
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Siap Mas?” tanya Burhan saat mereka menerima data untuk tugas siang ini berangkat dari terminal Bubulak Bogor ke terminal Giwangan Jogjakarta.
“Insya Allah siap,” jawab Bambang. Dia membubuhkan tanda tangan di buku besar surat jalan.
“Kamu bawa dulu ya Han,” Bambang memasrahkan armada pad Burhan karena dia sedang kacau mengetahui 5 bulan dibuat keset oleh Yani. Pantas perempuan itu tenang saja tak disenggol karena di memang hanya butuh pengakuan punya ayah buat anaknya juga ada yang nanggung hidupnya.
“Ya wis sini,” Burhan menerima amanat dari Bambang.
Bambang tak bisa tidur juga walau tidak menyetir. Dia malah hanya melamun mengingat semua kisah awalnya dengan Fitri perempuan yang dia cinta dan dia kecewakan karena tak jujur sejak awal. Bambang tak habis pikir mengapa nasib percintaannya sangat buruk seperti ini.
“Han, kalau ada apa-apa dengan aku, titip keluargaku ya. Adik-adikku dan ibuku di desa,” kata Bambang. Sejak tadi dia hanya diam, saat sampai tol Bekasi, Bambang bicara seperti itu pada Burhan.
“Apa sih Mas ngomong kayak gitu?” Burhan langsung merasa tak enak saat Bambang bicara seperti itu.
“Namanya orang, kan kita enggak tahu, aku cuma bisa titip mereka kepadamu. Karena kami tak punya keluarga lagi baik dari pihak ibu mau pun pihak ayahku,” kata Bambang sambil menerawang membayangkan Timah dan Herry kedua adik yang harus dia biayai hidupnya tapi sekarang ditolak oleh ibunya dengan pesan akan ibunya tanggung dari uang tabungan sang ibu yang selama ini dia sisihkan semua uang dari Fitri.
__ADS_1
Bambang juga mengingat sikap lembut Fitri yang tak pernah membantahnya, tak pernah melawannya. Istri yang sangat dia cintai tapi telah tersakiti melihat dia telah punya istri yang sedang hamil.
“Enggak akan ada apa-apa Mas, tenang aja,” Bambang mendengar jawaban Burhan.
“Iya Mas Bambang nih, kayak ada apa aja,” Budi sang kondektur pun ikut bicara.
Sehabis makan malam maka tugas menyetir gantian. Sekarang yang bawa mobil adalah Bambang.
Sejak membawa mobil Bambang hanya diam. Dia masih memikirkan bagaimana kebodohannya bisa dijebak oleh Yani. Padahal dia belum memberikan hasil test kesehatan dari dokter di Solo miliknya kepada ibu bidan. Ternyata malah dia kaget duluan karena ternyata dia yang dibodohi.
“Aawaaaaaas,” teriak para penumpang dan Bambang langsung tak tahu apa lagi yang terjadi.
Burhan langsung menghubungi PO-nya, juga menghubungi polisi setempat lalu tak lama dia tak sadarkan diri.
Burhan yang duduk di belakang selamat dia tidak terluka hanya super kaget busnya sudah terjun ke jurang. Bagian depan dan kanan bus hancur, dia yakin Bambang tidak akan selamat. Budi yang saat itu sedang berada di tengah mengalami luka tulang belakang tapi dia selamat. ada tiga penumpang yang meninggal di tempat.
Saat sadar Burhan berada di selasar rumah sakit. Burhan tidak di dalam IGD karena memang tak ada luka parah hanya pingsan karena kaget saja.
__ADS_1
Burhan melihat masih banyak korban yang kecelakaan yang di IGD Burhan langsung mengambil ponselnya dan mencari berita online tenggang kecelakaan yang dia alami.
Rupanya PO dan polisi sudah mengangkat mereka dan membawa ke RSUD Purworejo, bukan ke rumah sakit Kutoarjo. Burhan segera mencari info tentang Budi dan Bambang.
Hari sudah pagi, sekarang sudah jam 09.00. Evakuasi korban kecelakaan dimulai sejak jam 04 pagi karena kejadian jam 02.40. Kalau Burhan tak telepon ke kantor polisi dan kantor PO, mungkin masyarakat baru akan tahu kecelakaan setelah terang.
Burhan langsung mencari sarapan bersama beberapa orang PO yang menangani korban kecelakaan.
“Bagaimana keadaan Bambang?” tanya Burhan pada pengurus PO.
“Bambang kritis dan kayaknya kesempatan untuk hidupnya sangat kecil,” jawab temannya yang mengurus Bambang dan Budi sejak awal ditemukan.
“Waduh,” spontan berucap. Burhan langsung teringat pesan yang dikatakan oleh Bambang saat di berada di tol Bekasi kemmarin sore.
\*‘Aku titip ibu dan adik-adikku ya,’ \*kenang Burhan tentang kata-kata Bambang kemarin.
‘*Aku harus menghubungi bu Fitri dan ibunya mas Bambang*,’ pikir Burhan. burhan lalu menghampiri Bambang dan mencari ponsel di sakunya. Dia berharap ponsel Bambang masih ada agar bisa mencari nomor telepon keluarganya.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang beda thema dari novel yang biasa eyank tulis. Kita masuk thema HOROR dan ini berdasar kisah nyata yang di kembangkan.
Cuzz ke novel dengan judul CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK yok
__ADS_1