
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
\*‘Semua gara-gara perempuan berengsek itu,’ \*keluh Yanto dalam hatinya.
Yanto sedang bingung dua bulan lalu secara tak sengaja dia bertemu dengan seorang perempuan.
Awal ketemu nya itu Yanto lagi ngopi pagi abis istirahat baru turun dari bus hari itu Yanto bersama Burhan sopir keduanya yang asli Cilacap dan juga Maksum kondekturnya yang asli Ajibarang.
“Mas Bambang ( semua teman manggil Bambang ya, karena bukan teman akrab satu daerah jadi tak tahu panggilan Yanto ), aku ke posko dua duluan ya. Cape banget,” pamit Maksum. Posko dua adalah sebutan untuk istri kedua bagi para awak bus. Biasanya mereka ada di kota berbeda dengan domisili asal.
“Emang kalau di posko dua bisa istirahat? Bukannya malah cape?” goda Burhan dengan medok Cilacapnya yang kental. Bila sopir atau awak tak punya posko dua, biasa tinggal di mess awak selama istirahat kembali ke kota asal.
“Cape plus plus Mas Burhan,” jawab Maksum yang malah sedang pedekate dengan perempuan lain untuk membentuk posko tiga. Ada ada aja anak muda yang tak pernah puas itu.
Bambang dan Burhan kembali menyeruput kopi panas mereka.
“Mas, aku ke kamar mandi ya,” pamit Burhan, yang kopinya belum habis.
“*Yo, ojo sui-sui*,” jawab Bambang. Jangan lama-lama kata Bambang.
Saat itu ada gadis yang berwajah biasa saja, tubuh juga tak sintal mengajak senyum Bambang sambil berjalan ke meja Bambang. Namanya disenyumin ya sudah Bambang balas senyum sekilas, Bambang meniup kopinya yang masih panas.
“Baru turun ya?” tanya perempuan itu.
“Iya,” jawab Bambang basa basi.
“Itu temannya?” kata si perempuan sambil menunjuk arah luar. Bambang pun menengok mencari sosok yang ditunjuk
__ADS_1
“Yang mana?”
“Yang tadi baru keluar,” jawab perempuan itu.
“Oh kalau yang barusan keluar pastilah, namanya juga minum bersama terus kamu lihat dong baju seragam kami sama,” jawab Bambang.
“Memang semuanya pakai seragam seperti ini ya A?” kata perempuan itu dengan logat Sunda yang kental.
“Iyalah,” jawab Bambang. Lalu dia minum kopinya yang sudah hangat.
‘Kok aku keliyengan ya?’ Pikir Bambang. Lalu dia segera membayar minumannya dan bersiap untuk berangkat ke mess buat tidur.
‘Mungkin terlalu lelah,’ pikir Bambang, sehingga dia agak keliyengan.
“Enggak apa apa, mungkin terlalu ngantuk karena capek,” jawab Bambang.
“Ayok atuh sayah antar. Kayaknya A’a udah sangat lelah,” tawar perempuan tersebut.
“Messnya di mana?” tanya dia lagi.
Tanpa ragu Bambang menyebutkan alamatnya lalu dia pun ikut membonceng motor perempuan itu.
\*\*\*\*
Bambang tersadar setelah sore.
“Loh aku di mana?” tanya Bambang sambil memangdang langit-langit yang tidak dia kenal.
__ADS_1
“Kenapa aku tidur di tempat yang tidak aku kenal seperti ini, kenapa aku tak menggunakan pakaian?” pikir Bambang lagi.
Sejak bujang Bambang biasa tidur tanpa kaos, tetapi tak pernah polos seperti sekarang.
“Bagaimana mungkin?” teriak Bambang tanpa sadar. Saat itu di sebelah nya ada perempuan yang tadi di kedai kopi.
Saat itulah pintu kamar terbuka.
“Apa yang kalian lakukan?” tanya seorang perempuan tua, mungkin Ibu dari gadis ini.
“Saya enggak tahu apa-apa, saya enggak tahu apa-apa,” jawab Bambang sambil mencari pakaiannya.
“Bagaimana kamu bilang enggak tahu apa-apa, kamu ada di kamar anak saya?” Perempuan yang tidur dengan Bambang pun bangun karena berisik.
“Eh ada apa Bu?” tanya perempuan itu yang bahkan namanya saja Yanto belum tahu karena sejak awal dia juga tak kenalan.
“Yani, kamu ngapain tidur dengan laki-laki ini?” tegur si Ibu.
“Kami, kami. Kami,” jawab perempuan yang dipanggil Yani tanpa bisa menjawab apa pun.
Yanto geleng-geleng kepala karena dia tidak merasa berbuat apa pun. Bagaimana dia bisa menyentuh perempuan yang baru dia temui? Sedang menyentuh Fitri yang dia cintai sejak kelas 2 STM dan sudah halal menurut agama dan negara saja baru sanggup dia lakukan 3 bulan setelah ijab?
“Benar Bu saya enggak tahu apa-apa. Saya tadi puyeng dan Mbaknya ini mau nganterin saya katanya mau dianterin ke mess dan saya bangun sudah di sini,” jawab Yanto jujur.
“Kok A’a nya gitu? Kan tadi A’a yang bilang minta diantar ke mess, lalu karena lupa tempatnya, saya tawarin bawa ke kamar saya. A’a enggak nolak. Kan A’a duluan yang nyerang saya. Kok sekarang bilang enggak ngerasa apa-apa?” kata si Yani perempuan yang tadi telah tidur dengan Bambang itu.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok
__ADS_1