BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
GARIS LURUS


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Mana Ibu Herr?” tanya Fitri saat telepon di ujung sana sudah saling berbalas salam.



“Ibu sedang pergi ngaji Mbak,” Jawab Herry



“Oh ya sudah, nanti kalau sudah selesai kabari Mbak ya. Biar Mbak bicara lagi sama ibu. Mbak masih di jalan pulang menuju rumah,” jelas Fitri pada adiknya.



“Mbak dari mana?” tanya Herry dengan polosnya.



“Baru pulang dari rumah sakit karena sekarang Mas Yanto sudah dirawat di Rumah Sakit Prima Medika Solo. Mbak enggak nginap. Besok pagi baru kembali. Makanya mau bicara sama ibu dulu,” kata Fitri.



“Iya Mbak nanti aku kabari kalau Ibu sudah pulang dari pengajian,” jawab Herry.



Fitri mendengar ponselnya berbunyi sehabis dia mandi dan membersihkan diri, ternyata telepon dari nomornya Herry.



“Ada apa Nduk, tadi nyariin Ibu?” tanya Gendis setelah berbalas salam.



“Lho, kenapa jadi Ibu yang telepon?” tanya Gendis. Walau tak terpotong pulsa karena pakai aplikasi hijau, tapi kan akan mengurangi paket data Herry.



“Enggak apa-apa. Sudah kenapa kamu telepon Ibu?” tanya Gendis lagi

__ADS_1



“Mas Yanto sudah di Prima Medika Bu. Ibu besok mau ke sana?” tanya Fitri.



“Lha kamu di mana?” tanya Gendis.



“Selama Mas Yanto belum sadar, ayah dan ibu bilang aku tidur di rumah aja. Nanti kalau pagi sampai malam baru aku di rumah sakit Bu. Jadi aku sekarang sudah di rumah,” jawab Fitri.



“Oh gitu jadi besok kamu baru pagi-pagi ke rumah sakit lagi?” tanya Gendis.



“Iya Bu, makanya aku tanya Ibu. Besok Ibu mau ke rumah sakit enggak? Kalau mau ke rumah sakit biar besok sopir jemput Ibu dulu baru berangkat ke rumah sakitnya bareng aku. Jadi nanti aku diampiri sopir sudah sama Ibu,” jawab dan Fitri lagi.



“Boleh kalau begitu. Ibu tunggu jam berapa sopir akan jemput?” tanya Gendis.




“Boleh. Boleh jam 07.00 enggak apa-apa. Anak-anak sudah berangkat. Pagi Ibu masih sempat menyiapkan sarapan mereka. Nanti ibu akan bilang anak-anak makan siang dan makan malam sudah ada tinggal mereka makan. Pagi Ibu masak dulu,” kata Gendis.



“Ya sudah Bu, besok pagi-pagi jam 07.00 sopir jemput lalu kita berangkat bareng,” kata Fitri.



Gendis pun langsung bersiap masak. Dia menyiapkan makan pagi siang dan malam bagi Herry dan Timah. Gendis juga berpikir akan membawa untuk makan siang dia dan Fitri, berdua di rumah sakit. Gendis senang Fitri masih mau menghampirinya.



Hari ketiga Yanto berada di Rumah Sakit Prima Medika Solo. Hari itu Fitri datang kembali bersama Gendis dan Timah serta Herry karena kebetulan hari ini adalah hari Minggu.


__ADS_1


“Mbak, mas Yanto koq menggigil?” tanya Herry. Dia melihat kakaknya bergerak. Fitri mendekati suaminya dan melihat Yanto memang terlihat menggigil tapi ada keringat di dahinya. Fitri menghapus keringat di dahi suaminya dan merasakan suhu tubuh Yanto sangat panas. Fitri lapor dan akhirnya ketahuan bahwa suhu tubuhnya Yanto tinggi.



Sore badannya suhu tubuh Yanto semakin tinggi para suster langsung menambahkan obat.



“Ada apa Sus. Kenapa dengan suami saya?” tanya Fitri cemas melihat para tenaga medis berlarian menuju ke arah Yanto.



“Maaf Bu. Ibu tunggu di luar ya karena tak bisa kalau ada Ibu di dalam,” suster mencoba membuat Fitri mundur.



“Kita berdoa ya semuanya semoga tidak ada apa-apa,” kata dokter saat masuk ke ruangan tersebut.



Fitri berdiri di sudut ruang memperhatikan dokter melakukan tindakan pada Yanto.



“TIDAAAAAAAAAAAAAAK!” teriak Fitri saat melihat garis di holter monitor Yanto menunjukkan grafik lurus.



Fitri langsung pingsan untung Herry dan Timah bisa menahan tubuhnya sebelum dibantu seorang perawat.



Gendis hanya bisa diam tak bisa melakukan apa pun.



Seorang perawat membantu membawa Fitri keluar ruangan dan memindahkan ke ruang lain tidak di ICU memberikan pertolongan,



Herry langsung menghubungi pak Suradi dari ponselnya Fitri mengambarkan Fitri pingsan karena Mas Yanto sudah meninggal.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY yok

__ADS_1



__ADS_2