
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Hari ini di rumah kota Bu Erlina masak bebek bumbu bali juga ayam panggang kecap untuk makan siang. Bu Erlina juga banyak membawa sayuran dari rumahnya maupun dari rumah Bu Gendis. Pastinya ditambah sayuran dari warung semua segar dan murah.
Timah serta Herry sibuk bermain dengan kedua keponakan mereka. Walaupun sepanjang hari mereka di rumah desa juga main dengan Daffa dan Daanish tanpa disuruh, di rumah kota pun mereka tetap seperti itu.
Yanto sibuk memperhatikan semua kamar kost yang rusak. Tapi sekarang dia minta Fitri menemaninya kalau mengecek ke dalam kamar karena dia tak mau ada fitnah. Dia sudah punya istri, tak baik bila melibatkan kesulitan bagi istrinya. Dulu tak ada yang akan menjebaknya karena dia anak STM yang muskin. Tentu sekarang semua bisa melihat dia pengusaha muda yang cukup sukses.
Kalau Fitri sibuk dia pasti akan minta Mbok Parmi maupun Mbok Darmi salah satunya untuk menemani dia di dalam kamar seorang perempuan yang kost. Yanto tidak mau ditinggal sama sekali.
Pernah satu kali seorang penghuni kost minta Mbok Parmi keluar untuk mengambilkan sesuatu barang, maka Yanto pun ikut keluar.
“Loh Mas kenapa keluar?” tanya pemilik kamar.
“Mbok Parmi keluar, saya pasti keluar Mbak. Jadi enggak usah nyuruh-nyuruh Mbok Parmi,” kata Yanto. Dia tahu akan terjadi sesuatu yang tidak baik bila berdua dengan perempuan tersebut.
Penghuni kost itu pun malu. Besoknya sesuatu cerita pada semua orang bahwa Yanto tidak mau membetulkan kamar kost bila tidak bersama orang lain. Walaupun tidak bersama istrinya harus bersama dia atau pegawai pak Suradi yang lainnya. Tentu saja yang merasa ingin menjebaknya malu sendiri.
Jam 11.00 Dina beserta suaminya dan anak-anaknya datang bersama ibu Nurbaiti, seorang pengacara yang biasa membantu di kantor suaminya Dina.
__ADS_1
“Ayo kita makan siang dulu, ini sudah jam 12.00,” Erlina sebagai nyonya rumah mengajak tamunya makan setelah mereka berbahasa-basi.
“Ini semua hasil dari kebun di rumah bulek?” tanya Dina.
“Iya, ayam, bebek, ikan, dan telur semua hasil dari rumah desa,” kata Suradi dengan bangganya.
“Kemarin bapak juga rasan-rasan pengin tinggal di desa,” kata Dina.
“Terlebih kalau dia dengar seperti ini,” kata suaminya Dina.
“Iya pasti bapak akan tambah semangat beli tanah di desa. Pasti dia akan senang,” kata Dina lagi.
“Kehidupan kami di sana lebih nyaman,” Kata Erlina.
“Wah ini enak banget. Beneran paklek ini dari peternakan sendiri?” tanya suaminya Dina.
“Itiknya itu hasil ternaknya Herry, lalu ayamnya itu punya Timah,
telur hasil kandangku. Dan mayoritas sayurannya itu hasil dari kebun bulekmu yang tanam di rumah maupun kebunnya Bu Gendis. Sisanya ada memang beberapa yang beli,” kata Suradi.
“Kalian ini makin hebat aja ya. Peternakan kalian itu sudah bisa dikonsumsi sendiri,” kata Dina pada Herry dan Timah.
“Kalau ayam dan itik memang untuk sendiri Mbak. Kami memang tidak menjual kecuali beberapa yang ingin membeli. Tapi kami enggak menawarkan. Yang kami tawarkan hanya ikan dan kambing,” kata Herry.
__ADS_1
“Wah malah kalian enggak jual kalau ayam dan itik?” bu Nurbaeti ikut bicara.
“Tidak ini buat konsumsi sendiri atau memang yang ingin beli insidentil satuan. Kalau yang dijual memang hanya ikan,” kata Herry lagi.
“Wah aku jadi pengen ikutan beli tanah di sana,” kata suaminya Dina.
“Orang-orang ingin berdoyong-doyong ke kota, kalian ingin ke desa seperti kami,” Erlina tertawa.
“Habis kayaknya kok enak banget sih hidup di sana,” kata suami Dina lagi.
“Itu sebabnya waktu punya Daffa, Fitri diam-diam pindah tidak bilang Bulek. Dia sedikit-sedikit bawa barang, lama-lama dia menetap di sana,” goda Erlina sambil tersenyum.
Fitri hanya tertawa terbahak-bahak ingat kelicikannya saat pindah diam-diam.
“Ayo bu Nurbaiti tambah lagi lauknya,” Kata Erlina.
“Iya Bu, ini sedang terpesona kalau semua yang terhidang adalah hasil dari kebun sendiri,” kata ibu Nurbaiti.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul CINTA TANPA SPASI yok.
__ADS_1