar aku kasih. Tapi nanti waktunya, aku mau punya me time. Aku mau belajar buat diriku sendiri. Aku minta mereka nggak ganggu. Di bisnis ini juga begitu, boleh dia mau belajar apa, kita akan bimbing. Tapi lu jangan ganggu bisnis gue! Dia boleh bisnis sama-sama kambing, sama-sama kelinci, tapi jangan ganggu bisnis kita. Kita punya politik sendiri. Kita punya policy sendiri. Itu nggak bisa diganggu gugat.”
“Bisnis kita enggak akan sama dengan follower, kalau kita itu pencetus idenya. Banyak kok orang yang ngikutin, tapi akhirnya akan hancur karena mereka hanya bisa cuma ngikutin enggak bisa punya terobosan baru percuma,” kata Timah.
‘Tapi memang pendapatnya itu, benar hebat anak kecil ini. Bikin aku tambah kagum aja.’
“Sudah? Kalian sudah?” tanya Herry, dia tanya apa semua sudah berpendapat.
__ADS_1
“Ya, pendapat kami seperti itu,” jawab Satrio.
“Oke, sekarang aku yang tutup pendapatnya, jadi Tria bisa memutuskan. Aku yang berseteru dengan dia tanpa tahu apa pun, tanpa tahu kesalahanku apa, tiba-tiba aku ditikam! Tentu secara pribadi aku marah. Wajar. Siapa pun pasti akan seperti itu.” Herry memandang ketiga rekan teamnya.
“Itu poin pertamaku. Poin kedua kalau dia mau belajar ke kita dia tahu di tim ini ada aku seharusnya dia datangin aku dulu, minta maaf baru bicara sama aku bukan bicara sama kamu. Yang disakiti itu aku, kamu hanya terbawa karena kamu dikira pacar aku. Kenapa dia nggak datengin aku?” Herry memandang Tria lekat. Kalimat ini memang buat Tria.
“Dia nggak gentle. Sekali lagi aku kasih tahu usia atau pendidikan orang itu tidak mencerminkan kedewasaan. Di sini kita lihat dia berapa tahun di atas aku? 4 tahun kan. Apa dia gentle mengakui bahwa dia salah dan minta maaf dulu ke aku baru dia bilang : Herry aku mau belajar dari kamu! Enggak kan? Dia bilangnya sama kamu.” Herry menjeda kalimatnya.
“Dengan jelas aku katakan aku menolak! Memberi arahan pun aku tidak mau. Silakan kalau kalian mau memberi arahan pada dia, tapi aku tidak.” Jelas Herry.
Rupanya yang Tria katakan di pertemuan kali ini adalah permintaan dari Fabianto atau Totok yang datang padanya meminta dia dimasukkan dalam timnya Tria dan mau ikutan belajar bisnis.
__ADS_1