BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
DEDE BERSIAP LAUNCHING


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Kenapa Yank?” tanya Yanto ketika sebelum makan siang Fitri sudah menghubunginya.



“Sudah makan Mas?” Yanto mendengar suara lembut istrinya.



“Belum Ma. Belum juga salat. Biasa Mas salat dulu baru makan siang,” jawab Yanto.



“Masih sibuk karena banyak tamu?” Fitri ingin tahu mengapa suaminya menunda makan. Padahal tadi Yanto bilang dia biasana makan setelah makan siang.



“Enggak juga, ada tamu cuma Mas enggak sibuk. Ada apa?” Kenapa tanya Yanto



“Kalau bisa pulang cepet ya Mas,” Jawab Fitri dengan tenang.



“Kenapa Yank? Kamu mau dibelikan sesuatu?” tanya Yanto penuh kasih. Dia tak ingin istrinya ingin sesuatu tp tak terpenuhi.



“Enggak. Ini Dedek sudah pengen ketemu Papa dan Mamanya di luar,” jawab Fitri masih tanpa beban apalagi panik. Bahkan dia belum memberitaahu ibu mertuanya agar perempuan tua itu tak panik.

__ADS_1



“Kamu serius?” Yanto langsung bicara keras dan dia berdiri tegak sampai kejedut kap mobil yang sedang dia kutak kutik mesinnya.



“Iya Mas. Ini mulai mules, tapi Mas enggak perlu buru-buru. Santai aja bawa motornya biar enggak bahaya. Perkiraan masih agak lama kok, cukup kalau Mas sampai rumah.”



“Mas masih sempat makan siang, istirahat dulu,” kata Fitri. Dia masih tenang. Memang baru kontraksi awal. Jadi dia tak mau panik.



“Mungkin baru tengah malam nanti, cuma kan lebih aman dan  lebih tenang kalau sudah ada di rumah sakit,” kata Fitri.



“Ya sudah, bismillah Mas habis ini pulang,” Yanto mengagumi istrinya yang sangat tenang. Dia ingat waktu mau melahirkan Daffa juga istrinya tak teriak-teriak menghabiskan energi.




“Habis ini aku bilang mbok Darmi atau Bu Parmi, atau siapa yang ibu kirim. Suruh diantar ke rumah aja buat nemani ibu jaga Daffa,” kata Fitri menyanggupi permintaan suaminya.



“Yo wis Mas pulang ya, bismillah,” kata Yanto.



“Ya Mas hati-hati, pelan-pelan aja enggak perlu gugup karena masih lama kok. Mungkin perkiraan nanti malam, cuma kan katanya Mas mau anter. Daripada Mas nanti enggak siap-siap lebih baik aku kabarin dari sekarang,” kata Fitri. Dia tak mau Yanto marah bila tak dikabari segera.


__ADS_1


“Mas ngerti Yank. Ini Mas berangkat kok.”



“Jangan lupa kamu telepon ke rumah ibu kalau Mas sekarang kesana jemput mbok, nanti takutnya mereka gerabak gerubuk. Biar aja mereka santai berangkat dari rumah Solo,” kata Yanto.



“Ya Mas, aku habis ini telepon ibu kok minta Mbok Parmi atau Mbok Darmi yang ke sini buat temani ibu Gendis,” jawab Fitri.



Yanto pun memberi perintah kepada para teknisinya yang sekarang sudah bertambah 2 orang, jadi sekarang pegawainya menjadi 4 orang.



“Saya pulang cepat ya Pak. Fitri kayanya mau melahirkan,” jelas Yanto.



“Oh iya Pak, hati-hati. Semoga kelahiran lancar dan selamat, sehat semua,” jawab seorang teknisi yang lumayan tua dan sudah punya anak.



“Aamiiin, semoga aja lancar. Ini merupakan kelahiran kedua dan kemarin waktu pemeriksaan dokter tak ada gangguan apa pun,” kata Yanto sambil mencuci tangannya dan bersiap-siap untuk pulang.



“Kalau ada yang mau makan makan aja bekalnya, yang penting tempatnya besok bersihkan karena nanti istriku pasti nyariin tempatnya,” kata Yanto sambil menyerahkan bekal makannya. Hanya jusnya yang sudah habis, dia bawa pulang botolnya.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.


__ADS_1


__ADS_2