
‘Dek nanti pulang sekolah bisa temani aku nggak?’
‘Ke mana Mbak dan ada perlu apa?’ tanya Timah yang membaca pesan tersebut pagi ini jam istirahat pertama.
‘Aku sudah bertanya pada beberapa orang tentang lahan FASUM ( fasilitas umum ) di seberang rumah. Itu tidak disewakan tapi boleh digunakan untuk suatu keperluan yang potensial. Aku diminta membuat proposal karena itu aku sudah bikin proposal sesuai dengan banyak referensi yang aku pelajari. Dari proposal itu aku berikan keuntungan 2,5% buat perumahan.’
‘ Dalam proposal aku juga menuliskan bahwa akan merekrut satu orang pegawai dari penduduk sekitar, sehingga itu akan membuat lapangan kerja walaupun hanya untuk satu orang. Aku juga menyebutkan bahwa hasil urine dan kotoran ternak aku berikan free 3 bulan pertama untuk semua penduduk yang mendaftar minta. Jadi tidak asal aku berikan tapi harus tertulis agar tertib secara administrasi agar benar laporan usahaku. Untuk bulan keempat baru akan aku jual.’
‘Kemarin proposal itu sudah disetujui oleh ketua RW dan pemilik lahan yaitu developernya. Aku meeting dengan mereka untuk menjelaskan proposalku secara rinci Dek.’
__ADS_1
‘Hari ini aku kepengen kamu itu nemani melihat bahan yang akan aku gunakan untuk kandangnya.’
‘Wah hebat banget kamu Mbak, sampai bisa bikin proposal sebagus itu dan benar-benar nggak ngasih tahu aku maupun Mbak Fitri kalau ada langkah membuat proposal. Hebat aku salut sama kamu Mbak,’ tulis Timah.
‘Oke nanti aku akan temani, aku akan pamit dulu pada ibu, Mbak Fitri, dan mas Yanto,’ balas Timah selanjutnya.
‘Iya Dek, mohon ya jangan kasih tahu mas Herry, karena aku nggak ingin Herry punya pikiran apa pun tentang pertemanan kita. Pertemanan kita pure tanpa terkait hubungan aku dengan dia.’ tulis Tria jelas.
‘Aku nggak mau bersahabat sama kamu!’
__ADS_1
‘???’
‘Aku maunya kita bersaudara. Aku ingin jadi kakakmu saja seperti Mbak Fitri. Aku senang dalam lingkungan kamu dan Mbak Fitri.’ tulis Tria menjawab kebingungan Timah.
Tria ingat Fitri pernah bilang kenalkan temanmu pada orang tua agar mereka bisa memantau temanmu itu baik atau tidak, bagaimana mungkin dia mengenalkan teman-temannya pada kedua orang tuanya? Kedua orang tuanya tak peduli anak-anaknya bergaul dengan siapa pun.
Yang orang tuanya peduli mereka selalu berprestasi juga terlihat baik dan sopan pada orang lain. Mereka tidak takut anak-anak hanya memanipulasi perbuatan di depan mereka.
Anak-anak bersikap baik dan sopan hanya ketika di rumah, tapi di luar tak bisa dikontrol seperti Mbak Eka.
__ADS_1
Tria tahu Mbak Eka itu sepertinya mulai salah langkah, tapi kedua orang tuanya tak peduli. Yang penting yang di rumah terlihat sopan juga pulang selalu tepat waktu. Jarang keluar malam walau sesekali keluar tapi tetap dia akan izin dulu.
Sampai saat ini orang tuanya bahkan tidak tahu sepak terjangnya untuk membuat peternakan kelinci dan menggunakan fasum padahal untuk membuat izin dari fasum saja itu tidak main-main. Orang tuanya sama sekali tak tahu hal itu karena saat rapat RW pun orang tuanya tak pernah hadir. Saat itu Tria yang hadir mempertahankan proposalnya di depan semua pengurus RW juga orang developer. Tria benar-benar maju sendirian dan dia berhasil memperlihatkan kehebatan jati dirinya.