BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
NDA AU


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



Sementara pasangan yang sedang menjadi pembicaraan malah ngobrol di dekat kandang ayam memperhatikan kedua putranya yang melihat ayam berkejaran ke sana kemari di dalam kandang umbaran. Di sana juga ada Timah dan Herry yang sedang menjaga keponakannya.



“Kamu mau masuk?” tanya Herry pada Daffa.



“Au asut aman,” jawab Daffa sambil menggangguk antusias. Seperti yang Herry bicarakan dulu saat kehamilan Daffa, Herry maunya dipanggil PAMAN, bukan Paklek atau Om. Jadi Daffa memang memanggil Herry dengan sebutan AMAN E’I  dari kata  Paman Herry. Sedang Timah dipanggil ATE IMA dari kata Tante Timah.



Herry pun mengajak Daffa masuk ke dalam kandang ayam. Daffa mengejar-ngejar ayam karena ingin menangkapnya.



“Awas jatuh, nanti kena kotoran ayam itu,” Yanto memperingatkan Herry menjaga Daffa dengan baik.



“Iya Mas, aku jagain,” jawab Herry.



“Ya tapi pasti kotor kalau sampai jatuh,” ungkap Yanto.



“Biarin Mas,  enggak apa-apa biar dia puas. Kayak kita enggak pernah kecil aja,” kata Fitri sambil melihat anaknya berlarian mengejar ayam di dalam kandang umbar milik eyangnya.



Fitri ingat kalau pulang ke Cilacap saat kecil dulu dia main di kandang kambing dan memegang anak kambing yang super bau. Sedang Yanto ingat saat kecil main lumpur dan saat pulang bajunya super kotor tapi sang ibu tak memarahinya. Gendis hanya minta Yanto kecil sehera mandi dengan sabun berulang-ulang. Tak mempermasalahkan baju yang kotor juga.



Herry menangkap seekor ayam lalu dia biarkan Daffa mendekat. Yanto segera membuat foto Daffa yang sangat bahagia memegang ayam. Yanto mengirim foto tersebut ke ponselnya Gendis juga Erlina dan Suradi. Yanto juga membuat video saat Daffa tertawa mengejar ayam. Tentu saja buat para eyangnya walaupun sudah melihat tiap hari mendapat video itu jadi senang.



“Cukup yuk kita keluar,” ajak Herry pada Daffa.


__ADS_1


“Nda au Aman, nda au,” Daffa tak mau diajak keluar oleh Herry. Dia menggeleng tegas.



“Nah lo rasain kamu, kamu harus bisa bujukin dia sampai mau keluar kata Fitri. Sekarang dia yang giliran terbahak karena Herry bingung Daffa tak mau keluar dari kandang itu. Semua tentu di rekam oleh Yanto. Sejak Herry masuk ke kandang Daanish di pegang oleh Timah dan Fitri karena Yanto bertugas sebagai kameraman dengan ponselnya.



“Eh kita lihat kambingnya Ate Ima yuk?” ajak Herry.



“Ndak au,” jawab Daffa.



“Yaaaah bantuin dong Mas,” pinta Herry.



“Iya Pa, bantuin pamannya enggak bisa bujuk dia tuh,” Fitri pun meminta Yanto turun tangan karena yakin bila Yanto yang bujuk Daffa akan menurut. Yanto malah sibuk merekam semua aktivitas istri dan anak-anaknya saja.



“Biarkan aja sampai dia mau, biarkan pamannya cari jalan keluar. Masak cari jalan keluar pemasaran bisa, cari jalan keluar untuk membujukin keponakannya enggak bisa,” jawab Yanto dengan senyum usil.




“Besok-besok lagi, dia minta eyangnya masuk situ loh. Kamu itu yang bikin gara-gara duluan,” kata Yanto.



“Mas Daffa ate Ima punya ikan kecil,” kata Timah pada Daffa.



“Itan ecil?” tanya Daffa.



“Iya ikan kecil. Ayo keluar dulu, nanti Ate Ima ambilin kamu ikan kecil,” kata Timah.



“Kamu ambil ikan kecil dari mana lagi? Jangan pernah bohongin anak-anak lho ya. Kami enggak mau anak-anak terbiasa dengan kebohongan,” protes Yanto.


__ADS_1


“Tenang wae Mas aku beneran punya kok.” jawab Timah santai.



Setelah Herry membawa Daffa keluar Yanto memandikan Daffa dan menggantikan bajunya. Sedang Timah pergi ke saluran air dibelakang rumah Suradi.



Timah mengambilkan ikan CERE atau guppy liar yang ada di saluran, tapi dia tidak memperlihatkan di mana dia mendapatkan itu pada Daffa. Bisa-bisa besok anak kecil itu minta ikut nyemplung di got belakang rumah. Saluran itu memang bening dan airnya mengalir ada ikan liar guppy yang bisa diambil Timah untuk membujuk keponakannya


.



![](contribute/fiction/7055660/episode-images/1690063047333.jpg)



Ikan itu dimasukkan toples kecil, sekarang Daffa memperhatikan ikan tersebut.



“Kayaknya Daffa ini sama dengan tantenya sukanya hewan,” bisik Yanto pada istrinya.



“Dari dulu kan dia suka gitu Mas, semua hewan dia suka lihatnya.” jawab Fitri.



“Makanya begitu dibilang ada ikan kecil dia mau keluar,” jawab Fitri selanjutnya. Fitri tiba-tiba tertawa ngakak Yanto langsung menengok mengikuti arah pandangan istrinya. Ternyata Daffa sedang memasukkan tangannya untuk mengambil ikan di toples.



“Pegangin toplesnya Ima, takutnya pecah nanti kena kaki dia,” pesan Fitri pada Timah.



“Yo mbak iki wis tak cekeli kok,”kata Fatimah. Dia bilang pada Fitri kalau dia sudah memegang ( cekeli ) toplesnya. Daffa penasaran ingin mengambil ikan-ikan tersebut sehingga membuat bajunya basah.



“Ya ampun Mas Daffa, kamu tuh baru ganti baju loh sehabis dari kandang ayam, sekarang sudah basah lagi bajumu kena air ikan,” celetuk Futri sementara Yanto hanya memandang dengan mata penih cinta pada istri dan anak-anaknya.



Tapi Fitri tetap tertawa melihat kelakuan putranya dan sekali lagi Yanto bikin video untuk para eyangnya Daffa.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul CINTA TANPA SPASI yok.



__ADS_2