
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Daanish sudah 7 bulan kok belum ada tanda-tanda punya adik ya Ma?” kata Yanto. Padahal mereka sudah tidak mencegah sama sekali.
“Belum lah Pa. Tenang aja, santai.” kata Fitri.
“Bisa jadi karena bibit Papa jadi enggak subur karena mampir tiap malam bercocok tanam ha ha ha,” lanjut Fitri lagi. Yanto ikut terbahak dan dia menciumi istrinya. Padahal mereka baru saja menanam bibit malam ini.
Memang Daanish sekarang sudah berusia 7 bulan. Besok acara selamatan 2 tahunnya Daffa. Tidak ada pesta. Suradi hanya ingin makan bersama di rumahnya yang di desa karena rumah itu sekarang sudah jadi. Besok sekalian mereka akan pengajian selamatan rumah baru tersebut.
Rumah itu tentu akan diisi dengan barang yang minimalis tidak seperti rumah mewah nan megah di Solo kota. Suradi hanya ingin tinggal dengan kesederhanaan dan tenang di desa.
Untuk peternakan ayam sudah dimulai 4 bulan lalu sebelum Suradi pindah sehingga sekarang sudah bisa panen daging ayam.
Rupanya Suradi membuat kandang umbaran jadi ayam tidak di dalam kandang tertutup ada kandang untuk tidur mereka tetapi dibuatkan lokasi 3M kali 4M untuk mereka bebas berkeliaran. Lokasi itu di tutup kawat sampai atasnya, sehingga ayam bisa bebas ke mana pun tanpa makan tanaman.
__ADS_1
“Yah untuk selamatan rumah baru apa akan ada pengajian?” tanya Erlina
“Iya Bu pengajiannya untuk orang sekitar aja. Makan bersama dengan alas daun. Tapi bawakan mereka juga kotak. Kita enggak ngundang anak yatim atau apa pun. Hanya tetangga dekat saja agar kita lebih akrab. Dan tak perlu pasang tenda. Nanti kalau kita undang pengajian anak yatim dan segala macamnya dianggap kita terlalu sombong dan bermewah-mewah. Sudah tetangga sini aja makan dengan alas daun.”Suradi tak mau dianggap sombong. Itu sebabnya dia hanya mengajak makan siang dengan alas daun biar lebih akrab.
“Baik Yah. Ibu akan siapkan,” Kata Erlina. Maka dia dan Gendis pun mengundang tetangga terdekat untuk acara makan siang besok.
Bahan yang dimasak adalah ayam dan itik hasil ternak mereka sendiri juga ikan dari hasil tambak Herry. Tentu saja semua senang dengan hasil tersebut.
“Dan yang paling pasti ikan dari tambak Herry itu tidak diambil gratis. Suradi tetap membayar karena itu adalah usahanya Herry. Nanti pembukuannya jadi kacau bila tidak dibayar. Tetap ada pembayaran dari Suradi.
Suradi tidak membuat untuk menjadi laris atau pesugihan, tapi hanya membentengi atau memberi pagar saja karena banyak hal negatif yang dikirim terlebih untuk Yanto. Yanto sekarang adalah seorang pengusaha sukses tentu banyak semut yang mendatanginya.
“Wah cucunya Eyang sudah ndut banget,” kata Suradi melihat Daanish yang baru datang ke rumahnya. Daanish terkekeh ketika Suradi mencium perutnya. Jarak rumah Gendis dan Suradi cukup jauh bila untuk anak kecil jalan kaki. Jaraknya hampir 0,5 KM. Jadi Fitri membawa kedua anaknya naik motor dengan Yanto.
__ADS_1
“Iya nih Eyang tambah endut aja Dedek Daanish-nya,” jawab Fitri sambil salim pada Suradi.
“Kapan ini Dede Daanish punya adik?” kata Bu Erlina.
“Kami sih enggak pakai apa-apa Bu. Tapi belum dapet lagi,” jawab Fitri.
“Semoga aja cepat dapat lagi,” kata Suradi.
“Iya Yah. Aku juga berharap seperti itu. Kemarin waktu antar Ayah kontrol ke sinshe Mas Yanto juga bilang ke sinshe Kok soal ingin punya momongan lagi. Dan kemarin di treatment buat kembali disuburkan. mungkin Mas Yanto kembali enggak subur karena terlalu lelah.”
“Obatnya kemarin dikasih banyak kok,” kata Fitri.
“Semoga berhasil cepat,” jawab Erlina. Waktu ke Semarang kemarin dia tidak ikut karena mobil tak cukup. Kan kakaknya dari Cilacap ikut ke Semarang.
“Aaamiiiiiiiiiin,” jawab Fitri dan Suradi.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
__ADS_1
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR yok.