BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
INGIN MASUK JURANG


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Setelah semua pergi menjanjikan blank, rusak sudah kehidupan rumah tangganya. Yanto segera mengenakan celana panjang.


"Mau kemana A'?" Tanya Yani melihat Bambang suaminya memakai celana jeans yang digantung serta membawa ponselnya pergi


"Keluar nenangin pikiran!" Jawab Bambang.


"Bukannya sekarang malah sudah tenang, karena enggak perlu lagi ngumpet-ngumpet punya istri di sini?" Jawab Yani santai. Rupanya dia selama ini tahu kalau suaminya punya istri di Jogja.


Tanpa menjawab Yanto keluar dari rumahnya. Dia menuju danau dekat rumahnya. Danau buatan kecil tapi banyak pemancing di sana.


Saat Yanto keluar dari rumah lamat-lamat Yanto mendengar kasak kusuk tetangganya. Dia dengar dari dulu aku mau bilangin dia tapi enggak enak karena dia orang baru bego aja dia mau di jebak sama Yani kata tetangganya.


Yang hamilin siapa yang jadi suami siapa, Yani kan cuma butuh ada suami ada yang tanggung jawab padahal itu bukan anak suaminya, Yanto mendengar dengan jelas kalimat itu tapi dia lewat begitu saja.


Akhirnya Yanto tiba di kolam buatan dekat rumahnya, banyak orang memancing. Yanto duduk merenung di sana mengingat semuanya bagaimana awal dia kenal dengan Fitri. Dia sangat menyesal mengapa saat didesak bertanggung jawab oleh Yani dia tak melawan? Mengapa dia tak langsung menantang Yani? Untung dia diselamatkan Burhan jangan pernah menyentuh walau telah menikah siri agar tak terkena penyakit kelamin. Bisa saja kan dia tertular penyakit bila ternyata Yani tak bersih?

__ADS_1


“Loh Mas ada di sini? tanya Burhan melihat Yanto yang sedang termenung di pinggir kolam. Ada dua gelas kopi kosong dan beberapa kulit pisang rebus yang sudah Yanto makan.


“Eh kamu ngapain?” tanya Yanto.


“Dari tadi aku ngebel Mas tapi enggak bisa. Mas enggak angkat teleponku. Aku datangi ke rumah. Orang rumah bilang sedang keluar,” jelas Burhan.


“Oh maaf aku melamun. Ada perlu apa?” tanya Yanto bingung.


“Jadwal kita di majukan, kita berangkat yang besok pagi bukan yang sore seperti biasa,” Burhan memberitahu perubahan jadwal yang terjadi. Itu hal biasa buat crew armada.


“Baik, Ayo antar aku pulang aku mau ambil barang-barangku dulu,” jawab Yanto karena dia harus ambil baju seragam juga baju lainnya. Dia akan mulai sedikit-sedikit membawa baju yang dia tinggal di rumah Yani. Dia akan menyudahi semua urusan dengan Yani.


“Jadwalku dimajukan besok pagi. Bukankah Burhan tadi sudah ninggalin pesan soal pemajuan jadwal ini saat datang ke sini? Kenapa pakai pura-pura tanya?” jawab Yanto.


“Malam ini nginep di sini aja besok baru berangkat,” usul Yani.


“Enggak keburu takut kesiangan aku tidur di mess,” jawab Yanto sambil membereskan barang-barang dan berangkat bersama Burhan.


“Aku pengin masuk jurang Han, kata Yanto di perjalanan. Mess mereka tak terlalu jauh dan Burhan tadi bawa motor dari kantor PO.

__ADS_1


“Jangan ngomong sembarangan Mas. Memang ada apa?” tanya Burhan.


“Pagi tadi baru aja aku lelap belum satu jam,  istriku datang bersama ibuku juga kedua mertuaku. Mereka sudah tahu semuanya masalah ini. Mereka melihat sendiri, bukan hanya menduga dan menuduh. Tak bisa mengelak lagi aku,” keluh Bambang.


“Kalau sudah ketahuan seperti itu ya repot Mas. Sudah pasrah dulu, cooling down nanti kita dekati lagi Bu Fitri,” saran Burhan.


“Tadi dia langsung minta talak dan dengan berat hati aku menalaknya di depan mertua dan ibuku,” Yanto sedih bila ingat kejadian itu.


“Enggak apa apa Mas. Kalau rujuk masih bisa akad ulang karena belum cerai secara negara. Tenangkan dulu pikiran agar enggak bahaya. Mas sama sekali belum tidur sejak semalam dan besok pagi harus bawa mobil,” Burhan mengajak Yanto makan dulu.


Malam itu Yanto hampir tak bisa tidur. Maka dia tak berani membawa mobil pagi ini.


“Han, kamu yang bawa pertama ya? Aku kayanya mau tidur dulu. Semalaman aku enggak tidur,” kata Yanto pamit pada Burhan.


Burhan mengerti kondisi Bambang, akhirnya dia membawa mobil sampai Jogja tanpa diganti sama sekali.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR yok

__ADS_1



__ADS_2