
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Yah aku mau bicara,” kata Yanto sudah ada di dekat kandang ayam di belakang rumah. Ketika Yanto masuk pintu depan tidak terkunci hanya tertutup, dia langsung mencari keberadaan orang di rumah ini tapi tak melihat siapa pun. Maka Yanto langsung ke belakang. Ternyata Suradi ada di belakang. Yanto yakin Fitri dan Erlina berada di kamar.
“Mau bicara apa?” kata Suradi lembut. Dia memang bukan tipe pemarah, sama seperti Yanto. Mereka lelaki yang lembut terhadap istrinya.
“Ada kesalahpahaman dengan Fitri Yah. Ini baru pertama kali terjadi sejak 7 tahun pernikahan kami. Dia marah besar dengan kesalahpahaman ini.” Yanto memulai topik yang akan dia bahas.
“Memangnya apa yang terjadi?” kata Suradi.
“Kemarin saat habis dari Klaten kami belanja Yah. Selain belanja keperluan dapur, su5u anak-anak juga diapers, kami belanja buat jagong bayi besok. Saat itulah Fitri izin ke toilet.”
__ADS_1
“Saat aku sendirian ada dua perempuan datang menegur, rupanya mereka itu teman waktu aku di SMP. Aku sendiri lupa siapa mereka. Akhirnya seorang bicara kalau temannya naksir aku sejak SMP. Bahkan waktu SMA nyari aku tapi enggak ketemu karena aku kan di kota dan aku bukan di SMA aku di STM. Dia nanya ke semua teman-teman SMA tentang keberadaanku.”
“Temannya juga cerita saat di kampus banyak yang naksir perempuan itu tapi dia enggak mau karena dia nungguin aku. Tapi demi Allah aku belum pernah ketemu dengan perempuan itu. Bahkan aku lupa siapa namanya.”
“Semua pengakuan temannya itu didengar oleh Fitri yang berada di belakang aku. Aku tahu Fitri juga mendengar saat aku mengaku sudah punya anak dua. Aku dan teman-teman itu juga sama sekali tidak tukeran nomor telepon.”
“Aku enggak ngerti sampai rumah Fitri mulai diam. Fitri bukan orang yang tipe seperti itu bila marah. Dia enggak bilang kenapa dia marah, dia cuma diam, diam dan diam. Bikin aku enggak bisa tidur.”
“Karena enggak bisa tidur aku buka iklan malam-malam dengan ponselku. Biasanya aku buka iklan itu pakai laptop di bengkel, enggak pernah pakai ponsel.”
“Paginya aku dengar Fitri bilang ke ibu bahwa semalam aku kencan dengan teman SMPku itu. Fitri bilang ke ibu bahwa aku saling berkirim pesan lewat ponsel itu yang terjadi tadi malam ya. Awal kejadian semua kisruh yang barusan terjadi.”
“Jam 02.00 siang tadi aku pergi lihat barang. Ini lihat aku minta lokasi orang yang pasang iklan,” Yanto memperlihatkan bukti bahwa dia menghubungi orang tersebut untuk minta di shareloc alamatnya.
“Di sana aku seperti biasa mengecek barang. Ternyata orang yang jual itu adalah pamannya teman SMPku si Aisyah atau Aisy. Demi Allah aku enggak tahu kalau itu mobil pamannya Aisy.”
__ADS_1
“Selesai tawar menawar yang belum deal, aku pulang. Sampai rumah aku enggak berpikir tukeran nomor juga sama Aisyah atau Aisy itu. Karena tak ada kepentingan apa pun.”
“Aku taruh telepon usaha di meja, tahu-tahu saat aku sholat Ibu ketok kamar, Fitri sudah kabur ke sini karena ada pesan seperti ini Yah,” Yanto memperlihatkan pesan yang diberikan oleh Aisy yang memberitahu tentang nomor teleponnya juga foto saat mereka berdua tadi.
“Demi Allah aku enggak janjian sama dia dan enggak pernah saling tukar pesan sebelumnya. Kalau kami saling tukar pesan bagaimana mungkin dia baru memberitahu bahwa itu adalah nomor teleponnya?”
”Yang dia hubungi adalah nomor telepon usaha, karena dia dapat dari pamannya. Sedang yang tadi malam aku pakai buat browsing adalah HP pribadiku yang ini. Kalau aku sudah chat dari malam sama dia, pasti enggak mungkin perempuan itu baru ngasih tahu nomornya kan Yah?” kata Yanto.
“Ayah sudah dengar dari sisi kamu, tapi Ayah belum dengar dari sisi Fitri, karena begitu sampai dia sudah menangis dan Ayah ambil Daanish dari tangannya. Lalu dia ditangani oleh ibu. Jadi Ayah belum bisa berkomentar apa pun. Ayah tidak akan memihak kamu atau pun Fitri. Ayah ingin berdiri di titik netral,” ucap Suradi.
“Iya, matur nuwun Yah. Yang penting aku sudah menyampaikan semua secara jujur. Bisa di kroscek kapan pun dan kemana pun. Aku benar-benar enggak punya niat untuk menduai Fitri. Aku ingat bagaimana kesulitan dia mengandung dan melahirkan. Itu adalah kesulitan seorang ibu. Kaau aku nyakitin Fitri itu sama aja aku nyakitin ibu dan Timah. Aku enggak akan mungkin melakukan hal itu,” kata Yanto.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
__ADS_1
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN yok.