
Akhirnya semua kelinci yang awal diperiksa oleh Timah dan Tria sudah melahirkan. Sekarang ada 4 kelinci lagi yang mulai terlihat hamil. Untuk gelombang kedua ini Tria sudah memisahkan langsung dari indukan jantannya. Mereka dibuatkan satu lokasi khusus sehingga saat melahirkan tidak perlu lagi dipisah dari yang lain. Mereka juga sudah disiapkan bak untuk melahirkan.
Sebelum 2 bulan Tria sudah punya 16 anak kelinci dan 4 indukan yang sedang hamil lagi. Tentu saja itu prestasi luar biasa buat dia.
Usia 3 bulan bayi kelinci sudah bisa mulai dijual sudah mulai aman untuk siapa pun membelinya.
Tentu saja Satrio semakin senang karena usaha kakaknya sudah mulai melihatkan hasil walau belum dalam hasil uang, tapi setidaknya pertambahan jumlah anak kelinci itu adalah hasil usaha.
Dalam usaha Tria, 4 bulan awal itu sama sekali belum dapat income. Tapi dia tetap harus membayar gaji pegawai juga dana pengeluaran lainnya seperti pakan ternak juga sampah san lain-lain. Itu sudah dihitung oleh Tria. Dia tidak kalang kabut. Uangnya masih cukup untuk mengatasi hal tersebut.
“Mbak, Mas ada undangan dari Mas Satrio. Kita diminta hadir pada saat pembukaan toko makanan ternak miliknya. Dia kasih tahu secara lisan ke aku. Mau kirim lewat chat takut dibilang enggak sopan. Tapi dia akan upayakan telepon malam saat Mas sudah santai,” kata Timah pada Yanto dan Fitri.
__ADS_1
“Wah kalian nggak cerita-cerita nih. Ternyata Satrio buka toko pakan hewan?” tanya Yanto.
“Ke Mbak Tria saja dia nggak cerita. Dia ingin bikin kejutan,” jawab Timah.
“Aku pikir dia benar-benar mau ke pure penyuluhan lingkungan saja,” kata Fitri.
“Penyuluhan lingkungan tetap jalan kok Mbak. Itu kan non profit. Jadi memang niatnya dia seperti itu ingin menjadi penyuluh lingkungan. Untuk menunjang kegiatan non profit masa dia harus minta-minta? Itu sebabnya dia bikin toko. Agar kegiatan non profitnya bisa tercover biaya operasionalnya.” kata Timah.
Satrio mulai aktif untuk memberi penyuluhan seperti itu ke warga sekitar. Minggu lalu Satrio mulai jadi pembicara di lingkungan RW. Memang masih tahap bawah. Tapi itu sudah sangat mengagumkan untuk anak kelas 1 SMA. Semua di dokumentasi dan dia laporkan pada amang dan budenya yang mensupport dirinya. Bukan lapor pada mama dan papanya.
Satrio bergerak dengan beberapa temannya untuk penyuluhan tersebut. Benar-benar non profit, bahkan Satrio sering mengeluarkan uang pribadi untuk biaya teman-temannya makan. Karena tidak mungkin mereka minta makan pada warga yang diberi penyuluhan. Sehabis melakukan penyuluhan Satrio akan mentraktir teman-temannya makan.
__ADS_1
Teman-temannya juga tahu program mereka adalah program non profit. Hanya yang mau bekerja sukarela saja yang tergabung dalam timnya Satrio.
Minggu lalu Satrio sudah mengajukan proposal untuk kecamatan mengenai tutorial pemanfaatan limbah dapur baik berupa bahan plastik dan sampah organik. Nanti tinggal diatur oleh setiap kelurahan dalam kecamatan tersebut. Dan dari kelurahan juga akan diatur menjadi tiap RW. Itu yang Satrio bicarakan dengan ibu camat kemarin.
Jadwalnya nanti akan dibuat oleh timnya Satrio, karena mereka tidak bisa bentrok. Dengan banyak RW pasti jadwalnya bisa bentrok bila tidak diatur dengan baik.
Satrio melaporkan semua kegiatan non profitnya pada Gultom dan Riana Dia memberi feedback dari kecamatan tentang jadwal yang sudah Satrio berikan. Gultom dan Riana trenyuh melihat bagaimana anak kecil itu malah bergerak di lembaga non profit yang dia didirikan sendiri.
Kalau tidak karena tergerak oleh Timah yang tidak mau dijajanin oleh Satrio tentu anak itu juga tidak mau berbisnis toko makanan ternak. Toko makanan ternak itu akhirnya memang hanya untuk Satrio tidak minta uang lagi buat beli bensin, pulsa dan mendanai semua kegiatannya. Sekarang dia tidak pernah minta uang tambahan dari papa dan mamanya. Untuk mendanai kegiatan non profitnya pun uangnya ada yaitu dari tokonya.
Walau belum dibuka resmi tapi tokonya mulai menghasilkan. Uang modal langsung Satrio masukan ke bank karena nanti untuk belanja lagi, tidak mungkin dia tidak belanja barang dan pasti belanjaannya harus semakin besar jumlahnya karena toko harus bertambah besar. Tak boleh stuck apalagi defisit.
__ADS_1