BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
MULAI BERPIKIR AKAN PINDAH KE JOGJA


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.



"Dek besok aku mulai masuk kerja ya," sore sehabis mandi Bambang bicara.



"Besok mau mulai narik ke Purwokerto?"



"Belum tahu aku besok baru masuk kantor dulu. Mau lihat bagaimana statusku setelah sepuluh hari tidak bekerja. Masih dianggap karyawan atau tidak."



"Kalau enggak ya aku langsung pindah cari PO yang ada jurusan Jogja ~ Jakarta. Atau Jogja ~ Bandung.”



"Apa itu artinya Mas mau pindah ke Jogja?"



"Iya kemungkinan aku memang lebih niat pindah aja ke Jogja. Sekalian nemani kamu juga. Kan kamu kerja di Jogja."



"Kalau Mas emang niat pindah ke Jogja ya pindah saja. Aku belum bilang Ayah soal kerjaanku," jawab Fitri.



"Kalau gitu nanti malam kita bicara aja.  Jadi besok sudah jelas apa yang akan aku lakukan di kantor PO sini. Aku akan langsung resign, aku langsung pindah ke PO yang di Jogja."



"Yo wis, kalau gitu nanti malam kita bicara dengan ayah habis makan malam," jawab Fitri.


\*\*\*

__ADS_1



"Yah, Bu kayaknya besok saya mau resign dari PO yang di sini. Saya akan melamar kerja di PO yang di Jogja. Saya ingin menemani istri saya bekerja di Jogja. Jadi nanti kami akan tinggal disana," Yanto langsung pada pokok tujuan mereka bicara malam ini.



Sejak menikah Erlina dan Suradi juga ikut dengan Fitri yang memanggil Bambang dengan nama yang biasa digunakan di rumah yaitu YANTO.



"Jadi kamu sudah pastikan bahwa kamu akan tetap bekerja setelah punya suami?"  tanya Suradi pada Fitri putri tunggalnya.



"Tetep Yah. Buat apa aku kuliah kalau enggak aku praktekan? Setidaknya sampai kami punya momongan, aku akan tetap bekerja."



"Aku nggak mau nunggu mas Yanto di rumah dengan bengong," jelas Fitri.



"Ayah mengizinkan. Mungkin buat Ibumu itu berat, tapi dulu Ayah juga mencuri ibumu dari eyang-eyang mu. Kami bertemu saat kuliah di Jogja."




"Ayah sudah *mencuri* ibumu dari Cilacap setelah lulus kuliah. Jadi wajar kalau sekarang anak Ayah juga dicuri oleh Yanto."



"Itu sudah hukum alam. Ayah tidak melarang," kata Suradi.



Erlina hanya diam, memang sejak dia lulus kuliah dia langsung dibawa Suradi ke Solo.



"Kapan kamu mulai pindah?" Erlina tetap saja berat.

__ADS_1



"Belum tahu Bu.  Aku besok baru akan resign di sini mungkin lusa atau hari berikutnya kami akan ke Jogja mencari rumah kontrakan yang dekat dengan kantor Fitri nanti,"  kata Yanto.



"Oke kalau kayak gitu. Ayah akan doakan supaya semuanya berjalan sesuai dengan rencanamu."



"Iya Yah, matur nuwun," jawab Yanto.  Plong sudah masalah dengan izin orang tua Fitri selesai sudah.



"Tadi semua barang di kamar belakang sudah dikosongkan?" Tanya Erlina pada Yanto.



"*Sampun* ( sudah )  Bu.  Sudah siap bila mau dipakai oleh orang baru."



"Enggak sih enggak akan dipakai orang kok. Tapi setidaknya kan kalau ada yang cari kamar lagi siap ditawarkan."



"Dulu dibiarkan enggak dipakai karena penyewa enggak mau karena memang letaknya terpisah dari kamar anak kost. Karena kan waktu itu Ayah berpikir kalau ada orang laki di kamar kost perempuan kan nggak baik."



Memang tadi Yanto sudah memindahkan semua barang-barang dari kamarnya karena Erlina minta segera dikosongkan.  Sebenarnya maksud Erlina agar Yanto cepat-cepat pindah ke kamar Fitri.



Tujuan utama Yanto pindah ke Jogja adalah keluar dari dominasi kedua orang tua istrinya. Dia ingin hidup mandiri.



Yanto ingin dia dan Fitri merasakan susahnya beli beras sampai garam. Merasakan susahnya mencuci baju dan membersihkan rumah. Suatu hal yang tak akan mereka rasakan selama masih tinggal di rumah pak Suradi.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul CINTA TANPA SPASI yok

__ADS_1



__ADS_2