
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Alhamdulillah semua selesai dengan lancar,” ucap Erlina pada Gendis. Mereka telah sukses melaksanakan aqiqah cucu lelaki ke 2.
“Coba kambingmu sudah siap buat aqiqah. Mas Yanto pasti beli kambingnya ke kamu,” ucap Herry pada Timah saat melihat adiknya sedang mengambil urine serta kotoran kambing di tempat penampungan kotoran kandang. Kotoran langsung tertampung terpisah antara yang cairan dengan yang padat. Yang cair langsung Timah gunakan untuk menyiram kebun. Yang padat dia angin-anginkan agar kering lalu nanti dia masukkan di bagor atau karung goni. Ada pengepul kotoran yang mengambil dan dibayar tanpa perlu susah menjajakannya.
Seperti niat Timah yang dia katakan pada Suradi, ternyata ayah angkatnya itu lansung membuatkan kandang di pojok belakang rumahnya. Awalnya Suradi hanya punya satu anak kambing jantan dan dua anak kambing betina. Dari dua anakan betina ini lah sudah ada anak kambing yang saat ini masih kecil-kecil jadi belum bisa untuk aqiqah dan kambing jantan yang dewasanya tentu tidak akan dijual karena itu untuk pejantan.
“Nanti kalau anakan ini siap, aku akan jual. Sekarang kan memang belum siap,” jawab Timah dia memang sudah jadi pebisnis kecil dan sudah memikirkan akan menjual ke mana.
“Nanti dijual pas Idul Adha juga bisa Dek, yang masih muda biasanya ada yang suka kok.”
“Kalau timbangannya sudah pas boleh Mas kalau belum aku enggak mau, kasihan kambingku kalau belum besar,” kata Timah. Suradi hanya tersenyum melihat anak gadis kecilnya mulai belajar mengelola bisnis walau hanya peternakan kecil saja.
Suradi ingat hanya memberikan dua anak kambing betina dan satu anakan jantan. Lalu Suradi dengar Timah membeli satu betina dewasa dengan tabungannya sendiri karena saat itu ada kerabatnya yang butuh uang dan minta kambingnya dibeli oleh Gendis sehingga Timah membelinya dengan uang tabungan sendiri. Itu sebabnya indukan Timah menjadi tiga dan satu pejantan.
__ADS_1
“Jangan lupa carikan ya Nto, Ayah serius menunggu secepatnya,” pinta Suradi.
“Iya Yah, pasti aku carikan,” jawab Yanto pada mertuanya.
“Carikan apa sih?” tanya Fitri penasaran mendengar percakapan dua lelaki itu. Saat itu Suradi sudah akan pulang ke Solo bersama Mbok Darmi dan Mbok Parni juga sopir mereka.
“Nanti aja lah ya Ayah akan ceritakan bila Yanto sudah berhasil,” jawab Suradi. Mendengar ini Yanto sadar mertuanya ingin membuat kejutan. Dia pun tak berani gegabah memberitahu istrinya apa tugas yang Suradi berikan untuknya.
“Enggak apa apa Ayah enggak cerita, biar mas Yanto yang cerita,” jawab Fitri dengan yakin.
“Ih apaan sih kayak main spionase aja,” jawab Fitri kecewa.
Erlina masih sibuk menyuruh Mbok Parmi dan Mbok Darmi membawa semua sayuran yang dia beli di beberapa petani di sini juga ikan dan belut serta ayam potong.
__ADS_1
“Ayah pulang dulu ya,” pamit Suradi pada Timah.
“Jangan lupa kalau kambingnya sudah siap jual kabari Ayah,” pinta Suradi.
“Ya Ayah aku akan kabari kapan kambing itu siap jual,” jawab Timah. Padahal tanpa perlu lapor juga kan Suradi tiap minggu datang ke kota. Pasti bisa lihat lah kondisi kambing-kambing itu.
“Semoga saja siap jual saat Idul Adha ya, jadi Ayah belinya ke kamu untuk koeban Idul Adha tahun ini,” harap Suradi.
“Iya Ayah. Aku akan kasih dia konsentrat biar cepat gemuk dan sehat.”
“Nah gitu dong jangan hanya pakan alami saja, tapi tambah konsentrat,” puji Suradi.
“Kalau tambah konsentrat itu beban di biaya produksi bertambah Ayah. otomatis nanti harga jualnya jadi lebih mahal,” kata Timah.
“Ya ampun, anak Ayah sudah hebat banget sih tahu beban biaya produksi segala,” puji Suradi pada Timah yang mencatat semua biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan kambingnya. Padahal tak ada biaya tambahan selain dia mencari makan karena imunisasi dapat gratis dari Penyuluh Pertanian dan peternakan desa yang datang rutin setiap bulan.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
__ADS_1
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR yok.