
Riani Listyowati, ibunya Fitriani kaget mendengar cerita Husein suaminya bahwa kemungkinan besar polisi akan menyidik Tria berkaitan dengan kasus rusaknya tambaknya Herry
“Kenapa Tria yang dijadikan sasaran penyidik?” tanya Riani bingung.
“Ternyata anak kita itu sudah berkali-kali ditolak oleh pemilik tambak. Jadi polisi mengira karena penolakan itu maka Tria yang membuat kerusakan di tambak tersebut.
“Memangnya anak kita suka sama orang tua? Seorang pemilik tambak?” kata Riani bingung.
“Pemilik tambak ini memang anak yang super hebat. Sejak SMP dia sudah punya tambak dan tidak tanggung-tanggung dia punya 5 tambak. Itu yang bikin anak kita jatuh hati. Bukan karena hanya tampannya, tapi karena tanggung jawab dan segala macam aspek dari lelaki tersebut.”
“Apa? Sejak SMP sudah punya usaha?” Riani memastikan dia tak salah dengar info tentang pemuda yang membuat putrinya tergila-gila.
__ADS_1
“Itulah! Anak kita bukan naksir orang karena hartanya atau wajahnya, tapi karena etos kerjanya. Dan Papa suka itu. Papa tidak melarang Tria naksir dia, Papa malah akan dukung. Tapi yang Papa dengar, anak ini tidak mau pacaran sampai dia lulus kuliah. Dia ingin membaktikan ijazahnya pada orang tua dan kakaknya kalau dia bisa berhasil.”
“Papa sudah selidiki. Anak ini ternyata ingin lulus kuliah karena ingin memberikan keberhasilan menjadi sarjana itu kepada kakaknya. Dulu kakaknya tidak bisa kuliah bukan karena tidak ada biaya tapi kakaknya sengaja fokus pada mencari makan buat adik-adiknya juga ibunya yang janda sejak kakaknya STM. Jadi kakaknya benar-benar fight berjuang untuk hidup sejak kelas 1 STM. Kakaknya cari makan juga cari biaya berobat ibunya dan biaya sekolah mereka semuanya.”
“Wah kakaknya hebat banget,” Riani mengagumi tokoh yang diceritakan suaminya.
“Itulah yang Papa suka. Ternyata si adik ini yang bernama Herry ingin mempersembahkan ijazah sarjananya kepada sang kakak yang tidak sempat kuliah karena memikirkan adik-adik dan ibunya. Jadi ketika Tria memberi perhatian cinta dia tidak mau. Berkali-kali dia menolak Tria, bukan karena tidak suka terhadap anak kita, tapi dia punya fokus yaitu ingin berhasil kuliah.”
“Jadi kalau seandainya kita menunjang mereka untuk berhubungan sampai mereka selesai kuliah pasti Herry itu mau sama Tria.”
“Pengacaranya Herry bilang kalau kita bisa mencari siapa sebenarnya dalang yang merusak tambaknya Herry, anak kita lepas dari penyidik. Itu yang Papa sedang pikirkan siapa yang bisa membantu kita untuk melepaskan Tria dari jeratan hukum yang kemungkinan akan disasarkan oleh polisi.”
__ADS_1
“Kenapa nggak minta Abang Gultom buat bantu kita?” Riani mengusulkan sebuah nama.
Abang Gultom adalah kakak iparnya Riani seorang pengacara yang sangat hebat dengan banyak detektifnya karena dia selalu menangani kasus-kasus pelik.
“Ah benar, kita minta tolong Abang Gultom saja. Kita ceritakan semuanya,” kata Husein pada Riani.
Riani langsung menghubungi kakak iparnya dan minta waktu bertemu. Urusan seperti ini tentu tidak bisa by phone.
“Nggak bisa lebih cepat Bang?” pintar Riani karena kakaknya bisa bertemu satu hari setelah lusa.
“Kalau kamu mau ketemu malam ini bisa. Tapi sekarang aja udah jam 08.00 masa kamu mau sampai sini jam 10.00 malam?” kata Gultom.
__ADS_1
“Nggak apa-apa Abang. Kalau Abang mau menerima kami jam 10.00 malam, kami tetap meluncur sekarang,” kata Husein yang tidak mau membuang waktu 3 hari.
“Ya sudah, Abang tunggu sekarang.” kata Gultom.