BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
BELAJAR HINGGA AKHIR


__ADS_3

Timah memperhatikan apa yang disukai oleh Satrio berbeda dengan dirinya dan Tria.


“Aku sudah bawa laptopku, jadi kita bisa search langsung untuk melihat cara meraba perut indukan kelinci,” ucap Tria.


“Aku juga pernah baca Mbak, jadi tenang aja insya Allah kita tinggal prakteknya,”  jawab Timah.


“Wah aku aja yang belum tahu,” tukas Satrio.


“Gampang kok Mas Iyok, kalau kita mau belajar pasti bisa,” kata Timah.


“Aku juga kalau untuk prakteknya belum pernah tahu. Biasanya aku yang tahu ya kambing. Karena aku pelajari sejak awal. Tapi kalau untuk kelinci aku belum pernah tahu sama sekali,” kata Timah.


“Makanya di sini kita sama-sama belajar,” jawab Tria.


“Iya benar. Kita harus belajar sampai ke langkah terhenti di liang kubur. Jadi sebelum kita meninggal memang harus selalu belajar dan belajar,” jawab Timah.


‘Haduh, satu lagi ilmu yang dia berikan. Bahwa kita tak boleh berhenti belajar sampai kapan pun,’ kata Satrio menyimak percakapan Tria dan Timah.


“Eh mau bikin sirup?” tanya Timah. Karena dari tadi memang belum ada yang ambil minum.


“Sudah biarkan aja bikin sendiri-sendiri kan sirupnya juga digeletakin situ,” ucap Tria.

__ADS_1


“Aduh aku lupa beli mienya cuma tiga porsi. Aku lupa ada Mas yang pegawai sini. Aku kasih burgernya saja boleh?” tanya Timah.


“Iya kasih kan saja. Kan nggak kemakan kok. Aku juga tadi lupa,” jawab Tria.


“Lebih-lebih aku,” kata Satrio.


Timah pun meninggalkan mangkoknya yang masih berisi setengah, dia langsung memberikan bekal burgernya pada pegawai peternakan.


“Mas maaf ya. Aku lupa aku beli mie cuma tiga porsi. Aku nggak ingat ada Mas. Ini roti aku kok masih utuh,” Timah memberikan burger untuk pegawai Tria itu.


“Sudah nggak apa-apa Mbak nggak usah,” jawab pegawai itu.


“Jangan seperti itu Mas. Terima saja. Ini aku buat sendiri kok,” jawab Timah.


Baru Timah kembali ke meja tempat mereka makan bertiga tadi.


‘Dia sampai memutus makan demi memberi pada orang lain. Bukan menunggu selesai makan,’ Satrio selalu menilai semua perbuatan Timah. Dia gunakan untuk belajar.


‘Anak kecil seperti itu aja bisa mengapa aku tidak,’ itu selalu yang Satrio jadikan pemacu dia menjadi lebih baik lagi.


Sehabis makan Timah langsung membawa semua mangkok ke tempat cucian piring langsung dia cuci. Baru dia kembali ke meja makan kalau tidak langsung dicuci siapa yang mau cuci. Pegawai di situ adalah pegawai untuk peternakan, bukan buat beres-beres makanan piring bekas makan mereka.

__ADS_1


Ayo Mbak kita mulai,” kata Timah.


“Biar aku nggak kemaleman pulangnya.”


“Nanti aku antarkan. Nggak apa-apa. Kamu sudah bilang kan bahwa mau ke sini dulu?” tanya Tria.


“Sudah. Aku sudah bilang kok sama ibu dan Mas Yanto. Mungkin nanti Mas Yanto jemput ke sini atau aku pulang naik gojek saja. Nggak usah diantar. Mbak kan sudah tinggal masuk ke seberang rumah aja,” kata Timah.


“Sudah kalian nggak usah ribut. Aku yang antar,” jawab Satrio.


“Ini Mas linknya untuk melihat cara melihat indukan hamil atau tidak,” kata Timah begitu membuka laptop Tria.


“Ayo Mbak kita ambil indukan yang mana yang menurut Mbak lagi hamil. Kita mulai raba,” kata Timah.


Satrio melihat link yang sudah Timah buka. Dia baca artikel itu.


“Wah ternyata kelinci memiliki masa kehamilan yang sangat singkat yang berlangsung selama 31 hingga 33 hari, dan umumnya melahirkan sekitar lima hingga delapan ekor bayi kelinci. Induk kelinci bisa hamil lagi hanya beberapa jam setelah melahirkan!”


“Gila beneeeer. Cepat juga ya. Tapi pasti kualitasnya akan buruk bila langsung hamil lagi,” ucap Satrio mengomentari video yang dia lihat.


Satrio membaca tanda-tanda kelinci hamil tidak selalu jelas. Jadi orang awam kadang tidak menyadarinya sampai beberapa hari sebelum peliharaannya melahirkan. Kelinci akan membangun sarang untuk persiapan, dan dia terkadang mencabut bulunya sendiri untuk melapisi sarangnya.

__ADS_1


Jika kelinci betina hamil bersarang dengan mencabut bulu, dia kemungkinan besar akan melahirkan dalam 2-3 hari, kadang-kadang bahkan hanya beberapa jam, dan sebagian besar kelinci melahirkan pada dini hari.  Demikian yang Satrio baca.


__ADS_2