BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK

BETWEEN ( TERMINAL ) GIWANGAN ~ BUBULAK
TAK MASUK TEAM


__ADS_3

Sehabis bernostalgia tentang awal perkenalan Yanto dan Fitri, Satrio dan Herry langsung membahas program kerja yang akan mulai mereka lakukan terutama tentang jadwal pelaksanaan. Herry sudah menginfokan pada timnya tentang jadwal yang di siapkan oleh Satrio.


Mereka terus membahas apa saja yang dibutuhkan sedang Tria dan Timah ngobrol di kandang kambing tentu saja mereka membahas tentang apa yang harus mereka lakukan untuk pengembangan usaha.


Si kecil ini memang ada-ada saja idenya dia ingin membuat usaha baru yang berhubungan dengan usaha Timah dan Tria. Sebenarnya bukan usaha baru maksudnya terobosan baru yaitu dia mengusulkan pada Tria bagaimana bila mereka melakukan iklan secara online.


Tentu saja hal itu benar-benar dibahas oleh mereka berdua kendalanya adalah bila menjual online dan ternyata peminatnya banyak mereka harus menyiapkan stok mereka harus mencari barang dari peternak lain itu yang pertama yang kedua mereka tidak mau melakukan pengiriman hewan karena resikonya besar, bukan hanya soal urusan surat karantina tapi kematian ternak.  Nanti kematian hewan itu resikonya harus ditanggung penjual jadi Timah dan Tria tidak mau karena membuat mereka rugi.


Mereka benar-benar mematangkan hal itu saat Satrio dan Herry mendekati mereka kedua gadis itu masih uplek saja diskusi.


“Kamu lagi ngapain sih Dek?” kata Satrio melihat Timah sibuk dengan ponselnya ambil bicara.


“Aku punya ide buat bikin iklan usaha kita secara online Mas, lalu kita lagi bahas kendalanya apa saja.”


“Aduuuh cah cilik iki. Otaknya ada ajaaaaa,” kata Satrio bingung.

__ADS_1


“Bagus kan Mas? Jadi kita nggak hanya cuma dari mulut ke mulut. Cuma ya banyak kendala juga dan itu yang kita sedang bicarakan.” jawab Timah. Dia tadi hanya sebentar mengangkat kepala, selanjutnya kembali serius melihat ponselnya.


“Kendalanya apa?” kata Herry.


“Kendalanya mungkin kalau kita overload pesanan. Kita berarti harus cari barang cepat-cepat jadi kita harus punya backup beberapa peternak yang mutunya memang bagus, tidak kawin campur.”


“Kendala kedua yaitu kami tidak mau terima pesanan online yang barangnya dikirim. Mereka harus ambil ke tempat kita. Kita tidak terima pengiriman barang sedekat apa pun, jadi nggak bikin Mas Pujo tambah kerjaan. Padahal namanya online pasti jangkauannya luas banget. Tentu akan membuat banyak orang kecewa.”


“Bukan cuma karena surat karantina. Surat karantina kita bisa bikin. Itu gampang. Tapi masalahnya yaitu resiko kematian ditanggung oleh penjual padahal kan belum tentu karena kealpaan penjual. Bisa saja di ekspedisinya. Senyaman apa pun ekspedisi, itu pasti mengakibatkan stres buat hewan. Stres buat kelinci bikin dia mati. Ya kita rugi dong,” kata Timah dengan lancarnya menerangkan semua kendala yang ada.


“Gimana? Ada pandangan lain nggak kendala yang akan kami hadapi dari penjualan online ini, maksudnya iklan online,” Timah minta pendapat dua kakak lelakinya itu.


“Paling size dan jenis kelamin Dek. Size kamu kalau bikin foto harus langsung buat dengan metlin atau penggaris atau pengukur panjang baju itu. Jadi kamu tidak dikomplain,” kata Herry.


“Kan ada orang bilang kayanya kelihatannya besar deh kok pas saya datangin kecil? Itu kamu rugi, nama kamu yang jelek padahal biasanya kan kamera kita suka bikin di zoom jadi terlihat besar kalau dengan ukuran baku yaitu alat pembanding  yang buat bahan baju itu kan sudah jelas panjangnya sekian. Mereka nggak bisa komplain walau fotonya kecil atau besar.”

__ADS_1


“Noted, aku akan catat itu,” kata Timah.


“Apalagi masukkannya?” tanya Tria.


“Aku belum punya bayangan nanti aku beritahu bila aku punya pemikiran lain,” kata Satrio.


“Sip, bantuin aku ya,” kata Timah.


“Pastilah, kita kan satu tim,” jawab Satrio.


“Rupanya aku saja yang nggak masuk tim kalian ya,” kata Herry. Dia merasa ada di luar ketiga orang di depannya.


“Kalau mau masuk juga, silakan saja. Memang ada larangan kamu masuk?” kata Satrio.


“Iya kok, kita juga nggak ngelarang,” jawab Tria.

__ADS_1


__ADS_2