
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
"Serius Nang?" Gendis tak percaya ketika Bambang menceritakan semua.
"Iya Bu serius, itu permintaan Pak Suradi beliau malah sudah menyiapkan penghulu besok pagi di rumah sakit. Jadi malam ini juga kita akan berangkat ke sana."
"Adik-adik-mu piye?" Gendis bingung kalau harus meninggalkan dua anaknya sendirian di rumah.
"Ajaklah Bu. Masa mas-nya menikah mereka enggak datang," kata Bambang.
"Biarkan aja mereka ikut," lalu mereka pun berkemas membereskan baju untuk esok hari. Mereka juga membawa baju terbaik mereka untuk akad nikah besok.
\*\*\*
"Kalian jangan keluar-keluar ya. Kamar Mas cuma segini, nanti ganggu mbak-mbak di sini kalau kalian keluar-keluar. Itu kamar mandinya. Kalau enggak kuat angin, ini buat matikan kipas angin. Tarik aja." Bambang langsung pulang ke kamar kost agar ibu dan adik-adiknya istirahat.
"Mas nggak punya tempat lagi. Jangan nakal ya," Bambang berpesan pada Herry dan Timah.
"Kamar Mas ini juga lebih gede kan dari kamar kita di rumah." jawab Timah dengan polosnya.
Memang kamarnya Bambang untuk ukuran lebih besar dari kamar mereka di kampung. Dan sejak dulu ada kipas angin di dinding yang menyalakan nya dengan menarik tali.
__ADS_1
"Ya udah Mas kembali ke rumah sakit ya."
Pagi-pagi sekali Erlina, Fitri dan Bambang sarapan lalu mereka bersiap untuk pulang ke rumah mengambil baju ganti yang sudah dipersiapkan oleh sepupunya Fitri yang dipesankan Erlina belanja.
"Mbang, Sekalian bawa baju ibu dan adik-adikmu. Tadi sudah diantar sarapan buat mereka oleh mbok Darmi. Habis itu kita langsung berangkat aja. Kamu dan ibumu pakai mobil mbak Fitri. Ibu dan Fitri biar pakai mobil bapak dengan sopir," Erlina mengatur agar semua siap. Dia masih menyebut Fitri dengan awalan MBAK buat Bambang.
Bambang mampir ke rumah besar untuk mengambil baju untuk ibu dan adik-adiknya juga baju untuk akad nikahnya. Bambang benar-benar tak percaya dia akan menjadi suaminya Fitri.
Sejak Bambang STM dia mencintai Fitri diam-diam. Tapi tak berani mengharapkan lebih. Dia tidak berani berharap lebih karena dia sadar diri bahwa dia hanya anak kost miskin, jadi Bambang seperti pungguk merindukan bulan.
"Ini maharnya Pak, tambahkan dengan cincin emas lima gram selain yang tertulis tadi," semalam dari rumah sakit Bambang menyempatkan diri mampir ke toko emas.
Bambang tak mau mahar pun disiapkan! Harus ada yang murni dari dirinya sendiri. Karena itu adalah bukti jati dirinya sebagai laki-laki. Sebagai suami.
Erlina, Fitri dan Suradi langsung bisa menilai kalau Bambang tak mau disepelekan.
Bambang tak mau dianggap menerima Fitri bulat-bulat tanpa modal apa pun, ketika melihat Bambang menyerahkan sebuah cincin emas 5 gr. Cincin yang pas di tangan Fitri, karena semalam saat akan pamit Bambang memegang jemari Fitri untuk memperkirakan ukuran jari calon istrinya. Fitri malah tak sadar kalau itu dilakukan Bambang untuk ukur jari manisnya.
Pak Suradi tadi sudah izin pada perawat bahwa akan ada akad nikah anaknya di rumah sakit sehingga dokter memberi izin. Lalu acara pernikahan pun dimulai.
__ADS_1
Tak ada tamu selain bude dan pakde serta kakak sepupu Fitri di acara pernikahan tadi.
Sopirnya Suradi juga menjadi saksi pernikahan itu. Nanti resepsi atau tepatnya syukuran akan dilakukan bila Suradi sudah sehat.
\*\*\*
"Kamu pulang aja sana," Bambang memerintah istrinya pulang bersama kedua adik serta bu Erlina saat pak penghulu sudah pulang.
"Mas enggak apa apa?" Tanya Fitri. Dia mulai memanggil Bambang dengan panggilan Mas.
"Enggak apa apa. Biar aku tunggu ayah sendirian seperti biasa," ucap Bambang. Dia pun membiasakan menyebut Suradi ayah, bukan bapak seperti saat masih belum menjadi menantu pak Suradi.
"Ayok kita kembali ke rumahnya Mbak," ajak Fitri pada Timah.
Tak ada malam pertama pada pasangan pengantin baru ini.
Fitri akan tidur di rumah, dia pulang dengan ibunya Bambang dan adik-adiknya juga dengan Bu Erlina.
Sore hari kedua adik dan ibunya Bambang diantar pulang oleh sopirnya pak Suradi. Bambang sendirian di rumah sakit menjaga mertuanya.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul CINTA DITOLAK DUKUN SANTET BERTINDAK yok
__ADS_1