
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Iya Bu,” akhirnya Aisy mengangkat telepon dari ibunya setelah berkali-kali sang ibu menghubungi dirinya.
“Kamu di mana? Cepat pulang, karena bapak sama ibu ingin bicara,” perintah Menik pada putrinya.
“Ini sudah dekat rumah kok Bu,” jawab Aisy dia sudah tahu habis ini mendapat sidang dari kedua orang tuanya.
Setiba di rumah, Aisy melihat ternyata di rumah sudah ada Paklek Darno dan Bulek Ningrum adik dan adik ipar dari Wijoyo.
“Assalamualaikum,” kata Aisy lirih. Dia harus siap dikunyah bapaknya. Sosok yang lembut tapi tegas. Tak pernah marah meletup-letup.
“Wa’alaykum salam,” hampir bersamaan keempat orang itu menjawab salam yang diberikan oleh Aisy.
__ADS_1
“Kamu langsung duduk,” perintah Wijoyo datar. Lelaki itu sudah tak ingin ribut, seperti keputusannya kemarin, kali ini dia tak akan ikut berperan aktif dalam kasus yang melibatkan putrinya.
“Kamu pasti sudah tahu kan apa yang kamu lakukan sekarang berbuah manis,” Wijoyo bicara setelah Aisy duduk diantara empat orang tua disana.
“Maksud Bapak?” Aisy berkernyit alisnya mendengar perbuatannya berbuah manis.
“Kamu enggak perlu pura-pura jawab seperti itu, karena sejak tadi kamu dihubungi ibumu aja enggak angkat-angkat. Itu artinya kamu ketakutan kan?” kata Wijoyo lagi. Aisy pun menegerti ternyata bapaknya memberi ungkapan antonim.
“Satu sekolahmu sudah tahu. Pasti juga sebentar lagi satu kantormu akan tahu karena ada dua orang dari satu sekolahmu yang kebetulan bekerja di kantor yang sama dengan kamu.”
“Kamu sudah dinasehati Indri ketika di mall saat pertama kali bertemu Bambang tapi kamu ngeyel. Sama seperti ibumu yang ngeyel ketika Bapak beritahu akan ada masalah ini kemarin. Kalian benar-benar sama persis karena kamu memang anaknya.”
“Sekarang kamu hadapi sendiri, kalau kamu mau minta bantuan minta bantuan pada Ibumu karena Bapak sejak kemarin sudah bilang lepas tangan pada ibumu.”
“Sejak kemarin ibumu bilang bahwa istrinya Bambang itu hanya gertak sambal. Bapak bilang silakan kamu urus kalau sampai terjadi apa-apa dan sekarang benar kejadian istrinya Bambang melaporkan kamu. Jadi ingat : Jangan pernah kamu bilang Bapak tak mau bertanggung jawab, karena ibumu yang ngeyel waktu Bapak bilangin dan besok pagi hari Senin kamu dan Bapak harus test DNA.”
“Apa maksudnya? Apa hubungan persoalan ini dengan test DNA?” kata Aisy tak mengerti.
__ADS_1
“Besok kita akan tahu walaupun hasilnya tidak langsung tetapi ini wajib dilakukan agar semua jelas dan ibumu juga sudah setuju.”
“Apa maksudnya Bu?” tanya Aisy.
Menik tak berani menjawab
“Bapakmu mencurigai kamu bukan anaknya,” jawab Darno menjelaskan. Dia sudah sangat geram sejak tahu Menik hamil. Itu sebabnya dia yang mengatakan alasan test DNA. Tentu saja Aisy langsung shock mendengar kenyataan itu. Sejak kecil sampai dia lulus kuliah di Joyo tak pernah mengatakan apa pun soal statusnya. Joyo menyayanginya, tak pernah membentaknya palagi kasar padanya.
Rupanya Wijoyo sudah tak kuat menahannya. Kasus ini membuat Wijoyo makin marah karena Menik selalu tak pernah mendengar apa pun pendapat dan sarannya. Menik sudah terlalu kelewatan.
“Sebenarnya tidak perlu test pun Bapak punya buktinya tapi lebih baik kita test agar semua jelas tidak ada saling tuduh,” ujar Joyo sambil berdiri dan melangkah ke teras. Darno tentu tahu apa yang dimaksud oleh kakak kandungnya itu karena hanya dia dan kakak kandungnya yang mengetahui hal tersebut. Kedua orang tua mereka pun tak tahu masalah yang mereka sembunyikan sekian lama.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN yok.
__ADS_1