BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
KAMU KENAPA MARAH?


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



 “Tadi ibu dan ayah pulang jam berapa?” tanya Fitri pada Bu Yati.



“Bapak tadi ada tamu jam 04.00 sore jadi dia pulang duluan, lalu jam 05.00 Bu Erlina pulang karena kan dia juga mau pengajian bareng ibu sini. Jadi dia pulang lalu janjian berangkat bareng,” jelas bu Yati.



“Tadi Mbak Fitri datang itu. Ibu baru pada berangkat kok. Jadi mereka enggak lama ninggalin anak-anak bersama saya dan Mas Herry serta Mbak Timah,” lanjut bu Yati yang mengerti bahwa Fitri merasa bersalah meninggalkan anak-anaknya pada adik-adik iparnya.



“Alhamdulillah kalau memang mereka pulangnya baru saja, aku takutnya kalian bertiga repot jaga dua anak,” ujar Fitri tepat seperti dugaan bu Yati.



“Enggak kok, ibu juga bilang karena sudah dapat kabar dari Mbak Fitri sudah mau dekat rumah, baru mereka berani berangkat pengajian. Kalau masih jauh mereka enggak akan berangkat ke pengajian kok. Dari siang sudah rasan-rasan kalau mbak putrinya pulang habis magrib ya enggak berangkat.”



“Mereka enggak bilang mau ada pengajian loh, makanya aku tenang-tenang aja pergi belanja,” kata Fitri.

__ADS_1



“Tadi sih saya dengar memang mereka enggak mau bilang biar Mbak Fitri santai pergi berdua. Karena sudah sejak 2 tahun ini Mbak Fitri enggak pernah pergi berdua sama Mas Yanto, begitu kata Bu Erlina. Dan awalnya kan bapak enggak akan pulang. Jadi tadinya walau para ibu pergi kan ada bapak.”



“Iya memang sejak kelahiran anak pertama aku enggak pernah pergi berdua. Selalu bawa Daffa ke mana pun. Kami enggak pernah cuma pergi berdua.



“Bahkan aku sudah enggak pernah ke pasar atau ke warung berdua mas Yanto, pasti kalau sama Mas Yanto ya bawa Daffa. Kalau enggak lebih baik aku berangkat sendiri Daffa aku tinggal di rumah sama Ibu.”



“Iya makanya tadi bu Erlina bilang sejak kemarin enggak bilang bahwa akan ada pengajian biar Mbak Fitri enggak grasa grusu pulang cepat dari Klaten.”




“Kamu kenapa sih dari tadi Mas perhatikan diam aja Yank?” tanya Yanto lembut. Sejak makan malam Yanto merasakan ada perubahan sikap istrinya. Bahkan saat bu Gendis sudah pulang, tetap saja Fitri taak menggubrisnya. Selama berumah tangga mereka tak pernah saling diam seperti ini. Bahkan saat Fitri tahu dia “selingkuh” istrinya tetap ramah dan menyelidiki dalam diam. Bukan seperti saat ini. Usia pernikahan mereka masuk tahun ke 7.



“Enggak kenapa-kenapa kok,” jawab Fitri datar.


__ADS_1


“Yank kita tuh bukan sehari dua hari lho kenal. Mas hafal loh kelakuanmu. Walaupun sama semua orang kamu bicara, tapi begitu Mas ngomong kamu diam, begitu Mas ngomong kamu diam. Masalahnyaa apa Yank?” tanya Yanto.



“Enggak salah apa-apa kok. Sudah tidur yuk,” kata Fitri sambil membalikkan badan memunggungi Yanto.



“Hampir 7 tahun kita menikah, kamu enggak pernah loh tidur munggungin aku,” protes Yanto.



“Kalau enggak marah kamu pasti peluk aku tidurnya, bukan munggungin seperti ini. Please bilang apa salahku jadi aku bisa ubah semuanya. Kalau aku salah maafin aku,” kata Yanto.



“Enggak, enggak ada yang salah. sudah tidur,” jawab Fitri. Dia sudah tak mau membahas apa pun.



“Yang jangan kayak gitu,”  kata Yanto lembut, dia peluk tubuh istrinya dari belakang dan dia dekap untuk memberi kehangatan.



“Maafin Mas kalau Mas ada salah,” Yanto bisikan kata-kata itu di telinga istrinya dan dia dekap erat tubuh Fitri. Yanto tak mau lagi memaksa Fitri bicara, cukup dia dekap saja. Dia akan membiarkan Fitri untuk cooling down.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.



__ADS_2