BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
TERKONTAMINASI


__ADS_3

Hari ini Fabianto atau Totok keluar dari penjara. Walau dia sudah di DO tapi setidaknya nanti dia masih bisa kuliah di tempat lain. Arini, mama Totok menjemputnya. Janda beranak tiga dengan usia terkecil 14 tahun itu tetap tegar. Dia malah sudah punya toko roti dengan 5 orang karyawan.


“Kamu tidak boleh terpuruk. Kamu harus berhasil dengan baik,” kata Arini memompa semangat putra sulungnya.


“Jangan pernah satu kali pun kamu mengambil langkah seperti papamu. Punya perempuan lain. Kamu pikirkan kamu punya seorang Ibu. Bagaimana hati ibumu hancur lebur ketika mengetahui ternyata papamu telah berselingkuh selama lebih dari 10 tahun dan bagaimana nenekmu sekarang tak punya harga diri di depan semua keluarganya karena anaknya berkelakuan seperti itu. Jadi Mama pikir kamu mengerti. Mama cuma minta satu jujurlah pada pasangan. Kalau kamu sudah tak suka ceraikan dan kamu bisa beralih ke yang lain. Jangan digantung apalagi diselingkuhi, diduakan seperti papamu,” ucap Arini lagi.


“Aku akan belajar dari pengalaman Ma. Kemarin aku sudah sangat salah sehingga mata gelap seperti itu. Aku bukannya berpikir maju dengan mengalahkan Herry dengan prestasi yang lebih baik dari Herry juga usaha yang lebih besar dari Herry tapi aku malah menikamnya. Aku sangat bodoh sekali,” ucap Totok menyadari kesalahannya.


“Tak apa-apa kamu terantuk di batu kecil. Jangan sampai kamu jatuh karena batu besar. Kamu harus berjalan dengan hati-hati,” nasihat bijak Arini.

__ADS_1


Arini tak lagi peduli atau meLihat Mojo mantan suaminya. Dia tak mengabari papanya Totok kalau anak mereka keluar penjara. Toh buat Mojo sejak dulu mereka tak ada. Sekarang entah bagaimana kabarnya. Arini tak mau peduli.


Yang Arini tahu kemarin sahamnya dia di perusahaan hanya tinggal 20% sehingga dia tidak bisa menjadi CEO lagi. Belum lagi beban hutang yang harus dia bayar karena banyak uang perusahaan yang dia pakai guna foya-foya dengan istri sirinya. Sehingga Mojo sekarang benar-benar terpuruk. Keluarga besarnya pun sudah tidak menerima dia lagi.


Tentu saja Arini juga tidak mau ketika keluarga mantan suaminya mendekatinya. Dia sudah cukup sakit hati akan kelakuan mantan. Jadi lebih baik dia tidak bergabung dengan keluarga besar mantan.


Totok kaget melihat dunia luar. Dia baru tahu sekarang Tria sudah punya usaha bahkan adiknya yang kelas 1 SMA juga punya usaha itu tak sengaja Totok tahu ketika dia cari kabar tentang Tria.


“Sudah lupakan dia. Dia bukan punya kamu karena dia juga tidak pacaran sama sekali dengan Herry. Sampai saat ini Tria itu dekatnya dengan adiknya Herry yang masih SMP. Adiknya Herry itu yang membuat Tria hebat seperti sekarang.”

__ADS_1


“Aku kira dulu dia dekat dengan Herry karena dia menyukai Herry, ternyata karena dia dekat adiknya,” kata Totok. Dia tak tahu bahwa sebenarnya Tria lebih dulu kenal dengan Herry.


Versinya Totok, Tria lebih dulu kenal dengan Timah daripada dengan Herry.


“Ya ampun itu temennya Tria nggak salah? Anak kelas 5 SD sudah punya peternakan. Aku punya apa?” kata Totok. Dia masih luntang lantung belum kuliah apalagi kerja. Jadi dia benar-benar sedang mengamati apa yang hendak dia lakukan selanjutnya.


Totok  akhirnya tahu bahwa adiknya Tria juga terkontaminasi oleh Timah adiknya Herry. TERKONTAMINASI dalam hal baik tentunya karena Satrio adiknya Tria juga sudah punya bisnis selain sebagai penyuluh lapangan dalam hal lingkungan hidup.


Satrio sudah dua kali masuk TV lokal tentang penyuluhan dan itu membuat Husein serta Riani makin tak percaya anak-anak mereka semakin menjauh dengan mereka, tapi semakin berprestasi. Satrio maupun Tria memang tak mau lagi dekat dengan Riani dan Husein walau kedua orang tuanya itu berupaya mendekat. Mereka sudah patah arang terhadap cacian dan hinaan yang kedua orang tuanya berikan. Mereka lebih suka mempunyai orang tua seperti Gendis, Yanto dan Fitri serta Gultom dan Riana. Mereka sekarang mulai berupaya dekat dengan Suradi dan Erlina.

__ADS_1


__ADS_2