BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
JANGAN OMDO


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“Kamu serius Yank?” tanya Yanto memastikan apa yang ia dengar barusan.


“Mas enggak suka?” tanya Fitri balik bertanya.


“Bukan enggak suka, tapi ngapain sih? Buang waktu dan energi aja Yank,” balas Yanto mengikuti istrinya kembali masuk kamar, takut kedua anak mereka mencari.


“Kalau kita cuma ngomong doang, orang akan merendahkan kita Mas. Setidaknya kita sudah buat laporan. Soal nanti diproses atau kita tarik lagi kita enggak kehilangan malu,” jelas Fitri. Dia baru saja menghubungi Dina minta diberitahu lawyer yang biasa digunakan oleh suaminya Dina di kantor.


“Iya juga sih, kalau kita cuma ngomong doang orang pikir kita cuma gertak aja. Setidaknya kita sudah laporan ke polisi atau sudah diurus pengacara,” Bambang Putranto atau Yanto akhirnya setuju dengan rencana istrinya.


Tadi Fitri sudah mendapat keputusan besok pengacaranya akan menemui Fitri di rumah Suradi bersama dengan Dina dan suaminya.


“Alah paling cuma gertakan doang. Ra sah ( tidak usah ) di pikir,” kata Menik pada suaminya ketika suaminya memberitahu masalah kasus hukum yang akan dihadapi oleh putri mereka.


“Ya wis aku sudah ngasih tahu kamu. Terserah kamu urus bagaimana anakmu itu. Aku enggak mau peduli karena seperti yang kamu tahu sejak dulu aku juga enggak yakin dia anak aku,”  Wijoyo kesal istrinya menganggap ucapan Fitri hanya gertak sambal saja.


“Walau sejak dulu aku selalu menyayangi dia, tapi aku tahu belum tentu dia anak aku,” Wijoyo bersiap keluar kamar, karena istrinya sama sekali tak peduli atas peringatan yang dia berikan.


“Bagaimana dia bukan anak kamu? Ingat Mas aku masih virgin waktu menikah dengan kamu,” protes Menik pada suaminya.


“Betul, 100% betul. Kamu masih virgin. Tapi sesudah itu apa aku tahu kamu kemana dan berbuat apa? Apa kamu perlu bukti bahwa dia bukan anak aku?” tanya Wijoyo dengan sarkas.

__ADS_1


“Maksudmu apa Mas?”


“Kamu berani enggak kalau aku dan Aisy test DNA?” tantang Wijoyo.


“Loh kenapa?”


“Kamu nanti akan kaget anak siapa dia,” agar kita tak hanya berdebat. Tapi ada dasar valid dari test DNA,” jelas Wijoyo.


“Oke aku berani,” jawab Menik. Dia sangat yakin karena memang menurutnya Aisy adalah anak Wijoyo.


“Baik hari Senin kita ke lab bertiga. Kita lihat anak siapa dia,” jawab Wijoyo dengan tegas. Sejak dulu dia selalu diam tapi sekarang waktunya dia bicara. Sudah terlalu banyak kesulitan yang dia dapat dari Menik.


Yanto dan Fitri datang lebih dulu dari Suradi dan rombongannya.


“Memang kalian pulang sekolah jam berapa? Kok hari gini baru sampai sini?” Fitri menyambut keluarganya yang baru datang.


“Di jalan, aku minta ayah buat makan di alun-alun Mbak dan kami belikan Mbak sate buntel kesukaanmu,” jawab Timah.


Bu Yati memang tak mau diajak. Dia bilang tunggu rumah saja sekalian memberi makan semua ternak di rumah bu Gendis juga di rumah bu Erlina. Padahal Herry sudah memberitahu mereka aman menginap karena dia bisa menyuruh pegawai tambak yang memberi makan semua ternak.


“Wah asyik,” kata Fitri.


“Mbak tadi enggak diajak. Kalau tahu begitu, kamu kabari Mbak lalu Mbak menyusul,” protes Fitri.


“Aku lupa e Mbak,” Jawab Timah tanpa merasa bersalah.


“Kamu kalau sudah makan enak lupa sama Mas dan Mbak,” goda Yanto membuat semua tertawa.

__ADS_1


“Bu, besok Mbak Dina sama suaminya mau datang ke sini,” Fitri memberitahu Erlina saat mereka selasai salat maghrib.


“Yo bagus,” jawab Suradi.


“Bukan soal datangnya Yah. Tapi aku tadi minta Mbak Dina membawakan pengacara,” jawab Fitri. Dia tak ingin Suradi kaget mendengar tiba-tiba datang pengacara ke rumah mereka besok.


“Ada apa?” tanya Erlina.


Fitri lalu menceritakan tuduhan dari Aisy bahwa dia yang menyebarkan rekaman pembicaraan Aisy dengan dirinya.


Juga tentang tuduhan kedua. Aisy menuduh bahwa Fitri dan Yanto menjebak dia di bengkel.


“Tadi Mas Yanto bilang tidak usah diperpanjang Bu, Yah,” Fitri menerangkan Yanto sempat mencegahnya.


“Tapi aku berpikir, kalau aku sudah bilang akan memperkarakan lalu aku tidak melanjutkan dengan pelaporan aku akan dianggap cuma omong besar. Aku akan dianggap cuma gertak sambel, maka aku tetap akan melaporkan mereka. Soal nanti kita proses selanjutnya atau hanya damai sebelum sidang itu urusan nanti. Yang penting semua orang tahu apa yang keluar dari mulutku itu selalu aku lakukan,” jelas Fitri tentang alasan tindakannya.


“Ayah 100% setuju denganmu. Semua harus kita buktikan. Jangan cuma omong doang. Ayah setuju,” kata Suradi tegas.


“Iya Yah, tadi juga mas Yanto sudah setuju setelah aku kasih tahu alasanku tetap akan memproses sesuai dengan yang aku katakan pada Aisy tadi.” Erlina hanya diam. Kalau Suradi dan Fitri sudah berkeputusan seperti itu.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN yok.


__ADS_1


__ADS_2