
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Semoga Dedek enggak lahir 7 bulan kayak Mas Daffa ya Dek,” Fitri mengusap perut buncitnya yang semakin berat.
Besok adalah pengajian 7 bulanannya Dedek dan sekarang dibuat di desa aja karena Fitri tak mau buat di kota.
Rumah sudah rame, banyak yang menginap. Selain Suradi dan istrinya ada seorang kakak Gendis yang tinggal di Cirebon berkenan hadir karena rencananya akan berangkat berobat ke sinshe di Semarang yang biasa Yanto dan Suradi datangi.
Selain itu juga ada para tenaga kerja di rumah kota yang sengaja datang dan menginap di rumah Yanto.
Bagi ukuran orang desa pengajian ini sangat besar, terlebih ini bukan bayi pertama. Umumnya pengajian mitoni hanya untuk bayi pertama saja. Bu Gendis hanya mengundang para tetangga dekat saja, karena ada undangan bu Erlina dari dua panti asuhan terdekat dengan lokasi.
Sebenarnya besok selain pengajian 7 bulannya dedek juga sekalian ulang tahun mas Daffa yang telah lewat satu minggu lalu. Fitri sengaja menyatukan kedua acara. Fitri sudah berniat tak mau mengadakan pesta untuk semua ulang tahun anak-anaknya kelak. Dia ingin setiap tahun membuat santunan bagi anak yatim saja setiap anak-anak ulang tahun.
Untuk para tetangga yang datang Gendis menyiapkan prasmanan sambil saat pulang dibawakan nasi kotak. Buat yang tak hadir tetap diantar kotak berkat.
Untuk anak panti asuhan hanya nasi kotak dan amplop saja karena kalau anak-anak disiapkan prasmanan tenaga yang meladeni tak sanggup.
Untuk nasi kotak semua Erlina pesan. Jadi yang dimasak di rumah untuk orang-orang ditambah lauk yang dipesan di catering.
__ADS_1
“Insya Allah enggak ya Dek. Dedek ‘kan nurut sama Papa,” jawab Yanto.
Alhamdulillah pengajian berjalan lancar tak ada kendala. Semuanya bahagia dan sesuai harapan Fitri hari itu dedek bayi belum lahir.
“Papa berangkat kerja dulu ya Yank, jangan rewel,” kata Yanto dua hari kemudian. Karena kemarin dia menemani Suradi dan pakdenya ke Semarang. Bukan Yanto yang nyetir karena dilarang Fitri untuk bawa mobil jarak jauh.
Yanto tak terlalu khawatir bila Fitri harus melahirkan tiba-tiba saat dia berangkat kerja. Karena ada Gendis yang siap sedia membawa Fitri, sebab tersedia mobil di rumah. Tidak seperti waktu dulu, untuk Gendis berobat pun tak ada uang dan kendaraan. Yanto berani berangkat kerja karena ada mobil di rumah.
Tapi tetap saja Yanto berharap dia yang bisa mengantarkan Fitri untuk melahirkan nanti.
“Dia enggak rewel kok kalau Papa enggak sering nengok,” jawab Fitri, dia baru saja selesai bersih-bersih tubuhnya setelah Yanto menengok calon bayinya.
“Kan kata dokter juga nuain, jadi biar lancar lahirnya,” jawab Yanto bersiap masuk kamar mandi.
Fitri hanya tersenyum memang Yanto melakukannya dengan lembut dan pelan tak takut melukai bayi mereka juga.
Dan selama ini alhamdulillah aman bagi dia dan bayi mereka.
__ADS_1
“Kok Mas bisa sih bertahan tidur sama perempuan yang sudah hak mas gauli, tapi enggak pernah melakukan dengan dia?” tanya Fitri saat Yanto sudah berbaring di sisinya selesai bersih bersih juga.
“Kalau tak ada cinta, kalau jijik gimana Mas mau melakukannya Yank? Kamu tahu itu kan. Mas juga enggak ngerti bagaimana seorang lelaki bisa pergi ke lokalisasi pelacu-ran. Enggak ada rasa cinta, enggak pernah kenal langsung buang sampah.”
“Aku pernah baca di novel yanktie ino yang judulnya Ghifari ~ Radite ~ Ghibran, di salah satu bab-nya pemeran utama bilang : namanya juga orang buang kotoran di WC ya enggak peduli harus kenal sama WC tersebut. Langsung aja \*\*\*\* buang,” kata Fitri.
“Di novel itu yanktie ino bilang bahwa gadis-gadis yang suka pindah-pindah pasangan itu bukan piala bergilir, tapi WC umum. Kalau piala bergilir itu berharga, sehingga dipindahkan tangankannya itu juga dengan perjuangan.”
“Kalau WC umum kan bayar 1000 atau 2000 langsung bisa gunakan!”
“Iya juga bener juga tuh. Aneh orang laki yang bisa menggunakan WC umum sembarangan. Mas enggak bisa Yank, maaf!”
“Walaupun dia sudah resmi jadi istri secara agama, tetap saja pernikahan bukn kemauan Mas sama sekali. Tak ada hati untuk itu, jadi Alhamdulillah Mas enggak pernah melakukan dengan siapa pun kecuali dengan kamu.”
“Makanya sama aku enggak pernah mau berhenti ya?” balas Fitri.
“Ya iyalah wong Mas maunya cuma sama kamu,” Yanto menjawab sambil mendekap istrinya lalu tertidur karena kelelahan.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY yok.
__ADS_1