
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
Hari ini Yanto pulang dari Bogor seperti biasa, tapi Fitri melihat Yanto seperti orang yang sangat sakit. Bila didekati wajah ketakutan dan gemetaran. Fitri tak tahu apa yang terjadi dengan suaminya. Yang dia tahu Yanto hanya diam, diam dan diam.
Bila ditegur pun lebih banyak diam. Fitri bingung ada apa dengan suaminya sedang dia tidak mengenal rekan-rekan suaminya untuk bertanya persoalan yang membuat suaminya berubah perangai sejak pulang malam ini.
‘*Ada apa ya sama Mas Yanto, kok jadi begini apa dia melakukan kesalahan di PO sehingga diberi sangsi yang berat buat dirinya*?’ banyak tanda tanya menghampiri benak Fitri.
Malam ini pun Yanto tak minta jatah vitamin seperti biasa sehabis dia pulang dari Bogor. Fitri yakin itu akibat sangsi kantornya membuat Yanto tak bergairah lagi.
Fitri pun berupaya melupakannya, satu minggu Yanto masih tetap seperti itu. Seperti merasa ketakutan. Dan pernah satu malam Yanto mimpi buruk dan berteriak ENGGAAAAAAAAAAAAAAAAK, sehingga Fitri dan Yanto sama-sama bangun.
“Ada apa Mas kamu kayak seperti ketakutan. Kamu seperti tertekan. Ceritakan semua padaku Mas,” bisik Fitri setelah dia memeluk suaminya. Dia berikan air putih yang tersedia dekat ranjang mereka.
“Enggak Yank, aku enggak apa apa. Enggak aku enggak apa apa. Aku enggak apa apa,” begitu Yanto berkata sampai tiga kali.
__ADS_1
“Maafin aku ya Yank, maafin aku,” Yanto langsung memeluk Fitri mengecupi wajah istrinya dan menangis. Fitri semakin bingung. Ada apa dengan suaminya?
Akhirnya Fitri terbiasa dengan kediaman yang suaminya, sedikit-sedikit Yanto sudah mulai bicara tapi tidak seperti dulu lagi. Yanto seperti menjauh karena ada sesuatu yang salah. Fitri bingung ada apa. Dia hanya bisa berbagi dengan Gendis. Dia tak berani cerita dengan Erlina.
“Mas besok jangan lupa ini diminum ya,” kata Fitri memberikan satu klip obat yang harus diminum selama Yanto perjalanan ke Bogor tiga hari. Yanto hanya diam.
“Mas, Mas jangan lupa diminum.”
Satu bulan kemudian Yanto masih tetap seperti itu. Fitri pun bingung Ada apa dengan suaminya.
Bulan kedua dan ketiga Fitri mulai merasakan keanehan. Bukan keanehan dalam tingkah laku saja, tetapi uang tabungan Yanto sekarang hanya bertambah dari gaji yang selama ini memang rutin tak pernah dikutak kutik. Sekarang tak ada lagi uang sisa operasional yang Yanto setor ke tabungan usaha. Padahal selama ini Yanto tidak beli tambahan apa apa.
Biasanya ada sisa untuk di tabung dan masih tetap membeli sesuatu barang untuk di rumah atau juga membeli sesuatu untuk di dapur.
__ADS_1
Dua bulan ini sudah tidak ada belanjaan dari Yanto sama sekali. Fitri tidak menegur, dia hanya membatin ke mana uang yang Yanto dapatkan di luar uang gaji yang selama ini bisa digunakan buat dapur dan tambahan tabungan?
Fitri tetap rutin membayar uang sekolah adik-adik juga uang berobat ibu walau Yanto tak memberi sedikit pun buat belanja makan mereka. Uang pribadinya masih sangat berlebih.
Malam ini Fitri meletakkan struk pengecekan ATM, tabungan buku usaha serta kartu ATM di meja makan.
“Yank, ini kenapa taruh di sini?” tanya Yanto bingung karena Fitri sengaja meletakkan kartu ATM dan buku rekening di meja makan.
“Aku cuma aneh aja. Dua bulan ini kenapa Mas enggak pernah ada sisa operasional yang dimasukkan ke tabungan. Memang uangnya buat belanja apa aja?” tanya Fitri. Yanto diam. Dia serba salah.
“Karena dua bulan ini aku enggak banyak order lain selain nyetir. Jadi aku enggak dapat uang montir, uang tips juga habis. Yang ada hanya uang makan. Ya habis lah namanya uang makan,” jawab Yanto dengan ter tunduk tak berani menatap wajah istrinya.
“Oh gitu jadi karena enggak ada uang bengkel atau uang montir sama uang lain cuma ada uang makan aja. Baiklah,” jawab Fitri sambil mengambil buku tabungan serta kartu ATM dia simpan kembali di lemari tempat Yanto meletakkan sejak awal.
Yanto kalau kabut karena ternyata Fitri mengecek buku tabungan nya yang tidak bertambah seperti biasanya. Tapi mau bagaimana lagi. Yanto bingung sendiri harus memulai berkata pada Fitri kalau dia sudah terjebak oleh pukat harimau.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA yok
__ADS_1