BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
KAMU BOLEH CEMBURU


__ADS_3

‘Aku ingin bicara denganmu sebentar saja tapi kamu selalu ada Andre kapan aku bisa bicara tanpa ada orang lain?’ tulis Herry di pesan yang dia tulis pagi ini saat melihat Tria datang bersama dengan Andre walau tetap beda motor tentunya. Tadinya dia ingin bicara dengan Tria pagi ini.


Tria sadar hal itu memang benar, karena biasanya istirahat pertama dan kedua dia pasti bersama kak Andre. Dia baca pesan Herry saat baru saja memarkir motornya di sekolah.


‘Hari ini sehabis pulang sekolah sebelum aku pendalaman materi, aku ada waktu 5 sampai 10 menit,’ Tria menuliskan jawaban seperti itu untuk Herry.


‘Oke aku akan temui kamu saat itu. Aku perlu bicara,’ balas Herry. Dia langsung masuk ke kelasnya.


“Kenapa?” tanya Herry menerima telepon dari Tria sat bel istirahat baru saja berdering.


“Aku free karena kak Andrenya sedang sibuk dengan tim futsal yang bermasalah. Kalau mau, bisa bicara sekarang,” jawab Tria.


“Baik aku tunggu di kursi taman depan kelasmu,” jawab Herry. Lelaki itu membawa jus serta mini burgernya karena memang belum jatah makan siang kalau istirahat pertama.


“Ini aku bawa mini burger, kalau kamu mau cicipin. Isinya ayam bukan daging sapi, olahan mas Yanto,” Herry membuka kotak bekal berisi dua keping mini burger. Biasa dia akan tukar bekal dengan Harry.


“Aku bawa wajit ( wajik ). Tadi pagi bibi beli wajit di pasar,” kata Tria dia mengeluarkan kotak wajit miliknya.

__ADS_1


“Kamu mau bicara apa?” tanya Tria karena mereka tahu waktu istirahat itu tidak lama.


“Aku hanya mau minta maaf soal perkataanku dulu. Bahwa kamu boleh jadi temanku dengan catatan tidak cemburu pada siapa pun, tidak boleh melarang aku makan atau pergi dengan siapa pun. Pokoknya seperti itulah yang dulu pernah aku ucapkan. Aku yakin kamu masih ingat ucapanku yang menyakitimu itu,” kata Herry tulus.


“Nggak apa-apa. Aku rela kok kamu batasi seperti itu. Yang penting kita masih bisa berteman,” jawab Tria sambil membuka kertas pembungkus burger mini dan menambahkan satu sachet saos sambal yang memang Herry bawa.


“Tapi kamu belum maafin aku kan?” desak Herry.


“Kalau aku belum maafin kamu, tentu aku nggak mau jadi temanmu,” jawab Tria diplomatis.


“Bukannya selama ini kamu berteman hanya karena Timah?” tanya Herry.


“Jadi serius kamu maafin aku?” sekali lagi Herry mendesak Tria.


“Iya serius,” kata Tria sambil menggigit lagi burger miliknya.


“Sejak saat ini aku hapus laranganku semua. Kamu boleh kok cemburu sama aku, kamu boleh kok ngelarang-larang aku pergi makan sama teman perempuan aku. Kamu boleh kok tanya aku pergi sama siapa dan mau ke mana,” kata Herry.

__ADS_1


“Maksudmu apa?” tanya Tria lirih. Dia tak percaya mendengar kata-kata lelaki yang dia panggil dengan sebutan Mas walau usianya lebih muda beberapa bulan darinya itu.


“Kamu mengerti kan maksud aku. Masak aku harus rinci? Aku yakin kamu mengerti kok,” ucap Herry dengan yakin.


“Kenapa kamu nggak bilang to the poin langsung sih?” Tria tak sadar sudah bilang to the poin pakai tambah kata-kata langsung.


“Itu kan sudah aku bilang langsung. Kamu juga mengerti kok yang kemarin dibahas sama Andre,” ucap Herry sambil menatap tajam mata gadis di depannya.


“Ya tapi nggak gini juga ngomongnya,” ucap Tria.


“Lalu aku harus seperti orang lain gitu. Bilang aku sayang kamu gitu?” kata Herry sambil terus menatap mata Tria.


Tria menunduk, memang seharusnya tak perlu kata baku seperti itu. Yang penting mereka sama-sama tahu kalau mereka sama-sama suka dan tak ada larangan untuk cemburu sebagai rasa saling sayang. Orang yang tak sayang tak akan cemburu kan?


“Kok tumben istirahat kalian berdua. Ke mana Andre?” Lama mereka terdiam. Saat itu kebisuan dipecah dengan kehadiran Harry.


“Eh Har, ini lho ada wajik. Kamu cobain deh. Tapi bukan bikinan aku. Ini tadi bibi beli di pasar. Jadi aku bawa banyak. Terus kak Andre hari ini lagi sibuk sama tim futsalnya. Karena kemarin ternyata lawannya datang tapi terlambat. Tim futsal kak Andre sudah pulang. Jadi mereka malah disalahkan katanya tim futsal ke Andre yang walking out. Padahal mereka sudah ditunggu lebih dari 15 menit tanpa kabar,” jelas Tria.

__ADS_1


“Padahal kalau mereka terlambat karena ada masalah seharusnya kan mereka bisa calling dulu bahwa mereka di jalan. Masa sepuluh orang tak ada yang bisa memberi khabar?” kata Herry.


“Kayanya lawannya memang sengaja ingin cari ribut,” jelas Harry.


__ADS_2