
“Ah benar!” teriak Timah bahagia.
“Kerasa ya Dek,” kata Tria dengan mata berbinar.
“Benar Mbak. Kerasa! Wah aku baru tahu,” kata Timah. Dia sangat excited dengan pelajaran yang didapat hari ini.
Satrio pun penasaran dia mulai mengikuti petunjuk secara langsung dari Timah dan Tria dan dia juga merasakan ada benjolan kecil di perut indukan kelinci yang diamati Tria sejak awal.
“Bener! Bener! Aku ngerasain!” Satrio juga memekik pelan karena bahagia pelajaran yang baru dia lihat sudah dia buktikan secara langsung. Dia pun jadi ikut tertarik pada pemeliharaan kelinci ini. Sejak tadi dia belajar di link secara teori sekarang dia langsung mempraktikkan pada kelinci yang dimiliki kakaknya. Tentu saja Satrio senang.
‘Rasanya aku mau jualan pakan ternak saja. Tokonya kecil saja. Cuma buat pakan anak bulu kelinci, anjing dan kucing saja. Tidak ada hewan lain. Jadi tempatnya nggak kotor dan juga tidak kumuh,’ angan Satrio.
‘Aku hanya butuh satu ruangan kecil untuk display yang ada di pinggir jalan. Nggak perlu besar-besar. Hanya untuk kelinci, anjing dan kucing saja atau hewan sejenis lainnya misalnya marmut atau hamster tidak ada untuk binatang lain seperti burung, ayam atau ular. Benar-benar khusus hanya mamalia itu.’
__ADS_1
‘Aku hanya akan jadi agen. Setidaknya aku punya income dan tak perlu aku yang tunggu sepanjang hari. Tidak perlu juga memikirkan perkembangbiakan dan segala macam.’
Satrio terus berpikir tentang rencana bisnis yang awalnya tak pernah terpikirkan. Nanti untuk kepuasan pribadinya, dia akan terus bergelut di bidang penyuluhan lingkungan saja. Setidaknya dia punya penghasilan dan nanti Timah tidak marah kalau ditraktir.
‘Tapi modalnya dari mana?’ pikir Satrio. Dia tidak punya tabungan seperti yang Tria miliki. Bahkan dia sering minus karena banyak kegiatan. Dia sering menyumbang untuk kegiatan yang dia ikuti. Tidak seperti orang-orang yang selalu minta. Memang tak ada yang tahu kalau Satrio sering menjadi donatur semua kegiatan.
‘Apa aku pinjem modal ya? Enaknya ke siapa ya? Ke amang Gultom! Aku harus bicara ke amang. Aku tanya aku bisa nggak pinjam modal dengan pengembalian jangka menengah. Yang penting aku bisa punya kegiatan positif. Karena aku harus sewa toko, beli peralatan awal, juga gaji karyawan 1 orang dan tentunya isi jualannya,’ pikir Satrio. Tak ada niat untuk minta pinjaman modal pada orang tuanya.
Satrio yang tadinya nggak berminat buka usaha akhirnya terpikir buka toko makanan hewan hias peliharaan.
“Iya Mas. Santai saja aku masih memperhatikan ini,” jelas Timah.
“Aku jadi penasaran jangan-jangan kelinci yang di rumah juga sudah mulai hamil ya Mbak,” kata Timah.
__ADS_1
“Aku pikir mereka belum siap.” lanjut Timah lagi.
“Usia 6 bulan mereka siap kok jadi indukan. Tapi yang bagus ya sudah 9 bulan,” kata Tria.
“Iya, nanti malam atau besok aku akan cek mereka sudah mulai hamil atau belum,” jawab Timah.
“Sip lah. Semoga saja ada yang sudah hamil.”
“Hati-hati Satrio,” kata Tria.
“Aku pamit ya Mbak,” kata Timah pada Tria.
“Iya Dek. Terima kasih banget ya udah ditemani belajar tentang kehamilan. Malah kamu traktir mie ayam pula.” kata Tria.
__ADS_1
“Aku juga senang banget kok belajar di sini. Ini memang ilmu yang harus kita gali dalam-dalam karena tidak ada di sekolahan kecuali memang kita kuliah di fakultas kedokteran hewan,” kata Timah.