BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
DALANG PEMBUAT PIKIRAN YANTO KACAU


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Yank, barusan Mbok bilang ada tamu dari Bogor ,” Yanto memberitahu istrinya saat dia akan ke kamar mandi gantian dengan Fitri.



“Siapa Mas?” tanya Fitri. Kata Bogor merupakan trauma untuk dirinya. Bukan pada kota itu atau penduduk kota Bogor yang ramah dan manis. Tapi pada sosok seorang perempuan yang telah tega membuat suaminya target penipuan.



“Mas belum tahu. Mas belum keluar. Mas mau salat dulu. Dan nanti kalau pun Mas keluar nemuin mereka, Mas tidak akan sendirian. Mas akan minta ayah menemani Mas agar ada bukti dan saksi apa yang Mas lakukan dan Mas katakan.”



“Mas minta kamu tenang aja di dalam, tak perlu keluar. Kamu tak perlu stress. Kamu baru melahirkan, enggak usah mikir terlalu berat. Cinta Mas cuma buat kamu dan Daffa. Tak ada yang bisa menggantikan kalian,” kata Yanto lalu dia pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri juga sekalian wudhu.



“Fit,” Panggil Erlina dari balik pintu kamar putrinya.



“Iya Bu,” Fitri bergegas membuka pintu kamarnya.



“Mbok bilang ada tamu katanya dari Bogor. Apa Yanto sudah nemui mereka?” tanya Erlina yang baru masuk begitu pintu dibukakan oleh Fitri. Biarpun itu kamar anaknya dia tidak berani masuk bila pintu belum terbuka.



“Mas Yanto bilang si mbok ngasih tahu, tapi Mas Yanto juga belum keluar. Mas Yanto tadi bilang dia mau mandi dan sholat dulu Bu. Lalu nanti Mas Yanto keluar bersama ayah. Mas Yanto enggak mau keluar sendirian, begitu yang mas  Yanto bilang sebelum dia mandi,” jelas Fitri.



“Yo wis,  berarti Ibu bilang ayah aja ya biar nemani mas mu ya,” Erlina tenang karena Yanto sudah memutuskan akan minta suaminya sebagai teman bicara dengan tamunya.


__ADS_1


“Iya Bu, kalau Ibu mau bilang ke ayah ya alhamdulillah. Karena Mas Yanto nanti juga akan bilang ke ayah minta ditemani Mas Yanto enggak mau salah langkah lagi seperti dulu saat dia sendirian ngadepin orang Bogor,” jelas Fitri.



“Nanti kalau Yanto sudah selesai suruh ketemu ayah di ruang tengah aja. Karena tamunya masih di ruang tamu kok, di teras.”



“Ibu bagaimana sih? Di teras apa di ruang tamu?” Fitri ingin kepastian.



“Wah Ibu juga belum cek dia di ruang tamu atau masih di teras luar. Simbok hanya bilang di depan. Pokoknya temuin ayah aja di ruang tengah nanti biar Yanto yang bicara dengan ayahmu.”



“Iya Bu, nanti kalau mas Yanto sudah selesai salat. Karena Mas Yanto bilang dia juga tidak mau nemuin sekarang, dia lebih mementingkan salat dulu.”



“Ya wis,” jawab Erlina sambil melihat boxnya Daffa. Di sana cucunya masih tidur. Anak belum seminggu ya pasti kerjanya hanya tidur saja.




“Mas keluar dulu ya Yank, percaya sama Mas tak akan terjadi apa pun. Terlebih saat ini Mas dengan ayah. Yanto mencium kening istrinya yang sedang menyusui Daffa putra mereka.



“Kalau kamu mau keluar ya silakan aja, Mas enggak larang. Enggak apa apa tapi enggak ada perlunya juga kalau tamu yang tak jelas itu.”



“Memangnya siapa sih Mas dan ada perlu apa?” tanya Fitri.



“Kan tadi Mas sudah bilang Mas enggak tahu siapa dan ada perlu apa. Mas belum keluar dari tadi Yank,” kata Yanto yang memang sejak Fitri masuk rumah sakit sampai sekarang tak pernah keluar rumah. Keluar kamar saja malas karena ada sosok yang sangat dia suka pandangi.


__ADS_1


Bahkan Yanto belum ngecek tentang usahanya. Paling dia hanya memantau melalui telepon dan selama ini usahanya berjalan dengan lancar tanpa kendala.



“Siapa mereka nTok?” tanya Suradi di ruang tengah saat menantunya keluar kamar dan menemui dirinya.



“Aku belum lihat juga Yah. Dan aku juga belum tahu motivasinya apa. Itu sebabnya biar tidak terjadi kesalah pahaman lagi, aku minta Ayah menemani karena kalau Ibu yang menemani tentu berbeda. Perempuan pasti lebih cepat terbawa emosi daripada kita,” kata Yanto.



“Tuh kan malah ngatain Ibu,” protes Erlina.



“Itu kan memang naluri dasar Bu. Ibu atau perempuan lain pasti akan lebih cepat terpancing emosi, jadi aku milih ke depan dengan Ayah aja,” jawab Yanto.



“Ya sudah ayo kita ke depan, kita temuin siapa dia,” ajak Suradi.



Yanto kaget melihat siapa yang menjadi tamunya sore ini. Sungguh tak terduga orang itu berani hadir di rumah istrinya di Solo. Orang yang telah membuat hidup rumah tangganya hampir hancur lebur.



Orang yang secara tak langsung membuat Yanto hampir mati karena memikirkan bagaimana rumah tangganya hancur, sehingga membuat dia tak konsentrasi mengemudi membuat dia kecelakaan dulu. Menghabiskan uang sangat banyak walau sebagian di cover asuransi. Tapi biaya sakit istrinya yang disebabkan dirinya ada di rumah sakit. Dan tentunya biaya hidup selama di rumah sakit itu sangat besar. Wira wiri rumah sakit ke rumah serta biaya makan di luar tentu besar sekali.



Orang inilah pangkal utamanya, walau bukan aktor utama.



Halo siapa coba tamunya Yanto sore ini? Jangan lupa eyank tunggu kopi manisnya ya. Yang bisa nebak siapa tamu itu kasih komen manis di bawah ini.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE yok.

__ADS_1



__ADS_2