
‘Hot news! Aku dan Iyok, mulai malam ini tinggal di rumah amang Gultom,’ Tria mengirim pesan itu pada Timah secara wapri, dia tidak mau di grup whatsapp “USAHA” yang beranggotakan Tria, Herry, Satrio dan Timah. Di group hanya membahas yang berkaitan dengan masalah usaha mereka saja. Itu sebabnya nama group adalah usaha.
‘Ada apa tanya?’ tanya Timah.
‘Ceritanya besok secara langsung saja kita ketemu di kandang. Bagaimana?’
‘Oke, jam berapa?’ tanya Timah
'Kita kumpul jam 10.00.' balas Tria
‘Kenapa di kandang? Kenapa nggak di rumahku saja? Besok aku mau pamer hasil masakan ayam masak nanas yang di request mas Iyok,’ usul Timah.
‘Oke, kalau begitu di rumahmu saja. Aku dan Satrio akan datang jam 10.00 sehingga aku melihat kamu masak,’ balas Tria. Dia belum membereskan kamarnya. Barang-barang yang di mobil amangnya belum datang. Tadi hanya dua kotak barang yang dia bawa dengan motornya. Mungkin amang dan budenya lama di rumah papanya. Atau mereka pergi makan dulu karena Tria yakin mereka tak mau makan di rumahnya saat sedang marah seperti itu.
__ADS_1
‘Kalau mau lihat masak ya dari jam 08.00 lah. Aku start masak kan jam 08.00,’ jawab Timah.
Besok adalah hari Jumat, jadi mereka belum sekolah. Hari Senin baru tahun ajaran baru dimulai.
‘Nanti kita ngerumpi saat para lelaki pergi jumatan,’ tulis Timah lagi.
‘Oke sambil nunggu mereka pulang jumatan kita ngerumpi, sekalian kita atur piring di meja makan ya,’ balas Tria setuju.
‘Oke.’ jawab Tria lalu mereka mengakhiri pengiriman pesan malam itu.
“Sampai seperti itu?” tanya Fitri tak percaya.
Rupanya Tria tidak sabar menanti sampai para lelaki pergi ke masjid untuk salat Jumat. Dia merasa di dapur tak ada orang selain mereka bertiga yaitu Fitri, dirinya dan Timah sehingga dia bercerita bagaimana kemarahan Satrio tadi malam karena papa kandungnya melecehkan dia dengan mengatakan kalau orang yang bawa bekal nasi ke sekolah adalah anak kere.
__ADS_1
Fitri hanya tergugu diam, dia tak menyangka nasib Tria dan Satrio sedemikian parah. Malah didiskredit oleh orang tua kandungnya sendiri. Jiwa mereka sangat tertekan. Untuk itu dia akan bicara pada suami dan ibunya agar terus mendukung dua anak tersesat ini. Sungguh kasihan nasib mereka.
Untungnya ada keluarga Gultom yang bisa merengkuh, kalau tidak mereka bisa tambah terpuruk dan untungnya lagi mereka mengalihkan hal-hal buruk itu pada sesuatu yang produktif sehingga tidak terjerumus seperti kakaknya yaitu ke narkoba dan perbuatan seksbebas tanpa pernikahan.
“Ingat ya, Mbak nggak ingin kamu berubah menjadi buruk kelakuannya. Mbak nggak ingin kamu lari ke hal-hal yang tidak baik seperti narkoba atau maaf seperti kakakmu mencari kepuasan badan seperti itu. Itu nantinya akan melukai dirimu sendiri dan seperti mas Yanto bilang, rekam jejak itu tidak bisa kalian hapus apa pun kondisinya. Walaupun kalian sudah tobat sekali pun orang di luaran sana tidak menerima tobat kalian. Sedemikian mudah mereka malah akan membully dengan foto-foto vulgar atau kelakuan buruk kalian sebelum kalian tobat. Orang di luaran sana semakin senang melihat sejarah masa lalumu yang kelam. Jadi jangan sampai kita menoreh masa lalu kelam di mana pun,” Fitri menasihati Tria tapi juga sekalian Timah.
“Iya Mbak aku mengerti, bahkan Satrio juga bilang kami punya panutan di sini. Kami punya keluarga hangat di sini. tidak seperti di keluarga kandung sendiri. Itu artinya kami sangat menyayangi keluarga ini dan tak akan mengecewakan. Kami tak ingin melanggar apa yang Mbak Fitri, ibu, ayah dan mas Yanto ajarkan di sini,” jawab Tria sambil mengupas bawang putih untuk bumbu tempe goreng.
“Ya kalau kalian butuh kapan pun kalian bisa curhat pada kami. Jangan curhat pada orang lain karena nanti akan diarahkan ke sesuatu yang buruk. Itu tidak baik,” balas Fitri.
“Belum tentu yang kamu anggap baik, memberi solusi yang baik. Lebih baik yang bicara apa adanya seperti Mbak. Tidak pura-pura baik padahal menjerumuskan,” ucap Fitri. Karena banyak juga yang manis di bibir padahal jalan yang mereka beri adalah penyesatan. Itu yang dialami Eka, diberi mulut manis akhirnya terjerumus.
“Iya Mbak, dan terima kasih atas supportnya pada aku dan Satrio. Kami benar-benar beruntung. Aku bilang kemarin kepada Satrio ada hikmah dibalik sesuatu yang Allah tetapkan. Allah menetapkan aku tersangkut pada masalah Herry dan Totok, ternyata hikmahnya adalah aku bertemu dengan Timah dan Mbak Fitri sehingga aku bisa punya pelampiasan positif.”
__ADS_1