BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
BERARTI BENAR?


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Benar Bu, sesuai hasil pemeriksaan urine, hasilnya positif dan lihat ini ada baby-nya. Karena Ibu belum pernah mengalami menstruasi lagi sejak selesai masa nifas HPL nya belum bisa saya tentukan saat ini. Dilihat dari ukuran dan berat bayi sepertinya ini baru berusia 3 minggu. Nanti  satu bulan lagi kita perjelas usianya juga HPL-nya ya,” kata ibu dokter kandungan di Puskesmas itu.



“Alhamdulillah, berarti benar ya Dok,” Yanto berupaya menambah keyakinan dirinya. Dia takut salah dengar dan salah lihat. Ada pendar bahagia di mata lelaki satu anak itu. Setengah tak percaya dia menatap layar monitor tanpa kedip.



Fitri memalingkan wajahnya dari layar monitor ke wajah suaminya. Dia meraih tangan Yanto dan menggenggam erat. Yanto mencium tanga Fitri lembut.



“Benar Pak. Sangat benar. Ini ya, masih sebesar titik biji kacang hijau,” dokter menunjuk satu titik kecil dilayar monitor. Yanto tak percaya melihat itu karena waktu melihat Daffa di layar monitor baby-nya sudah lebih besar dari yang sekarang.



Ada tetes air mata yang jatuh, Yanto tak percaya kesulitannya selama ini berbuah manis. Kesulitan hidup dan juga kesulitan mempunyai keturunan mulai terkikis satu persatu.


__ADS_1


“Saya masih memberi ASI eksklusif Dok. Tadi dokter umum juga sudah ngasih tahu kalau saya sehat dan bisa terus memberi ASI dengan catatan saya harus memperbanyak nutrisinya sehingga janin dan kakaknya tidak kekurangan makanan.”



“Iya Bu. Ibu jangan makan asal kenyang ya. Perhatikan kualitas gizinya. Bila Ibu merasa sering lapar ITU PASTI. Karena kan ada dua makhluk yang minta asupan dari Ibu yaitu si Kakak dan Si Ade. Tetapi kalau asal kenyang tak ada nutrisinya kasihan mereka. Jadi saya sarankan Ibu dan Bapak memperhatikan kandungan gizi. Tak perlu makana mahal, yang penting tingga kandungan gizi.”



“Baik Dokter, kami akan perhatikan itu. Dulu si kakak senangnya proteinnya dari ikan. Semoga ini juga sama suka makan protein tinggi seperti si kakak,” ujar Fitri mengingat saat kehamilan Daffa dia tak pernah mau lepas makan ikan seperti kesukaan Yanto.



“Ibu enggak ada mual?” tanya dokter.




“Saya beri vitamin untuk penunjang kehamilan dan menyusui dan ada satu obat untuk mual dan muntah bila pagi hari ini. Sengaja saya resepkan, dibeli bila butuh aja. Kalau enggak butuh enggak usah dibeli Bu sayang-sayang. Sengaja saya resepkan kalau yang lainnya kan bisa diambil di sini gratis karena dari Puskesmas memang ada.”



“Apa saya bisa minta resep obat luar untuk penunjang kehamilan Dok?”


__ADS_1


“Maksud Ibu yang bukan obat generik?”



“Iya Dok. Saya ingin bisa lebih bagus lagi,” jawab Fitri. Bukan mau sombong bahwa dia mampu beli obat. Tapi dia ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.



“Sebenarnya sama aja sih Bu. Tapi kalau Ibu mau, ya saya kasih resepnya aja biar lebih puas.”



“Kapan mau bilang ke ayah dan ibu?” tanya Yanto saat mereka menunggu obat di Puskesmas itu.



“Jangan via telepon Mas, nanti aja hari Jumat sore pas kita ke sana sekalian bicara. Kalau hal seperti ini lewat telepon kok kayaknya aku enggak sreg aja, kecuali kita jauh banget.”



“Oh ya sudah, Mas akan nurut,” kata Yanto. Dia masih diliputi rasa sangat bahagia.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU yok.

__ADS_1



__ADS_2