
Yanto membaringkan tubuhnya di sisi Fitri. Lelaki tersebut memeluk istrinya dengan lembut. Lalu seperti menidurkan kedua Putra mereka Yanto mengusap-usap kening Fitri agar cepat terlelap. Tak ada kata-kata manis apa pun untuk istrinya karena dia takut salah ucap. Apalagi cium manis seperti biasa yang mereka lakukan menjelang mereka tidur.
“Mas tidak mau cerita tentang Tini?” pancing Fitri mencoba mengungkit permasalahan mereka.
“Tidak ada yang perlu Mas bicarakan. Toh sejak awal kamu sama sekali tidak mau mendengar apa yang terjadi selama ini. Jadi sudah tak usah dibahas lagi. Mas tidak ingin sama sekali membahas itu. Terserah apa yang kamu inginkan. Tapi Mas tak akan pernah membahasnya.” balas Yanto.
“Tapi aku perlu penjelasan Mas,” desak Fitri.
“Sekarang sudah tak ada yang perlu dijelaskan lagi. Kamu juga sudah lihat kejadian sebenarnya di CCTV bengkel,” jawab Yanto tegas.
__ADS_1
“Kalau soal kejadian di TU sekolah kamu silakan aja dengarkan orang-orang bercerita, tak usah tanya dari versi yang Mas rasakan dan Mas lakukan. Cukup pembahasan masalah ini, kalau kamu tidak mau berhenti Mas keluar,” ucap Yanto tegas tapi pelan. Tak membentak.
“Jadi Mas marah banget kan?” tanya Fitri sedih minta kepastian suaminya.
“Tidak Mas cuma tidak mau bahas itu lagi. Kalau kamu mau bahas itu Mas keluar. Mas tidak marah. Hanya tak mau bahas hal itu sama sekali,” jelas Yanto.
Maka Fitri pun diam, dia tak mau mengungkit sesuatu yang tak disukai oleh suaminya. Fitri mendekap erat suaminya dengan tangan kirinya yang masih di-gips, dia merapatkan tubuhnya mencari kehangatan cinta suaminya yang sudah pudar gara-gara kelakuannya dia sendiri.
“Sudah berapa kali Mas bilang jangan pernah berkata seperti itu. Tak ada yang perlu dimaafkan dan tidak ada lagi yang perlu dibahas. Mas akan ikuti apa pun kemauanmu, dengan satu syarat. Kamu tidak pernah boleh ingin membahas masalah ini. Itu saja,” jelas Yanto.
__ADS_1
“Kenapa?”
“Tidak ada alasan apa pun. Mas tidak ingin membahasnya. Mas terlalu sakit,” akhirnya Yanto bicara apa yang dia rasakan.
Yanto tak suka tuduhan yang sangat dia benci karena seakan dianggap dia tukang selingkuh. kalau masalah Yani dulu dia dituduh tak apa-apa. Karena memang dia melakukannya dengan sadar atau tidak sadar dia telah mengambil langkah yang salah ketika menikahi Yani.
Saat dengan Yani pun awalnya Fitri tidak mau mendengar cerita versi Yanto sehingga membuat Yanto kecelakaan. Dengan Tini, Fitri kembali tak mau mendengar penjelasan apa pun sehingga Yanto terlanjur sakit hati karena Fitri selalu seperti itu. Tak mau mendengar dari pihak lain. Hanya mau mementingkan egonya sendiri. Dan Yanto tidak bisa lagi mentolerir itu
Seperti kemarin Yanto terlelap lebih dahulu, Fitri malah yang tak bisa tidur sama sekali. Memang kesalahannya cukup fatal yaitu tak mau mendengar penjelasan suaminya.
__ADS_1
Seharusnya ketika di rumah pun dia mau mendengarkan kejadian yang sesungguhnya sehingga dia masih bisa bersikap wajar ketika melihat Tini ada di bengkel, sama seperti ketika mereka berdua menghadapi Aisy di bengkel.
Karena cemburu yang teramat besar akhirnya Fitri malah menutup celah untuk Yanto bicara. Sampai tengah malam baru Fitri bisa terlelap.