BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
SEMUA SUDAH TAU SOAL PEMECATAN


__ADS_3

“Saya juga tahu kamu sampai 5 kali menghubungi Pak Bambang. Entah apa pun tujuan kamu. Satu kali sudah diblokir itu tandanya kamu sudah tidak diakui dan tidak diinginkan untuk menghubungi dia, untuk bicara dengan dia. Tapi apa tujuan kamu? Sampai 4 kali ganti nomor hanya untuk bicara.”


“Saya tidak tahu berapa pentingnya yang ingin kamu bicarakan dengan dia, tapi tidaknya kamu sudah diblokir. Seharusnya kamu sadar diri teleponmu sangat mengganggu dia.”


“Seharusnya kamu punya malu. Seharusnya kamu punya otak!” begitu Heru menjerit karena benci kelakuan Tini.


“Kamu bisa berpikir bagaimana perasaan sakit hati perempuan itu? Perempuan yang setia merangkak dari nol dengan Bambang.”


“Kamu tahu bagaimana rasa sakit ibunya Bambang melihat rumah tangga anaknya berantakan karena kelakuanmu? Bagaimana sedihnya anak-anaknya Bambang bapaknya dikejar-kejar oleh perempuan lain? Itu kan tujuan kamu? Ingin merusak rumah tangga orang?”


“Kalau kamu punya etika, kalau kamu punya otak, seharusnya kamu rinci dulu kamu ingin bicara apa. Bukan setiap diblokir kamu ganti nomor berulang kali. Berarti tujuanmu memang sudah tidak baik.”

__ADS_1


“Saya tuh cuma ingin minta maaf. Saya ingin bilang Pak Bambang untuk bicara berdua dengan saya kepada Bapak. Agar dia membantu saya menjelaskan pada Bapak kalau kami tak ada hubungan apa-apa,” bantah Tini kesal karena dituduh ingin merusak rumah tangga Bambang sahabat kecilnya.


“Memang dia ada urusan apa dengan saya? Memang dia ada urusan apa dengan yayasan? Kenapa dia harus menerangkan bahwa yang kalian lakukan adalah benar? Saya enggak ada urusan dengan orang tua calon siswa. Saya hanya berurusan dengan Anda kenapa Anda mau menyeret-nyeret dia? Mau minta dia membela Anda.?”


“Siapa dia buat Anda sehingga Anda sebegitu merasa pentingnya dia membela Anda? Apa Anda yakin dia mau membela Anda sedangkan dia sudah memblokir nomor anda?”


“Anda pikir siapa Anda sampai dia mau mengorbankan keluarganya untuk Anda?”


Tini tambah kalang kabut karena dia memang ikut arisan pegawai. Kalau dia harus nutup tentu tutupannya sangat besar karena dia sudah dapat. Kalau dia belum pernah dapat mungkin bisa dipotong dari uang yang sudah dia setorkan.


Belum lagi dia meminjam uang di koperasi yayasan yang harus dia angsur di koperasi pegawai.

__ADS_1


“Satu lagi pesan saya, kamu sudah tahu kasus Bambang dengan teman SMP mu yang bernama Aisy di group SMP kamu.”


“Istrinya Bambang berpesan jangan satu kali pun kamu ingin minta ketemu dengan istrinya Bambang. Kalau sampai kamu minta ketemu, dia akan menyuruh pengacaranya untuk memperkarakan kamu karena kamu sudah melanggar permintaannya untuk tidak menghubungi dia sama sekali.”


“Istri Bambang tidak ingin bertemu atau melihat kamu apalagi bicara. Ingat itu, saya sudah beritahu peringatan dari istrinya Bambang. Kalau satu kali saja kamu minta ketemu atau kamu sengaja menemui dia atau kamu menyebarkan berita buruk tentang dia, kamu akan senasib seperti Aisy. Silakan keluar!”


Tini melangkah gontai menuju kantor tata usaha.


“Bu Tini ini dari bagian keuangan, saya diminta Pak Heru, ibu diminta untuk menyelesaikan arisan juga cicilan pinjaman koperasi sebelum ibu keluar. Karena SK pemecatan Ibu sudah keluar dan tembusannya sudah ada di bagian keuangan,” kata seorang staf administrasi keuangan kepada Tini begitu dia masuk kantor TU.


‘Ternyata semua orang sudah tahu aku dipecat oleh Pak Heru.’

__ADS_1


__ADS_2