BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
PANGGILAN DEDE’ TIAP MALAM


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Enak banget Bu, Enak banget,” kata Fitri saat dia mengambil lagi pepes patin yang baru Gendis buat. Tadi dia hanya mengambil satu bungkus pepes berisi satu potong ikan patin. Sekarang dia mengambil 5 bungkus pepes sekalian untuk dia makan di kebun belakang.



Fitri makan pepes yang masih hangat dan panas di halaman dapur di ruang terbuka belakang yang tergabung dengan kebun kemangi, pisang dan sayuran lain yang ibu tanam.



Yanto senang melihat istrinya bahagia dengan mendapatkan apa yang diinginkan sejak dua bulan lalu.



“Enak Ma?” tanya Yanto mendekati istri tercinta. Dia kecup pelipis istrinya dan dia ikat rambut istrinya agar rambut yang terurai tak mengganggu saat makan.



“Enak banget Pa,” jawab Fitri sambil menyuapi Yanto dengan tangannya langsung. Itu sebabnya Yanto yang mengikat rambut Fitri karena tangan Fitri sudah bau amis pepes ikan patin yang sedang dia makan.



Yanto tak pernah menolak apa yang disuapi oleh Fitri. Dia menerimanya dan mengunyah dan menikmati tingkah sang istri yang sangat mencintai dirinya juga pastinya dia cintai sepenuh hati.



“Kenapa ya Pa, Dedek suka banget sama makanan kesukaan Papa? Makanan kesukaan Mama dia malah enggak suka loh. Aneh banget,” keluh Fitri sambil terus mengunyah.



“Ya enggak aneh lah, wong dia anak Papa. Kecuali dia bukan anak Papa,” ucap Yanto santai. Tak mengira kata-katanya akan menyinggung bumil yang sedang sensitif.


__ADS_1


“Papa nuduh aku?” tanya Fitri langsung nyolot.



 ”Bukan begitu Yank. Jangan emosi dulu. Maksudnya Dedek begitu karena dia anak Papa,” jawab Yanto, sayang kalimatnya belum selesai sudah diputus Fitri yang emosi.



“Tapi dia kan anak aku? Wong ada di perut aku,” potong Fitri tak rela kalau bayi di perutnya disebut anak Yanto/



“Karena dia sudah ada di perut kamu, tak perlu ada pengakuan lagi kan? Tak perlu ada perdebatan lagi. Siapa pun tak akan bisa menepis hal itu bahwa dia anak kamu!”



“Tapi untuk membuktikan bahwa dia anak aku, dia harus mirip aku itu maksudku,” jelas Yanto dengan sabar.



“Oh gitu maksudnya, iyalah aku ngerti,” Fitri puas atas keterangan yang Yanto berikan.




“Ih, itu sih maunya Papa aja nengokin. Malah Dedek yang dijadiin alasan,” protes Fitri tersipu. Calon ibu itu selalu merasa jengah jika bicara tentang ritual yang telah rutin mereka lakukan.



“Enggak alasan kok, emang dede minta, dia memanggil-manggil Papa suruh nengokin,” goda Yanto.



“Jadi yang memanggil dedeknya nih? Awas ya nanti aku bilangin sama Dede enggak usah panggil Papa,” goda Fitri.


__ADS_1


“Jangan dong Ma. Papa tuh lemas kalau enggak perang dunia. Kayanya perang dunia itu seperti pil yang wajib Papa minum setiap malam.”



“Aneh. Dulu kan Papa enggak begitu,” Fitri kaget atas pengakuan suaminya.



“Enggak ngerti pokoknya sejak kamu hamil, rasanya wajib aja perang dunia. Enggak bisa merem kalau enggak perang dunia Yank,” kata Yanto.



“Tapi nanti kalau hamilnya makin besar bagaimana Pa?” tanya Fitri



“Ya kita kan bisa pakai cara lain yang aman. Kita carilah di mbah google, belajar gimana caranya perang dunia pada saat istri sedang hamil besar yang aman bagi bayi juga bagi istrinya.”



“Iya Pa, kita belajar ya. Jangan sampai itu semua membuat kita ribut dan membuat kita semakin menjauh.”



“Enggak akan Yank. Kita  enggak akan menjauh karena kita selalu berkomunikasi,” balas Yanto serius.



“Kunci kita kan hanya komunikasi. Kita sudah pernah salah saat Mas enggak langsung ngomong sama kamu ketika dijebak, sehingga kamu menduga yang tidak tidak dan membuktikan sesuatu yang salah. Juga karena kamu enggak tanya sama Mas.”


eyank akan buat novel baru, langsung cuss ke sana yaa. Judulnya REGRETS


Ceritanya tentang penyesalan seorang suami yang menyia-nyiakan istri sah nya karena selalu memuja mantan calon istrinya yang telah meninggal!


Langsung kasih bintang 5  yaa


Enggak boleh lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar biar eyank semangat nulis kelanjutan ceritanya

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta.



__ADS_2