BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
TERINSPIRASI PADA TIMAH DAN HERRY


__ADS_3

“Lain kali main ke sini ya kamu nggak usah janji nggak usah takut kalau sama Herry, kamu janjiannya sama Mbak atau sama Timah saja,” kata Fitri saat Tria pamit pulang.


“Insya Allah Mbak kalau memang boleh main saya tentu akan main. Saya senang”,  balas Tria.


“Ibu saya pamit dulu,” kata Tria pada Erlina.


“Sering-sering main sini ya. Jangan kapok main di desa,” kata Erlina. Padahal biasanya juga Erlina adalah orang kota, tapi sekarang dia memang lebih suka tinggal di desa.


“Ibu bisa saja. Padahal Ibu ini orang kota,” jawab Tria dengan senyum manis. Dia  lalu salim pada Erlina.


“Rumah kota sudah jarang Ibu tempati. Ibu lebih senang di sini dengan Mbak Fitri. Ternyata memang lebih enak hidup di desa. Dulu Ibu juga sejak kecil di desa. Sejak kuliah di Jogja Ibu tinggal di kota sampai Mbak Fitri memilih tinggal di sini. Ibu dan ayah jadi ikutan pindah ke sini.”


“Ibu, saya pamit,” kata Tria pada Gendis.


“Ini bawa pepes ikan ya. Kamu tadi suka kan pepes ikannya atau mau bawa yang lain? Ikan bakar mungkin atau buntil,” tawar Gendis.

__ADS_1


“Enggak Ibu, cukup tadi saya cukup puas makan di sini. Nanti di rumah nggak ada yang makan, paling saya saja sendirian,” kata Tria tulus.


“Kalau begitu bawa untuk makan malam kamu sendiri saja ya. Jangan nolak. Untuk kamu sendirian saja, kalau memang di rumah tak ada yang makan,” kata Gendis.


“Iya Ibu, kalau untuk saya saja nggak apa-apa. Saya mau kok nggak nolak rezeki. Saya mau buntil sama ikan bakar saja. Pepesnya nggak usah dulu. Nanti kapan-kapan saya ke sini lagi khusus makan pepes,” kata Tria tanpa malu. Dia bahkan ingin belajar masak pada Fitri dan Timah.


“Nah itu yang Ibu suka. Nggak usah malu-malu karena kita semua bersaudara,” kata Gendis sambil memasukkan dua buah buntil kedalam thin wall.


“Iya Bu. Saya suka kok kenal Ibu,” kata Tria. Dia benar-benar merasakan kehangatan keluarga. Benar-benar merasakan punya ibu dan kakak. Kakak perempuannya Eka jauh sekali dengan Fitri. Walaupun baru pertama kali ini tapi memang tatapan dan tutur kata mereka beda.


“Kamu nggak apa-apa pulang sendiri?” kata Yanto saat dia ke belakang menaruh piring kotor di saung.


“Ya nggak apa-apa lah Mas. Saya biasa kok,” jawab Tria.


“Hati-hati ya,” kata Yanto lagi. Herry masih sibuk dengan para tamu dari desa karena memang dialah tuan rumah. Dia harus menerangkan semua hal tentang tambaknya jadi Tria tak pamit pada Herry.

__ADS_1


Tadi Tria sekadar bilang nanti dia akan pulang tak pamit saat dia sempat berpapasan dengan Herry yang super sibuk. Jadi sekarang sudah tak perlu pamit lagi.


“Andai kamu tidak bawa motor kamu bisa bareng Ibu,” kata Nurbaeti penuh perhatian.


“Atau bisa juga bareng Suryo, dia juga mobilnya sendirian kok.”


“Iya Ibu, nggak apa-apa saya bawa motor kok,” jawab Tria. Tria tahu Suryo adalah pengacaranya Herry sedang Bu Nurbaiti adalah pengacaranya Mbak Fitri. Dan keduanya juga ramah pada Tria.


Pada pertemuan ini dari percakapan yang Tria dengar, Tria baru tahu bahwa usaha bengkel adalah usahanya Mas Yanto bekerja sama dengan Mbak Fitri karena mereka bangun dari nol berdua, tapi usaha rumah kos-kosan adalah semua usaha Mbak Fitri warisan dari ayah Suradi.


Tria juga tahu bahwa usaha tambak itu full milik Herry walaupun tanah itu masih atas nama Mbak Fitri tapi semuanya dibangun oleh Herry dari nol kecuali lokasinya. Dari mulai beli bibit membangun saung dan semuanya itu Herry lakukan sendiri tanpa bantuan ayah Suradi.


Sebaliknya kalau peternakan kambing modal awal dari ayah Suradi yaitu kandang dan tiga ekor kambing. Selebihnya Timah lakukan sendiri dari beli bibit, cari makan atau apa pun.


Semua tadi dikupas tuntas sehingga Tria mendengarkan dengan jelas. Tria jadi ingin punya usaha sendiri tidak mau bergantung lagi pada orang tuanya. Timah yang masih kelas 1 SMP saja sudah bisa menghasilkan uang sendiri masa dia yang kelas 2 SMA masih menunggu diberi orang tua. Itu yang Tria sedang pikirkan dia hendak mencari terobosan apa yang bisa dia jadikan usaha.

__ADS_1


__ADS_2