BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
KEJUTAN PAGI HARI


__ADS_3

“Serius Dek?” tanya Fitri.


“Iya bener Mbak,” jawab Timah yang baru bercerita tentang hasil pertemuannya dengan Tria.


“Aku juga baru tahu itu,” kata Timah lagi.


“Makanya aku besok mau cek dulu pagi-pagi sebelum berangkat sekolah. Yang punya kita ada yang hamil nggak. Karena memang ternyata kehamilan kelinci itu nggak ketahuan. Buat orang awam, sulit mendeteksi. Nanti pas dia sudah bikin sarang dengan bulunya baru kita tahu mau melahirkan . Dan itu biasanya itu tinggal hari-hari terakhir. Maksimal 3 hari. Tapi biasanya malamnya langsung lahir. Mereka biasa melahirkan dini hari Mbak. Tidak pagi sampai malam,” jelas Timah.


“Owalah begitu,” Fitri baru tahu hal itu. Dia juga besok akan memperhatikan apakah kelincinya sudah bikin sarang atau belum.


“Justru itu, makanya aku penasaran banget,” ucap Timah.


“Sip lah semoga aja punya kita juga ada yang sudah hamil,” balas Fitri.


“Iya Mbak, semoga aja. Tapi kalau punya kita sudah hamil, takutnya bukan dari induk  jantan milik kita. Sudah terjadi pembuahan sebelum kita bawa ke sini,” kata Timah.


“Karena kan kita beli belum sampai 30 hari,” ucap Timah.


“Oh iya juga ya. Kemungkinan induknya bukan si hitam itu,” kata Fitri lagi.


“Iya. Kalau jenis mereka memang nggak nyampur karena di peternak asal juga dijaga keaslian ras. Tapi entah warna apa yang ada di indukan jantannya. Kalau memang kelinci kita sudah hamil mulai sekarang.”

__ADS_1


Pagi-pagi sekali Timah segera ke kandang kelinci dekat kandang kambing. Dia ingin memeriksa apakah indukan kelinci betinanya sudah hamil.


“Mbak! Mbak!” teriak Timah. Dia kaget karena di kandang kelinci sudah ada indukan yang mencopot bulunya dan ditumpukan bulu itu ada beberapa bayi kelinci.


“Kenapa Dek?” tanya Fitri. Dia bergegas datang ke kandang begitu mendengar teriakan adik iparnya tersebut.


“Boro-boro hamil Mbak,” kata Timah.


“Kalau enggak hamil kenapa kamu teriak?” tanya Fitri menghampiri adiknya.


“Malah sudah babaran kok,” kata Timah lagi. Babaran artinya melahirkan.


“Ealah kok malah wis babaran iki piye critone?” kata Fitri tak percaya mendapat kejutan seperti itu. Sejak kemarin dia memang tidak mengontrol kelinci tersebut.


“Aku tidak ngeh kalau itu tanda mau melahirkan,” ucapnya lagi.


“Ada berapa anaknya?” tanya Fitri.


“Ada lima Mbak. Tunggu aku ambil ponsel dulu,” jawab Timah sambil berlari ke kamarnya.


“Dan sepertinya indukan jantannya bukan si hitam, karena ini anakannya belangnya coklat. Padahal induknya adalah coklat muda polos.”

__ADS_1


“Oh berarti induknya coklat tua polos mungkin ya?” tebak Fitri.


“Belum tahu juga aku. Tapi itu mayoritas anaknya belang coklat,” kata Timah.


Gadis itu langsung membuat video juga foto. Dia kirimkan pada Tria dan Satrio.


“Pagi-pagi malah dapat kejutan ini di kandang!” itu narasi di video yang Timah kirim untuk Satrio dan Tria. Tentu saja Satrio dan Tria kaget bercampur bahagia.


“Berarti waktu kamu beli itu sudah hamil ya Dek?” kata Satrio yang langsung menelepon Timah.


“Sepertinya begitu Mas. Wong aku beli kan baru tiga minggu,” jawab Timah.


“Iya juga ya. Kan kehamilan kelinci sekitar 30 sampai 35 hari,” kata Satrio.


“Ada berapa anakannya?” Tanya Satrio lagi.


“Ada lima Mas, lucu-lucu,” jawab Timah.


“Katanya kan nggak boleh dipegang nanti induk betinanya marah,” ucap Satrio.


“Nggak apa-apa kok. Kan kemarin kita sudah baca yang penting induk jantannya kita pisahkan agar si betina tidak langsung hamil lagi dan tidak lemah kondisi tubuhnya. Tapi juga jangan sampai mereka tidak saling lihat agar rasa kasih sayang mereka tetap terjalin. Itu yang aku baca kemarin,” kata Timah.

__ADS_1


“Jadi sekarang jantannya kamu pisahkan?” tanya Satrio lagi.


“Aku campur dengan betina yang satunya. Kali aja dia membuahi betina itu karena betina yang sekarang melahirkan kan kemungkinan bukan dari jantan yang ada di rumah.”


__ADS_2