
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Mbak Fitri apa enggak KB ya? Mbarepnya ( mbarep \= sulung ) baru 2 tahun adiknya sudah umur 7 bulan, artinya kosongnya cuma berapa bulan ya?” kata seorang ibu pada Erlina di kelompok para ibu.
“Anak saya memang tidak KB Bu. Dulu mereka menunggunya lama sampai 3 tahun kosong, tahun keempat baru Fitri isi makanya mereka mencegah tidak KB. Sengaja setelah punya anak mereka hanya mencegah 3 bulan sehabis kelahiran saja agar tidak sundulan.”
“Setelah anak umur 3 bulan mereka tidak mencegahnya sehingga saat anak umur 5 bulan, sudah hamil adiknya,” jelas Erlina.
“Iya ya, dulu lama sekali Mas Yanto belum punya anak,” jawab ibu lain yang tinggal dekat dengan Gendis sehingga tahu kalau Yanto dan Fitri datang menginap sesekali.
“Itulah makanya. Memang mereka tidak pakai KB. Semoga aja sebentar lagi dapat tambahan lagi karena mereka maunya punya anak banyak,” balas Erlina dengan tersenyum.
“Apa biar dapat anak perempuan?” tanya ibu tersebut.
“Enggak, enggak kepengen dapat perempuan. Maaf maksudnya bukan enggak kepengen. Tapi tidak harus punya anak perempuan. Mereka bilang mereka ingin punya anak tiga.”
__ADS_1
“Kalau ketiganya laki semua ya sudah stop. Dapat perempuan ya alhamdulillah. Itu yang mereka bilang pada kami. Jadi niat mereka memang punya anak tiga tak peduli ada perempuan atau tidak.”
“Kirain mau ngejar sampai dapat anak perempuan,” kata ibu yang lainnya.
“Kalau sampai anak 5 laki terus, apa harus cari sampai 10 biar dapat perempuan?” tanya perempuan ibu yang lainnya. Para ibu memang terpisah dengan para bapak-bapak jadi ngobrolnya masing-masing. Makan nya pun masing-masing tadi tidak campur.
“Putri saya kan anak tunggal. Saya anak tunggal, jadi wajar mereka ingin punya anak lebih dari satu. Tapi putri saya bilang sih mereka hanya ingin tiga.”
“Tapi keinginan kan tidak pasti terwujud. Kalau Allah hanya kasih dua ya alhamdulillah, tapi bila Allah kasih 5 kita kan juga enggak bisa membuangnya? Jadi anak saya bilang target kami memang 3 kalau dapatnya Ya terserah dari yang dari Yang Kuasa,” kata Erlina.
“Terus sekarang Mbak Fitrinya enggak kerja?” tanya seorang ibu.
“Dia kerja kok. Tapi di rumah. Dia itu manajer keuangan bengkel,” kata Gendis soal status menantunya.
“Lho bagimana manager di rumah?” tanya seorang ibu lain.
__ADS_1
“Semua pembukuan bengkel, masuk keluar uang dan semuanya itu ada di tangan Fitri. Anak saya tidak pegang keuangan. Jadi kalau yang mengira anak saya banyak uang itu salah. Karena uang semuanya diserahkan pada Fitri. Membeli apa pun semua Fitri yang keluarkan dana,” kata Bu Gendis.
“Loh kok begitu?” kata seorang ibu lain yang tak mengerti mengapa semua uang dipegang Fitri.
“Sejak mereka menikah memang anak saya seperti itu, semua uang diatur oleh istrinya. Bukan Mbak Fitri yang minta tapi anak saya yang tidak mau mengelola uang hasil pekerjaannya. Dia bilang itu meminimalisir anak saya bermain perempuan. Banyak orang mengira anak saya punya duit sehingga dikejar-kejar. Padahal semua uangnya sudah dipegang dan dikelola Mbak Fitri. Anak saya tidak mau sama sekali pegang uang,” jelas Gendis.
“Oalah. Kirain semuanya di tangan Mas Yanto,” kata ibu yang lain.
“Enggak Bu, menantu saya sejak dari menikah itu semuanya sudah di tangan anak saya. Bukan anak saya minta, tapi memang menantu saya enggak mau,” Erlina menguatkan pernyataan besannya.
“Sama seperti yang tadi mbak Gendis bilang, menantu saya tidak mau pegang uang karena tak mau tergelincir oleh perempuan lain. Jadi sangat bodoh orang yang mengejar-ngejar menantu saya karena dia sama sekali tidak berkuasa terhadap uang. Kalau untuk kemajuan usaha atau urusan mesin memang menantu saya yang pegang. Tapi keuangan sejak mereka menikah satu minggu semuanya ada di tangan putri saya.”
“Awalnya putri saya enggak mau, tapi itulah kenyataannya jadi salah besar kalau orang mengira putri saya yang mau mendominasi menantu. Salah besar kalau orang mengira menantu saya bisa foya-foya karena banyak uang. Di dompet menantu hanya ada uang buat jalan dan belanja sehari-hari. Semua uang ada di tangan anak saya. Yanto beli mobil pun semua anak saya yang bayar,” ucap Erlina.
Gendis dan Erlina menerangkan pada ibu-ibu agar nanti rumornya segera meluas bahwa Yanto itu miskin dan enggak usah dikejar-kejar karena banyak ibu yang sengaja menyodorkan anak perempuannya untuk jadi istri keduanya Yanto. Itu sudah jadi rahasia umum di kampung itu. Siapa yang tidak mau jadi istri kedua seorang juragan bengkel dengan omset yang sangat fantastis?
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN yok.
__ADS_1