BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
SIASAT MAKAN SIANG HARRY


__ADS_3

Makan siang di istirahat kedua Harry minta makan di luar kelas bersama dengan Tria dan Andre. Kali ini Herry tak menolak.


“Nah gini dong. Makan bareng-bareng kami,” kata Andre melihat Herry dan Harry datang.


Herry tidak menjawab, hanya memandang Tria.  Tria menunduk ketika tatapannya bersirobok dengan pandangan Herry. Hanya mereka yang tahu ada perubahan dalam hubungan yang mereka bicarakan istirahat pertama tadi.


“Aku bawa buntil pare lho,” kata Harry. Dia mengeluarkan satu kotak buntil pare yang berisi 5 potong.


“Aku tahu Herry suka, jadi aku bawakan lebih. Aku tidak tahu akan makan bersama kalian. Ayo kita makan. Cukuplah lauk ini untuk kita bersama,” kata Harry.


“Aku bawa sayur daun singkong yang diberi santan. Ini masakan ibuku,” kata Herry. Mereka tak malu membawa bekal dengan makanan sehari-hari. Akhirnya lauknya bermacam-macam karena mereka saling tukar.


“Aku suka daun singkong seperti ini,” kata Andre.


“Kalau masakan dari keluarga papaku, daun singkongnya ini ditumbuk dulu. Tetap enak cuma ya mungkin buat orang yang tak biasa akan merasa aneh karena daun singkongnya jadi hancur lebur tak berbentuk,” ucap Andre mengingat masakan daun singkong dari daerah papanya.


“Banyak keragaman masakan Indonesia dengan bahan baku yang sama. Itu yang sering diuji coba di rumah,” kata Herry.

__ADS_1


“Kalian belum merasakan bagaimana nikmatnya souo oyong ( gambas ) buatan Timah kan?” kata Herry.


“Atau ayam masak nanas Mas. Enak kalau Timah yang masak,” jawab Tria.


“Wah aku ingin tuh sop oyong. Biasanya oyong di rumah hanya dibuat sayur bening dengan daun kelor atau daun bayam atau bisa juga daun katuk,” ujar Harry sambil mengambil buntil lagi.


“Sop oyong biasanya pakai campuran soun dan bakso serta potongan tulang ayam atau ceker. Tergantung stok yang ada di rumah saja,” jawab Herry.


“Hari ini aku tumben lho bawa lauk beda,” kata Andre. Tadi dia membungkus sendiri tambahan lauk.


“Kenapa?” jawab Harry


Hari itu Tria bawa tumis buncis yang dicampur dengan bakso dan diberi kecap, lauknya tentu tempe garit, sekarang ditambah dengan perkedel jagung yang Andre bawa.


“Sayang ya kita malas bawa kerupuk kalau ke sekolah,” kata Tria mengingat kekasihnya suka makan dengan kerupuk, sama dengan dirinya.


“Kalau bawa kerupuk itu tempatnya gede, isinya sedikit jadi malas,” kata Herry.

__ADS_1


“Iya bawa satu tempat besar menu-menuhin tas, cuma sekali makan aja,” kata Andre.


“Padahal kita semua suka kerupuk, jadi pasti langsung ludes itu kerupuk,” lanjut Andre lagi.


“Nggak apa-apa lah makan tanpa kerupuk kalau di sekolah. Atau bisa juga kita beli aja di sekolah kerupuknya.”


“Enggak lah ribet kalau harus beli dulu. Jam makan kita jadi terpotong,” balas Andre.


“Halah dulu Kakak juga nggak pernah makan bawa seperti ini. Selalu jajan atau malah tidak makan sama sekali karena waktunya sudah habis,” ungkap Tria.


“Iya sebelum kamu selalu bawakan aku, aku kadang tidak makan siang. Jadi akhirnya pulang sekolah langsung lari ke warung lesehan atau juga ke warung makan buat isi perut. Tak bisa menunggu sampai di rumah dulu,” jelas Andre.


“Kalian itu rumah masih di kota sudah tak kuat menunggu sampai tiba di rumah. Bagaimana kami yang rumahnya cukup jauh. Kalau tidak makan dulu di sekolah tentu kami akan terburu-buru ngibrit pulang,” kata Harry.


“Lho dulu sebelum kamu bawa bekal bagaimana kamu mengatasi kesulitan lapar mu sebelum tiba di rumah?” tanya Herry ingin tahu.


“Begitu pulang sekolah aku langsung makan di kantin. Sejak pagi aku sudah pesan dan bayar duluan. Jadi begitu pulang aku makan dulu di sana sebelum membawa motorku pulang,” jelas Harry.

__ADS_1


“Oalah seperti itu,” ucap Tria.


“Ya kalau pulang sekolah kantin sudah kosong, tapi makanan juga hanya tersisa sedikit. Jadi aku beli pagi dan sudah aku bayar, nanti siang baru aku makan. Kalau tidak disiasati seperti itu tentu akan sulit buat aku karena makan siang jam istirahat sangat terbatas. Sedang ibu kantin banyak sekali yang pesan.”


__ADS_2