BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
SURYO MELEPAS ANAK PANAH


__ADS_3

“Aku nggak ngerti sama pola pikir pengacara yang Mbak Fitri minta bantu deh kenapa kok tuduhannya ke Tria ya?” kata Herry sore ini tanda Fitri dan Yanto yang sedang duduk santai bersama anak-anak di teras belakang. Mereka melihat anak-anak itik yang baru dibeli oleh Timah.


Timah membeli 20 ekor anak itik untuk tambahan ternak di kandang miliknya. Sengaja di samping kandang kambing ditambah untuk itik oleh Timah.


“Kamu kata siapa Tria dijadikan tersangka?” tanya Yanto.


“Bukan dijadikan tersangka sih, maksudnya ada kemungkinan dia yang akan disidik polisi sebagai tersangka. Begitu yang aku dengar dari Tria, tadi dia bilang kemungkinan akan seperti itu karena prediksinya polisi Tria itu sakit hati akibat penolakan cinta dari aku berkali-kali,” kata Herry.


“Mas juga nggak tahu dapat dari mana itu kan asumsi polisi jadi nggak salah dong. Kamu marah Tria akan disidik? Kamu suka ama dia kan?” Yanto malah mendesak Herry.


“Mas mungkin ini yang Bu Nurbaiti bilang, Suryo nembak lewat Tria,” bisik Fitri pada suaminya.

__ADS_1


“Bisa jadi Ma, sudah kita tenang aja. Biar Herry ikut kebingungan sendiri,” kata Yanto.


Ditekan dengan pertanyaan kalau dia suka pada Tria, Herry malah menghindar. Dia tak benci Tria, tapi juga tak cinta. Hanya sekadar kasihan saja bila perempuan itu dijadikan tersangka, karena Herry yakin pelakunya Totok, bukan Tria.


Yanto dan Fitri juga baru dengar asumsi ini dari Herry rupanya Tria dan orang tuanya yang kebakaran jenggot sehingga nanti mereka akan bergerak cepat dan tentu saja pelakunya akan semakin aman merasa tak akan mungkin menjadi tertuduh.


“Untung kita nggak menyelidiki sendiri ya Mas,” kata Fitri.


“Ya semua orang pasti berpikir kejadian tersebut akibat dari persaingan bisnis, nggak ada yang berpikir hal lain,” jawab Yanto.


“Saya tidak terima tuduhan ini,” kata Husein ayahnya Fitriani.

__ADS_1


“Saya tidak menuduh Pak. Saya hanya memberitahu kemungkinan kemungkinan Pak. Bukan saya menuduh!”


“Anak Bapak bisa terseret dalam masalah ini karena Herry sudah beberapa kali menolak, jadi karena penolakan itu anak Bapak sakit hati lalu dia membuat kejadian dengan memerintah orang untuk merusak tambaknya Herry. Itu kemungkinannya bisa terjadi kan Pak?” kata Suryo.


“Kalau Bapak tak ingin anak Bapak terseret dan memang anak Bapak benar-benar bersih,  Bapak tenang saja. Tak perlu ketakutan. Atau Bapak harus mencari tahu sebenarnya siapa yang membuat kemungkinan Tria menjadi tersangka. Kalau bapak bisa membuktikan bahwa anak Bapak tidak bersalah, tapi ada si A yang bersalah itu baru Bapak melindungi anak Bapak. Kalau sampai sekarang indikasinya ke anak Bapak, karena sudah ditolak cintanya oleh Herry,” kata Suryo.


Ini yang Bu Nurbaiti bilang Suryo itu licik dia membidik orang dengan tangan orang lain bukan dengan tangannya tentu saja Husein kalang kabut. Dia akan cari siapa biang kerok yang membuat anaknya kemungkinan jadi tersangka!


“Baik saya akan upayakan cari siapa yang membuat anak saya bisa dijadikan tersangka merusak tambak adik kelasnya tersebut,” jawab Husein geram. Dia tentu tak ingin anaknya mengalami kesulitan karena masalah ini.


“Ya Pak, jangan kelamaan. Takutnya anak Anda sudah di seret lalu nama anda akan cemar sebagai pejabat di departemen keuangan sini. Kalau ketahuan wartawan bisa bahaya, walau nanti akhirnya terbukti anak anda tidak salah. Tetap saja nama Anda sudah pernah cemar. Itu tidak baik buat karir Bapak,” kata Suryo lagi.

__ADS_1


“Sekarang saya mohon pamit Pak, karena saya masih akan mengejar bertemu orang lain yang dari kasus yang lain.”


__ADS_2