
Sehabis pulang sekolah, Herry langsung berganti pakaian dan membersihkan diri. Dia langsung pamit pada Gendis akan mengurus masalah tambaknya.
“Digenahi sing bener Nang,” kata ibu Gendis pada Herry. Dia bilang cari info sampai jelas.
“Aku nggak masalah soal kerugian Bu. Aku hanya ingin tahu motivasi dia apa bikin aku rugi seperti ini?” kata Herry.
“Apa kamu selama ini curang di harga jual sehingga ada yang tak suka padamu?” tanya Gendis.
“Nggak Bu. aku jual sesuai dengan harga pasaran. Tidak pernah satu kali pun aku lebih rendah dari semua petani di sini. Padahal kalau aku mau aku bisa lebih rendah. Sangat jauh lebih rendah karena biaya operasionalku lebih sedikit. Tapi aku tidak mau melakukan itu karena nanti pasti aku dibenci oleh para petambak,” jelas Herry.
__ADS_1
“Bagaimana pak Raharjo? Sudah bikin laporannya?” tanya Herry di tambak miliknya.
“Sudah mas Herry. Ini laporan ke kantor desa dan ini laporan ke kantor polisi,” kata Raharjo memberikan satu buah map berisi berkas tentang pelaporan kejadian dini hari tadi.
“Dan ini hasil penelitian sementara dari penyuluh peternakan, bahwa semua ikan dan belut itu masih bisa dimakan karena bahan yang digunakan itu bukan racun mas Herry, tapi dari tumbuhan alami sehingga ikannya itu pada pingsan dan mengambang belum mati. Tapi nanti pun kalau dia kembali sadar tidak bisa sehat seperti dia kalah jadi mendingan diberikan pada orang aja tadi juga saya bawa ke ibu Gendis. Ibu Gendis meminta saya bagikan ke tetangga. Dan surat ini sudah di buat copy jadi para penerima tak perlu ketakutan.
“Baik Pak Raharjo. Tenang aja. Yang salah pasti ketahuan kok. Siapa pun itu kalau sudah jelas salah tentu tidak akan saya bisa bela. Selama belum terbukti saya masih berpikir jernih aja,” kata Herry.
“Yang masih sehat sudah dipindah ke kolam lain Pak?” tanya Herry.
__ADS_1
“Sudah mas Herry, sesuai dengan petunjuk mas Herry tadi yang masih selamat saya langsung pindahkan ke kolam lain. Dan sekarang itu kolam yang tadi sedang diproses untuk dikeringkan,” jelas pak Raharjo.
“Baik insya Allah nggak apa-apa kok. Kita nggak akan rugi. Kalau pun rugi sedikit Allah pasti akan ganti lebih. Bahaya bagi orang yang membuat saya rugi karena kerugiannya bukan hanya terjadi sekarang. Dia akan selamanya rugi. Kalau ketahuan tidak ada kepercayaan orang lain dan yang kedua pasti otomatis dia tidak bisa bekerja di mana pun karena namanya sudah jelek sehingga kalau dia nggak bisa kerja di mana pun tentu aja anak istrinya nggak ada income. Jadi kalau saya diginiin saya nggak masalah,” kata Herry.
Herry melihat juga kolam patin milik Pak Budi
“Baik saya pamit dulu ya Pak Raharjo, kalau ada petugas dari penyuluhan atau dari kepolisian atau apa yang ingin ketemu saya kasih aja nomor saya nggak apa-apa. Kecuali pas saya sekolah, pasti saya tidak bisa tapi kalau hari lain saya tetap akan kooperatif.”
“Iya tadi saya cantumkan kok di laporan nomornya mas Herry. Karena pemiliknya kan atas nama mas Herry. Jadi nanti kalau mereka butuh mereka akan langsung menghubungi mas Herry, bukan saya,” jelas Raharjo.
__ADS_1
“Oh ya, terima kasih,” jawab Herry.