BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
TEMAN DEKAT RUPANYA


__ADS_3

“Silakan diisi Pak data formulir ini,” kata seorang administrasi tata usaha sekolah yang akan Timah masuki.


“Baik,” jawab Yanto menerima map kuning berisi banyak berkas yang harus dia isi.


“Diah?” sipa seorang lelaki kepada Fitri yang baru keluar dari toilet hendak menuju ruang tata usaha sekolah. Fitri pun menengok siapa yang menegurnya di sekolah yang akan Timah geluti ini. Fitri sengaja tidak membawa kedua putranya karena dia ingin belanja banyak kebutuhan sehingga anak-anak ditinggal di rumah bersama Erlina dan Gendis, juga bersama para mbok tentunya.


“Hai, Heru Subagyo kan?” kata Fitri.


“Aku pikir kamu lupa,” balas lelaki gagah itu sambil mengulurkan tangannya.


“Enggak lah, masa lupa sama orang sebaik kamu,” Fitri pun menerima uluran tangan Heru.


“Cukup lama ya enggak ketemu?”


“Bukannya baru kemarin ya kita ketemuan saat reuni SMA?” jawab Fitri.


“Masa sih? Aku malah lupa,” kata Heru.


“Iyalah, orang tenar seperti kamu pasti lupa. Banyak penggemarmu saat reuni, aku hanya remahan rengginang saja jadi kamu enggak ingat,” goda Fitri.


“Enggak, aku enggak seperti itu. Maksud aku pas reuni itu kita enggak ngobrol, kan cuma sekedar say hello aja lalu enggak sempat ngobrol. Kalau aku engak anggap kamu, pasti barusan aku enggak negur kamu duluan ‘kan?”


“Iya sih, memang kita enggak ngobrol saat itu. Jadi maksudmu enggak ketemu itu cuma karena enggak ngobrol? Padahal kan kita sempat say hello dan bersalaman,” kata Fitri.


“Kamu sedang apa di sini? Enggak mungkin kan anakmu sudah SMP?”


“Adik aku mau masuk SMP,” jelas Fitri.

__ADS_1


“Kamu kan anak tunggal. Apa adik sepupumu?”


“Adik suamiku lah. Adik suamiku, kan adik aku juga.”


“Kamu seriusan sudah punya suami?” Heru tak percaya teman dekatnya sudah menikah.


“Ya sudahlah, masa umur aku segini masih nona aja. Emangnya aku nggak laku?” canda Fitri.


“Bukan seperti itu maksudku, aku serius nanyanya.”


“Aku juga serius. Adik iparku masuk ke sini jalur beasiswa maka dia sedang daftar di tata usaha. Tadi aku ke toilet makanya bertemu sama kamu.”


“Serius adikmu masuk dengan jalur beasiswa? Sekolah ini enggak mudah loh jalur beasiswanya.”


“Memang keluarga suamiku memang super pintar. Dia memang masuknya jalur beasiswa.”


“Adik aku masuk jalur pertama kok,” jawab Fitri bangga.


“Boleh aku tahu siapa namanya? Biasanya semua jalur beasiswa kami godog matang 6 bulan, kami selidiki secara mendalam,” Heru menjelaskan kalau dia setidaknya tahu siapa siswa yang melalui jalur beasiswa.


“Fatimah Suripto.”


“Kamu serius? dia dari desa kan? Nama itu selalu dibahas pada saat rapat guru dan yayasan. Prestasinya sangat bagus.”


“Ya, itu adik aku,” jawab Fitri.


“Ayo. Aku ingin lihat adikmu ada di mana,” ajak Heru.

__ADS_1


“Di tata usaha tentunya.”


Fitri dan Heru berjalanan ke arah tata usaha. Sampai di sana Fitri geram melihat suaminya sedang tertawa-tawa dengan seorang gadis. Yang menepuk lengannya dengan akrab.


“Itu suamiku, kamu ke sana aja dan tanyain siapa adiknya,” kata Fitri. Dia tak jadi masuk ke ruang tata usaha/


“Eh, Pak Heru,” kata perempuan yang sedang tertawa dengan Yanto sambil menunduk.


“Apa ini orang tua siswa dari Fatimah Suripto?” tanya Heru.


“Benar, saya kakaknya,” jawab Yanto sambil mengulurkan tangannya.


“Pak Bambang ini teman SMP saya Pak,” kata perempuan tersebut pada Heru.


“Oh ya? Sangat akrab rupanya ya,” tegur Heru.


“Enggak sih, biasa saja Pak,” jawab pegawai tata usaha itu.


“Kalau hanya biasa saja, tentunya istri anda tidak pergi sambil marah,” balas Heru.


“Maksud Bapak?” tanya Yanto bingung.


“Saya teman SMA istri Bapak dan dia langsung pergi keluar dari sekolahan begitu melihat anda sedang bercengkrama dengan ibu Tini,” jelas Heru.


Yanto pucat pasi mendengar bahwa Fitri sudah pergi meninggalkan sekolah. Padahal dia belum selesai mendaftarkan Timah.


Timah juga tak ada di situ sejak tadi, jadi tentu Fitri sangat marah. Kalau ada Timah tentu tak seperti ini. Timah rupanya tadi bertemu dengan temannya dari SD lain tapi sama-sama dapat beasiswa di situ, lalu mereka keluar beli minum.

__ADS_1



__ADS_2