BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
KALAU KERE, BUAT APA DIKEJAR?


__ADS_3

Wijoyo menyimpan kertas untuk mengambil hasil tes DNA yang barusan selesai dia lakukan bersama dengan Aisy, lalu dia bergegas berangkat ke kantornya. Tak peduli pada anak dan istrinya. Tadi mereka memang berangkat sendiri-sendiri.


Sejak pagi Aisy berupaya menghubungi  pengacaranya Bambang tapi belum juga bisa terhubung. Setelah bisa terhubung, Aisy menjadi kecewa.


Sang pengacara hari ini tak bisa mengatur jadwal temu, karena sampai hari Rabu dia masih sibuk tak bisa janji dadakan.


“Bagaimana kalau kita coba ke bengkelnya Bambang aja?” Menik memberi usulan pada Aisy.


“Toch hari ini kamu tidak ke kantor karena kamu hari ini sudah izin.”


“Ya sudah Bu, kita ke bengkelnya Bambang saja,” jawab Aisy menyetujui usul ibunya.


Menik dan Aisy langsung menuju bengkel milik Bambang.


Bambang sedang sibuk mengutak-atik mobil yang dia perbaiki, dia juga memberi perintah kepada teknisinya untuk mengerjakan sesuatu sesuai dengan arahannya. Begitupun pada teknisi yang mengurusi motor. Semua dia arahkan dan pantau agar mendapat hasil optimal.


“Bengkelnya lumayan rame ya,” puji Menik melihat aktivitas di bengkel milik Bambang ini.

__ADS_1


“Ini kan bukan cuma bengkel Bu, tapi juga tempat jual beli mobil dan motor. Dan pegawainya juga bukan cuma satu atau dua orang. Kalau untuk ukuran bengkel, ini lumayan besar karena aku lihat ada 5 orang montir yang mengerjakan pekerjaannya.” Ulas Aisy. Dia sudah mengamati kegiatan di bengkel ini saat datang hari Jumat.


“Berarti dia sukses ya,”  Menik kembali memuji. Dia berpikir setidaknya putrinya akan hidup berkecukupan walau jadi istri ke dua, karena terlihat omset bengkel ini harian sangat besar.


“Orang bilang sih keuangannya itu semuanya dipegang istrinya Bu. Jadi kalau Bambangnya enggak punya apa-apa,” Aisy memberitahu Menik rumors yang beredar. Rumors yang sengaja Gendis dan Erlina hembuskan agar Yanto terbebas dari kejaran para gadis atau calon mertua yang ingin hartanya Yanto saja.


“Kalau dia enggak punya apa-apa ngapain kamu kejar?” Menik kaget mengetahui kenyataan kalau lelaki yang dikejar putrinya kere.


“Karena aku cinta dia dari SMP Bu. Bukan cinta hartanya,” Aisy membela diri.


“Kalau begitu ya enggak usah. Percuma juga kalau cuma modal tampang doang. Ibu kira kamu mengejar dia tuh karena hartanya,” Menik kesal mendengar pernyataan putrinya. Memang itulah tujuan hidup Menik sejak dulu. Melihat laki-laki itu dari kemapanan nya. Bapaknya Aisy memang bukan impiannya, dia menikah karena dijodohkan saja.


Belum sempat Aisy menjawab, Bambang keluar menemui Menik dan Aisy setelah dia cuci tangan.


“Ada perlu apa?” tanya Bambang dengan datar, dia tak peduli ada Menik di sana.


“Kenalkan ini Ibu saya,” kata Aisy.  Bambang pun bersalaman dengan Menik.

__ADS_1


“Ada perlu apa? Saya banyak kerjaan,” Bambang menanyakan keperluan Menik dan Aisy datang mengunjunginya siang ini.


“Kami mau minta maaf dan minta agar laporannya dicabut,” jawab Menik.


“Kalau soal itu bukan tanggung jawab saya penuh, karena yang dituduh adalah istri saya, sehingga pelapor pertama itu istri saya. Selain itu semua sudah diurus oleh pengacara. Kami tidak cawe-cawe lagi. Kalau Ibu mau minta negosiasi entah itu pencabutan atau apa pun Ibu bicara dengan pengacara kami saja.”


“Buat apa saya bayar pengacara kalau dia tidak ngapa-ngapain malah saya yang bergerak,” kata Bambang.


“Jangan sombong kamu, cuma bisa bayar pengacara aja sombong begitu,” Menik langsung emosi mendengar jawaban Bambang yang dia anggap menghina dirinya.


“Sombong atau tidak itu anggapan Ibu. Kalau menurut kami memang seperti itulah. Kami dua-duanya sibuk, jadi kami limpahkan ke pengacara. Bukan soal kemampuan finasial, tapi kesibukan kami yang tidak bisa membuat kami wira-wiri ke kantor polisi. Jadi mohon maaf silakan Ibu bicara dengan pengacara saya,” Bambang langsung keluar untuk menemui konsumen yang tanya-tanya tentang motor yang dia jual.


*‘Cuma kaya seperti ini aja sombongnya enggak ketolongan,’ *batin Menik. Menik jadi kesal pada Bambang dan rasanya dia juga ingin membuat Bambang tekuk lutut di bawah kakinya Aisy putrinya.



__ADS_1


![](contribute/fiction/7055660/episode-images/1691057811326.jpg)


__ADS_2