BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
BERTEMU HUSEIN


__ADS_3

“Kalau bisa kita ketemu 10 menit lebih dulu,” kata Suryo.


“Atau kita masuk bersama saja. Jadi kita tunggu di mobil masing-masing. Begitu sudah ketemu, kita bicara sebentar baru masuk bareng,” kata Yanto.


“Ya seperti itu saja. Jadi ketemuan di tempat parkir,” ucap Suryo menyetujui usul Yanto.


“Kira-kira apa motifnya dia ngajak bertemu, mas Suryo?” tanya Fitri.


“Apa dia mau minta kita cabut pelaporan atau bagaimana?”


“Kalau pencabutan pelaporan sepertinya nggak deh Mbak. Mungkin ada hal lain. Mungkin dia sudah punya data tentang siapa yang melakukan itu seperti yang Herry duga. Atau bahkan mungkin orang lain. Sesuai dugaan polisi yaitu persaingan bisnis semata,” jawab Suryo.


“Pahitnya, kalau dia minta pencabutan perkara bagaimana?” tanya Suryo.


“Takkan pernah saya izinkan.” kata Fitri.


“Kalau dibiarkan, orang seperti itu akan terus berkembang. Jadi biar bagaimana pun kasus ini akan terus berjalan,” jawab Fitri lagi. Mereka sudah bertemu di parkiran dan sedang menuju kedai kopi yang ditunjuk oleh Husein sebagai tempat pertemuan.


“Oke siap. Ayo kita masuk,” kata Suryo.


“Tadi saya sudah dapat pesan kalau Pak Husein sudah ada di dalam.”

__ADS_1


“Sudah pesan meja Pak?” tanya penerima tamu di pintu masuk.


“Atas nama Pak Husein,” kata Suryo.


“Oh baik Pak. Ada di meja sebelas. Mari saya antar,” kata petugas pintu tersebut. Mereka pun diantar menuju meja 11. Di sana terdapat seorang lelaki dengan perut sedikit buncit tapi karena tinggi tubuhnya,  sehingga walaupun sedikit buncit tapi tetap tak terlihat seperti cukong-cukong. masih terlihat wajar karena dia tinggi besar.


“Suryo.” kata Suryo sambil mengulurkan tangannya pada lelaki gagah tersebut.


“Husein,” jawab lelaki itu.


Fitri dan Yanto pun sama-sama mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan lelaki tersebut.


“Mau pesan apa?” tanya Pak Husein ramah.


“Saya expresso, dan istri saya cappucino saja,” jawab Yanto.


Espresso merupakan kopi hitam yang aromanya sangat kuat dan pekat. Kopi ini dihasilkan dari ekstrak biji kopi yang telah digiling. Sedang cappucino merupakan campuran antara espresso, susu dan busa susu. Tekstur yang dimiliki cappucino ini halus dan memiliki rasa sedikit manis. Itu sebabnya Yanto memesankan cappucino untuk Fitri.


“Saya juga expresso,” jawab Suryo.


“Mau tambah snack atau yang lain?” tanya Husein.

__ADS_1


“Cukup,” jawab Yanto.


“Kalau Pak Yanto ini siapa ya?” tanya Husein.


“Saya kakak pemilik tambak dan ini istri saya. Semua akte tambak masih atas nama istri saya jadi dia juga harus tahu karena adik saya hanya mengelola tambak tersebut selama akte belum balik nama. Dulu memang dia masih SMP sehingga akte pakai nama Herry. Walau kepemilikan sebenarnya punya adik saya.” jawab Yanto.


“Baik, saya kemarin mendengar dari mas Suryo bahwa kemungkinan besar anak saya akan menjadi sasaran penyidik karena terbukti anak saya beberapa kali menolak cintanya adik anda dan mas Suryo memberi alternatif pada saya bila saya bisa memberikan petunjuk siapa yang melakukan hal itu dia akan melapor pada polisi agar sasaran tembak jangan ke anak saya.”


“Kalau anak saya jadi sasaran tembak nanti berimbas pada nama baik saya dan keluarga. Saya tidak bisa membuang waktu lama-lama karena mungkin nanti juga akan banyak media yang mengekspos mengapa saya bertemu dengan kakak dari pemilik tambak.”


“Saya hanya memberitahu bahwa saya sudah punya bukti siapa pelakunya. Ada pengakuan saksi juga TKP tempat dia mengambil bahan pembuat racun tersebut dan itu mungkin bisa membuat anak saya aman,” kata Husein sambil minum sedikit kopi miliknya.


“Walaupun ada pelaku, anak Anda tidak bisa bebas begitu saja dari media Pak,” kata Fitri.


“Mengapa bisa seperti itu?” jawab Husein kaget.


“Tentu media akan menuliskan mengapa pelaku berbuat seperti itu. Alasan utamanya kan anak anda,” kata Fitri.


“Pelaku melakukan hal itu karena cemburu anak Anda pacaran dengan adik saya. Itu kan kuncinya?” Husein baru sadar ternyata biar bagaimana pun Tria akan tetap terseret dan namanya juga akan terseret.


“Iya betul Pak,” kata Suryo. Tapi setidaknya Tria terseret bukan sebagai pelaku, nama anda aman.” Suryo akhirnya berupaya meredam ketakutan yang dihadapi oleh Husein.

__ADS_1


__ADS_2