BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
MENANGIS BERSAMA


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sehabis makan siang Fitri pun dipindah menjadi satu ruangan dengan Yanto, ruang VIP yang dibuat khusus untuk 2 pasien.


Ada bed penunggu, juga ada kulkas dan sebagainya benar-benar ruangan yang nyaman untuk ditinggali. Tapi siapa pun tentu tidak ada yang mau tidur dirawat, lebih enak tidur di rumah sendiri walau pun rumah sederhana.


“Kalian tidur aja dulu istirahat. Itu ada tempat tidur buat penunggu cukuplah kalau berbaring dempet 3 orang,” Kata Erlina.


“Kami tidur di mobil aja nanti,” jawab Herry. Lelaki kecil ini paling tidak mau meninggalkan Yanto yang sedang sakit.


“Mas usaha kita membuahkan hasil. Kita akan punya anak Mas. Umur calon anak kita sudah 7 minggu. Mas bangun ya? Katanya kita mau rawat anak kita. Mas bangun ya?” bisik Fitri tak jemu-jemu tiap dia berdua bersama Yanto.


“Bangun Mas,” ucap Fitri sambil mengusap rambut didahi Yanto. Fitri juga menyisiri alis Yanto dengan telunjuknya seperti kebiasaannya bila dia sedang tidur bersama Yanto dan Fitri menggoda suaminya. Karena Yanto akan balas menyerang bila alisnya disisiri dengan telunjuk Fitri.

__ADS_1


“Bangun Mas, aku dan anak kita menunggumu,” kata Fitri lagi. Saat ini semua sudah pulang. Tadi Fitri bilang mereka tidak perlu dijaga malam.


 Walau Fitri harus bedrest tapi sesekali dia masih bangun untuk ke pembaringannya Yanto. Fitri lebih sering tidur di sisi Yanto.


Tak terasa sudah dua minggu Fitri menginap di rumah sakit sebagai pasien. Besok dia sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah baik. Tapi tetap diminta agar dia lebih banyak tidak bergerak atau bedrest.


“Yah, aku enggak ingin pulang. Biarlah aku tetap di sini walau tidak menjadi pasien, tapi tetap menjaga Mas Yanto,” pinta Fitri pada ayahnya.


“Enggak bisa, kamu sedang hamil kamu harus pulang,” kata Suradi.


Itu memang terjadi karena beberapa kali Yanto dibawa keluar periksa ke ruang CT Scan atau di bawa ke luar ruang sedang Fitri tak boleh ikut karena sedang hamil. Maka saat itu Fitri akan langsung mual dan muntah hebat.


Tentu saja Suradi bingung, status Fitri besok sudah bukan pasien lagi. Tak mau di salahkan Suradi akhirnya diskusi dengan Gendis dan Erlina.


Gendis dan Erlina mengerti bagaimana keinginan ibu hamil akhirnya mereka menyetujui Fitri tetap di sana dengan catatan suplai makanan dan segalanya terus dipenuhi selama pagi, siang, sore, dan malam. Akan ada orang yang terus datang untuk mengantarkan makanan apa yang diinginkan oleh Fitri.


Tak mungkin Suradi dan Erlina terus-menerus datang sepanjang hari, mereka akan datang bergantian. Kalau hari Senin Gendis yang datang, maka Selasa Erlina,  Rabu Suradi. Begitu seterusnya selama Fitri berjaga di ruang rawatnya Yanto.

__ADS_1


Sekarang sudah hari ke-20 karena memang Fitri masuk dirawat itu setelah Yanto empat hari di rumah sakit.


“Mas kamu belum mau bangun ya? Kamu marah ya sama aku, karena aku enggak mau ketemu kamu waktu kamu ke rumah? Kamu marah ya sama aku jadi kamu enggak mau bangun-bangun?” bisik Fitri sambil terus menciumi wajah suaminya yang pagi tadi habis dia bersihkan jenggotnya.


“Bangun Mas. kita punya anak loh. Masa aku sendirian kalau pergi periksa? Minggu depan aku mau periksa hamil, harusnya kan sama kamu. bangun ya Mas,” ajuk Fitri ditelinga Yanto.


Tak sengaja Fitri melihat ada tetes air, di sudut mata Yanto. Fitri tidak menghapus dengan jemari atau dengan tissue. Dia menghapus dengan bibirnya, dia kecup air di sudut mata Yanto.


“Bangun ya Mas, temani aku periksa ke dokter. kita lihat perkembangan bayi kita di layar monitor. Bangun ya Mas. Kalau Mas cinta aku, bangun! Aku nungguin Mas bangun,” kata Fitri.


Air mata kembali jatuh di sudut mata Yanto, Fitri menciumnya sambil juga menangis. Fitri lupa dia tak boleh terlalu sedih atau terlalu bahagia karena bisa berpengaruh terhadap kesehatannya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY yok


__ADS_1


__ADS_2