
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
“Saya enggak mau tahu. Pokoknya kalau ada apa-apa kamu harus tanggung jawab,” tekan si Ibu.
“Tapi saya tidak melakukan apa pun Bu,” kata Bambang.
“Saya ini laki-laki dewasa, walau saya tidak tahu tapi saya bisa membedakan bahwa saya sudah berbuat atau belum. Buktinya tak ada bekas sper-ma di alat \*\*\*\*\*\*\*\* saya, bagaimana mungkin saya membuahi Mbaknya? Walau Mbaknya memang merasa saya telah melakukan sesuatu,” jawab Bambang dia langsung bergegas menggunakan pakaiannya dan berdiri.
“Mohon minggir dulu mbak sebentar,” akhirnya perempuan itu berdiri.
“Lihat Bu tidak ada bekas \*\*\*\*\*\* berceceran di sprei tidak ada bekas darah di sprei jadi saya tidak berbuat apa pun. Kalau saya berbuat artinya anak anda sudah tidak perawan karena tak ada bercak darah. Juga tak ada ceceran sper-ma,” kata Bambang dia langsung pergi meninggalkan rumah itu.
\*‘Bagaimana aku bisa ada di rumah itu?’ \*pikir Yanto. Yanto langsung memikirkan Fitri istri tercintanya yang tak ada cacat di matanya.
Yanto langsung kembali ke mess, dia segera mencari Burhan saat itu Burhan masih tidur.
“Ada apa Mas,” Burhan kaget saat dia dibangunkan oleh Yanto.
__ADS_1
“Kamu ke mana aja?” tanya Yanto.
“Loh Mas Bambang yang ke mana. Saya keluar dari kamar mandi ditahan oleh seseorang untuk bicara. Dia dengan dua orang temannya nanya tapi mepet saya supaya saya enggak segera balik ke tempat Mas Bambang.”
“Begitu saya kembali Mas Bambang sudah enggak ada. Saya bayar ke ibu penjual kopi dia bilang sudah dibayar Mas Bambang. Lalu saya kembali ke mess. Saya baru tidur pas habis makan siang,” kata Burhan
”Ciloko Han, Cilokoooooooooo,” kata Bambang atau Yanto.
“Ciloko aku,” Yanto tak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan rumah tangganya kelak. Andai bulan lalu dia mau berhenti bekerja sebagai sopir bus sesuai keinginan Fitri tentu hal ini tak akan terjadi.
“Saat kamu pergi, ada perempuan nyamperin aku. Sehabis minum kopi lalu aku langsung ngantuk enggak ketulungan.”
“Dia bilang mau menolong antar dan mau antar ke sini. Aku kasih alamatnya. Tapi barusan aku bangun sudah di rumah dia dalam keadaan telanjang dan dipergoki oleh ibunya.”
“Ibunya mengancam bahwa aku harus bertanggung jawab bila terjadi sesuatu. Padahal di kasur tidak ada ceceran sper-ma atau pun bekas darah kalau dia masih virgin. Dan pistolku juga bersih tidak ada bekas belepotan seperti kalau kita habis berperang dengan istri.”
__ADS_1
“Tapi aku enggak punya saksi bahwa aku tidak melakukan pada perempuan itu. Aku enggak kenal perempuan itu. Pokoknya ibunya panggil Yani. Yani bilang katanya aku memang yang menyerang dia duluan dan kami melakukan karena suka sama suka.” Yanto mengisahkan kejadian tadi lengkap.
“Waduh piye mas? Di warung seperti itu tentu tak akan ada CCTV.” Burhan menyesalkan kejadian yang menimpa sopir senior panutannya itu.
“Kamu tahu aku tak pernah sekali pun bisa dekat dengan perempuan selain dengan istriku, tapi kalau seperti ini apa yang harus aku lakukan?” kata Yanto pada Burhan.
“Semoga aja tak terjadi sesuatu yang merugikan Mas,” hibur Burhan.
“Yang aku bingung, kamu enggak kembali. itu makanya aku bingung kok bisanya kamu katanya cuma mau ke toilet enggak balik-balik. Dan aku aneh minum kopi kok langsung enggak bisa bangun padahal biasanya kan kopi adalah minuman sehari-hari.”
“Aku curiga memang perempuan itu modus Mas dia lagi cari mangsa,” ujar Burhan.
“Entahlah aku jadi bingung, aku punya istri yang sangat aku cintai dan aku selalu setia sama dia. Bagaimana aku harus mempertanggungjawabkan pada dia?” kata Yanto.
“Apa enggak sebaiknya Mas cerita aja langsung sebelum terjadi sesuatu yang membahayakan. Jadi Mas sudah antisipasi duluan,” usul Burhan.
“Aku takut, aku takut menyakiti hati istriku karena aku teramat mencintai dia. Aku sangat mencintai dia dan tak akan menyakitinya,” kata Yanto.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING yok
__ADS_1