BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
AKAN TITIP ANAK-ANAK


__ADS_3

“Bu, aku sama Fitri mau bicara,” kata Yanto saat mereka sedang makan malam.


“Kenapa?” tanya Gendis.


“Minggu depan Timah dan Herry akan dapat raport, mereka akan libur panjang 2 minggu sehabis mereka habis dapat raport. Tentu kami yang ambilkan. Sehabis itu aku sama Fitri mau liburan. Aku mau titip anak-anak pada kalian bertiga. Pasti juga nanti ayah Suradi dan Bu Erlina juga ngumpul. Mereka pasti akan memilih menemani cucu-cucunya.”


“Wah asyik Mas sama Mbak mau ke mana?” tanya Timah.


“Kami ingin liburan di Jogja 5 hari. Kami ingin mengulang kisah cinta kami saat awal pernikahan. 4 tahun kami di Jogja, cinta kami bersemi di sana. Jadi kami mau mengulang masa manis itu,” kata Fitri. Dia memang memilih ke Jogja. Dia takut kalau terjadi sesuatu hal nanti dia tidak bisa cepat kembali. Fitri belum biasa berpisah dengan anak-anaknya.


“Kami akan ke sana naik Prameks, tidak mau bawa mobil,” kata Yanto.

__ADS_1


“Kami ingin benar-benar menikmati kebersamaan kami berdua saja.”


“Oke silakan saja,” jawab Gendis.


“Itu memang perlu buat kalian. Suatu saat nanti Coba kalian berdua ke Singapura sekali-sekali lah jangan hanya di sini. Atau kalian bisa ke Bali atau kemana pun di Indonesia ini.”


“Itu harus kalian lakukan untuk memupuk kembali cinta kalian. Sama saja tanaman di pot kan harus ada repoting, mengganti media media lama dengan media baru. Itu wajib kalian lakukan karena kalian nanti terjebak dalam kebosanan.”


“Benar Bu. 10 tahun kami bersama tak pernah sekali pun kami berlibur. Bukan kami nggak punya uang, bukan kami nggak punya waktu. Hanya kami tidak memanfaatkan waktu dan uang yang kami miliki. 10 tahun kami terbelenggu dalam pemikiran kami wajib menemani anak-anak tanpa pernah meninggalkan mereka. Padahal kami tidak meninggalkan mereka. Hanya kami butuh refreshing,” kata Yanto.


Suradi mengetahui itu karena dia juga dulu terjebak dalam kerutinan rumah tangga bersama Erlina dan hampir tergelincir. Untung saat itu dia langsung sadar dan sejak itu ke mana pun bersama Erlina.

__ADS_1


“Jadi Mas dan Mbak mau pergi setelah kami dapat raport?” tanya Timah.


“Ya pasti harus setelah kalian dapat raport, karena yang ambil raport kalian siapa kalau kami sudah liburan duluan?” jawab Fitri.


“Dan yang jaga adik-adik siapa kalau kalian belum libur? Jadi untuk liburan besok kalian harus mengatur waktu bila ingin keluar rumah. Jangan keduanya keluar barengan,” imbuh Yanto akan kalimat istrinya.


“Nanti aku akan mengajak Mas Iyok dan Mbak Tria ke sini saja. Jadi mereka akan senang menemani aku menjaga adik-adik,” kata Timah.


“Nah begitu lebih baik. Libatkan mereka tapi mata tetap mengawasi adik-adik, jangan karena ada temannya lalu kamu lupa tugasmu menjaga adik-adik,” kata Yanto.


“Enggak lah Mas. Kalau aku bilang mereka maksud aku Mbak Tria atau Mas Iyok suruh ke sini karena menemani aku menjaga adik-adik, mereka pasti akan sadar bahwa tugas mereka ke sini fokusnya adalah menjaga adik-adik bukan menemani aku.”

__ADS_1


“Sip kalau begitu. Berarti deal ya kalian sudah tahu tujuan kami.” kata Yanto.


“Ya Mas. Nggak apa-apa. Kami senang kok,” kata Herry.


__ADS_2