BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
MAKIN TERPURUK


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



 “Han aku sudah enggak kuat Han aku sudah enggak kuat,” kata Yanto begitu tiba di mess Bogor siang itu. Wajahnya penuh amarah dan penyesalan. Dia membawa satu ransel baju penuh dah satu tas plastik besar yang ada robek ujung. Mungkin karena terburu-buru atau ada kemungkinan lain. Yang pasti kondisinya terlihat sangat kacau.



“Ada apa Mas Bambang?” Burhan  yang sedang makan nasi padang bingung mendengar datang-datang Bambang langsung sambat ( mengeluh ).



“Kemarin dari Solo, aku memang hanya ingin ambil hasil periksaku di laboratorium ternama dan diperiksa oleh dokter terkenal di sana. Hasilnya tentang peningkatan kesehatanku sejak awal periksa sampai sekarang. Ada kemajuan tapi tak mungkin dengan satu kali sentuh bisa hamil.”



“Aku berniat tanya ke dokter tempat perempuan sun-dal itu periksa mengapa dengan satu kali sentuh dia bisa hamil. Ternyata dia bukan periksa di dokter, melainkan di bidan. Klinik bersalin tapi cukup lumayan karena punya alat USG.”



“Kamu tahu selama ini aku tak peduli kalau dia periksa. Ternyata dia minta uang periksa 3 kali dari besar biaya periksa dan obat yang seharusnya. Itu masih aku maklumi lah. Tapi ada hal yang membuat aku tak tahan.” Yanto menarik napas panjang mengingat kejadian kemarin.

__ADS_1



“Kenapa Mas?” Burhan penasaran. Dia bersihkan tangannya dengan bungkus nasi padang bekas makannya sebelum dia cuci tangan nanti. Dia malas beranjak karena penasaran dengan cerita Bambang seniornya di PO.



“Di monitor bu bidan bayinya laki-laki dan sudah berumur 7 bulan. Sedang kami baru bertemu 6 bulan dan aku menikahinya baru 5 bulan kan?” jelas Bambang membuat Burhan melongo.



“Aku protes lalu, lalu bu bidan memberi data kalau perempuan itu sudah mulai periksa sejak terlambat haid yaitu sebelum bertemu dengan ku!”



“Jelas dia menjebak setelah tahu dia hamil. Dia hanya cari orang buat jadi ayah anak itu. Walau tidak kaya, tapi setidaknya tidak malu karena hamil ada suami. Tapi setidaknya dia makan dan tidur juga nyaman karena aku kasih dia sewa rumah petak, uang harian juga biaya dokter daripada dia tidak aku tanggung kan?” Yanto menceritakan apa yang dia temui tadi di bidan.




Atau mungkin Yani menjebak lelaki lain tapi tak ada yang masuk perangkap selain Bambang.


__ADS_1


Yanto makin tak mengerti apa yang harus dia katakan sekarang pada keluarganya mau pun keluarga Fitri. Sejak pulang dari Bogor dua kali dia ke rumah Fitri tapi pak Suradi dan bu Erlina terlebih Fitri tak bisa dia temui.



Ternyata selama ini dia memberi kemudahan buat Yani. Walau bagaimana pun selama 4 bulan ini dia yang menanggung biaya kontrakannya Yani, membuat Fitri curiga karena tabungannya tak pernah bertambah selain uang gaji.



Bagaimana dia mau menabung bila uang harian yang dia dapat digunakan untuk bayar sewa rumah bulanan juga uang kontrol bidan bulanan selain untuk makan Yani?



Yanto benar-benar terpuruk.



“Ingat Mas istirahat dan tenangin diri. Nanti sore kita pulang ke Jogja,” Burhan mencoba menghibur Bambang agar sedikit ringan bebannya.



“Iya,” jawab Bambang datar.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang beda thema dari novel yang biasa eyank tulis. Kita masuk thema HOROR dan ini berdasar kisah nyata yang di kembangkan.

__ADS_1


Cuzz ke novel dengan judul CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK yok



__ADS_2